Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Sabar


__ADS_3

Sungguh pemandangan keluarga yang bahagia, siapapun yang melihat pasti akan iri. Namun sayang, itu hanya sesaat. tapi Fatimah nampak begitu menikmati saat-saat sekarang ini.


"Umma kak Fatimah mana??" tanya Bunga


Umma menunjuk ke arah Fatimah.


"Ya udah Bunga ke kak Fa dulu ya Umma.."


"Bunga tunggu..."


"iya kenapa Umma, ada yang bisa Bunga bantu..??


"Bunga..." sambil menggenggam kedua tangan Bunga "Bisa Umma minta tolong?" ujar Umma sendu


"Apa Umma...??"


"tolong jangan beritahu kan dulu kabar kehamilan kamu ya sama Fatimah..." mohon Umma


"Tapi Umma..."


Umma tak bersuara mata nya tertuju melihat Senda gurau Fatimah, Alvian dan Adam. Hafidz yang menyusul Bunga pun ikut tersenyum namun perih melihat pemandangan di depan mata nya. Hafidz merangkul Bunga.


"Umma benar, kita jangan kasih tahu kabar ini dulu ya"


Bunga pun hanya bisa mengangguk menuruti permintaan Umma dan sang suami,.walau hati kecil nya berkata lain


"Maafin Bunga ya kak..."Batin Bunga


Malam pun datang acara pun telah selesai, semua juga sudah bersih, tersisa Abi, Umma serta anak , menantu dan cucunya yang sedang bersenda gurau di ruang tengah..nampa Adam yang begitu antusias menceritakan kepada Ummi dan Abah nya, kalau dia dapat mainan baru.


Semua terkekeh melihat tingkah Adam, tak jarang meraka juga di buat bingung dengan ocehan-ocehan Adam yang tidak mereka mengerti.


"Adam ngomong apa sich.. mbi gak ngerti..??" tanya Alvian


"mbi...??? apa itu mbi..??" tanya Abi


"iya Bi, Fatimah kan panggil Kak Al dengan panggilan Hubbiy, kemungkinan Adam mau bilang itu, tapi cuma ujung nya doang.. mbi..." Jawab Fatimah dan itu membuat semua terkekeh


Suasana rumah jadi riuh dengan semua berkumpul. melupakan lelah, melupakan gundah.


"Oh ya dek... masih aktif di butik..??" tanya Arafah


"Cuma ngontrol aja kak, paling klo nge desain di rumah, jarang ke butik.. Alhamdulillah Indah dan Bunga bisa di andalkan..."


"Tapi Bunga kan sedang-.." Ucapan terhenti saat Umma menyenggol kaki Arafah dan Umma menggeleng kecil memberi kode


"Bunga sedang apa....??"


"Hah..."

__ADS_1


"Bunga sedang apa kak??"


"Bunga sedang proses belajar kan..??" jawab Arafah ngasal


"Bunga nangani pemesan dan bantu-bantu pembukaan, desain tetap Fatimah dan Indah"


"owh.. kakak kira dia nge desain juga"


Alvian merasa ada yang Umma dan Arafah sembunyikan, karna kebetulan Alvian juga belum di beritahu, tapi Alvian bisa melihat ada yg di sembunyikan dan memilih mengajak Fatimah naik


"Sayang... keatas yuk .. Hubbiy agak lelah"


"Ya udah yuk... Fa sama kak Al keatas duluan ya"


"ya udah kalian istirahat duluan" balas Umma


Merekapun naik ke atas,. merebahkan diri di ranjang, melepas lelah.


*


*


*


Pagi ini sesuai janji, Alvian dan Fatimah bertemu dengan Dr. Hendro.. Dr.Hendro melakukan beberapa pemeriksaan kepada Fatimah.


"Gimana dok..??" tanya Fatimah


"Tapi kok masih sering sakit ya dok..??"


"Fatimah.. cedera di bagian kepala kamu cukup parah dan saya Sudah jelaskan, bahkan Kondisi kamu saat ini itu sungguh kuasa Allah"


"Bersabarlah, dan apa yang saya serepkan di minum teratur, jangan stress"


"Traumatik yang kamu alami tidak akan secepat itu sembuh... kamu benar-benar contoh nyata pertolongan Allah....saya gak tahu jika itu terjadi pada pasien lain, mungkin dia akan kehilangan semua memory nya"


"Alhamdulillah... terimakasih dok, berarti tinggal pemulihan ya dok." Ujar Alvian


"Ya... tapi tetap semua harus di kontrol, karna traumatik itu lebih lama penyembuhan nya"


Setelah Konsultasi serta mengucapkan terimakasih, mereka pun keluar dari ruangan Dr. Hendro, menuju ruangan sang Dirut, siapa lagi kalau bukan ruangan Alvian yang ada di lantai tiga.


Menyandarkan tubuh nya di sofa, sedangkan Alvian kembali memeriksa file nya. cukup lama Fatimah di sofa sembari fokus ke benda pipih nya, tapi bukan membuka sosmed, melainkan membuka aplikasi Al Qur'an


Saat dilihat nya Alvian menutup laptop dan menyusun file nya, Fatimah pun mendekat, entah kenapa dan ada angin apa, tiba-tiba Fatimah mendudukan tubuhnya di pangkuan sang suami.


Dan itu membuat Alvian mencubit kecil hidung Fatimah. " kenapa...??"


"hmmm..." sambil memutar kecik kursi yang kini mereka duduki

__ADS_1


"kok hmmm...??"


"Biy..." ucap nya ragu


"iya... kenapa?? pengen sesuatu..??"


"Pengen konsultasi dengan Dr. kandungan.."


"Sayang..."


"Biy....pliss kan kita hanya konsultasi, kan Hubbiy juga dengan tadi kata Dr. Hendro, hasil ronsen juga bagus"


"Traumatik nya sayang..."


"Sekedar konsultasi aja"


Alvian bukan tidak mau menuruti permintaan sang istri, tapi tidak Ingin jika nanti hasil nya belum sesuai keinginan, dan itu akan membuat nya sedih.


"Pliiss..." mohon nya


"Gak sekarang ya, kita akan konsultasi, tapi sabar ya..."


"gak bisa sekarang...??"


Alvian menggeleng


"kenapa...??"


"Sayang..."


"Hubbiy takut jika ternyata belum bisa lalu Fatimah akan kecewa??" tebak nya


"Huufftt...Sayang, Hubbiy cuma gak mau kamu stres dan itu akan memicu traumatik kamu"


Fatimah memilih untuk beranjak, tapi dengan cepat di cegah oleh Alvian.


"Tu kan bagaimana Hubbiy mau izinkan,. baru Hubbiy minta menunggu saja, sayang nya Hubbiy udah begini, bagaimana jika nanti hasil yang kita dapat tidak sesuai"


Fatimah menunduk..


"Sabar... dalam waktu dekat ini Hubbiy janji, kita akan konsultasi"


"Janji..."


Alvian menganggukkan Kepala tanda setuju.


Kini mereka sudah berada di dalam lift menuju lantai dasar untuk segera ke parkiran, dan secepat pulang.


Alvian tak melepaskan genggaman nya, dan sudah pasti membuat mata yang memandang akan iri.

__ADS_1


Kebahagiaan yang hakiki untuk yang melihat, Tampa mereka tahu, ujiannya yang sedang mereka hadapi.


Sebagai ada yang berpendapat , lagi menikmati pacaran halal nya jadi di tunda momongan nya. Tampa mereka tahu, bahwa dua insan ini sedang berjuang.


__ADS_2