Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
ku tunggu kejujuran mu


__ADS_3

Satu pekan belalu Hafidz dan Bunga sudah berada di rumah Ayah Alif..Bunga nampak sedang menyusun pakaiannya.


"Mas, baju kotor ini mau di taruh dimana??"


"taruh di keranjang pakai aja sayang..." jawab Hafidz yang sedang fokus pada laptop nya.


"nanti sore ke rumah Bunda ya, Bunga mau ambil beberapa pakaian"


"harus sore ini?? mas lagi ngecek laporan pasien yang udah mas setelah ke pak direktur" pak direktur yang di maksud Hafidz adalah Alvian, selama dia libur bulan madu di Semarang dan beberapa tempat lain nya, Alvian lah yang full mengganti kan nya, harus siap di panggil kapan pun, karna tidak ada dokter pengganti.


Sebagai seorang direktur sebenernya Alvian sudah mengurangi jadwal mengecek pasien, tapi tetap dia ikut Handil dalam penanganan pasien, bahkan saat ini RSH sedang mencari Dokter jantung lain nya, agar ada pengganti di saat yang lain cuti.


"gak harus sih..."


"Ya udah mas, cek dulu ya, nanti jika memungkinkan untuk kita ke rumah Bunda, kita kesana"


Bunga menganggukan kepala "kalau gitu Bunga bantu Bunda dulu ya di bawah"


Dirumah Alvian...nampak Bunda dan Fatimah sedang asik di dapur.. Alvian memijat pangkal hidung nya, ada rasa pusing menghampiri.


Fatimah yang melihat Alvian memijat pangkal hidung nya lalu menghampiri..Seperti biasa, Fatimah akan memijat kepala Alvian dengan lembut, memijat Alis dan kening nya juga.. semua perlakuan itu sungguh membuat Alvian candu. Dan seakan membuang semua rasa lelah nya.


"Enak kan punya istri, ada yang ngurusin, pusing ada yang mijitin" ujar Bunda


"Ia Bun enak... tapi dulu sebelum punya istri, Alvian gak pernah pusing" seloro nya


Fatimah yang mendengar itu langsung melepaskan pijatan nya, ingin beranjak pergi tapi dengan cepat Alvian menarik tangan sang istri.


"Bercanda sayang... Hehehe..."


Fatimah memanyunkan bibirnya nya,


"Hubbiy tu lihat di sosmed, lagi viral video tok tik kayak gitu... hehe"


"Hubbiy main tok tik??" tanya Fatimah penuh selidik


"Iiih gak level ya main begituan...banyak pemandangan yang layak di tonton, walau kadang gak sengaja... hehehe"


Kini Fatimah melanjutkan pijatan nya.. "Sebenarnya sosmed itu banyak loh manfaat nya, tapi mudarat juga banyak... kadang miris melihat yang di upload yang seorang menjual diri, di tambah jempol2 yang berkomentar tidak layak"


"kita doakan saja, mereka bisa segera sadar akan mudarat yang akan di dapatkan.."


"Satu pekan lagi ada penghargaan dari IDI untuk dokter berprestasi...di adakan di Jakarta"


"Trus kenapa...??"


"Istri Hubbiy harus ikut Donk..."


"Tapi Biy, butik lagi ada pesanan untuk ibu perwiritan, belum bisa di tinggal.." Ujar Fatimah sendu


"ya udah kita lihat nanti, jika memang belum bisa, gak papa Hubbiy berangkat bareng Hafidz dan yang lain aja"


"Bunga ikut??"


"Hafidz belum ada bilang sih ke Hubbiy"


"Gak bisa di wakili soal butik..?? ini tahun pertama Alvian bawa Istri loh.." Bunda bersuara sambil membawa camilan di nampan


Fatimah beranjak untuk duduk di samping sang suami. Ada gurat sedih terpancar dari wajah Fatimah.


ini adalah tahun pertama Alvian akan menghadiri acara penghargaan bersama sang istri. tapi bukan Alvian jika tak mampu menutupi rasa kecewa nya.


"Gak papa, semoga nanti sebelum keberangkatan urusan di butik rampung"

__ADS_1


"tapi bener kata Bunda..."


"Gak perlu jadi beban pikiran ya..."


"Harapan Bunda sih kamu bisa menemani Al... tapi jika belum bisa ya sudah, benar kata Al, masih ada waktu"


*


*


*


Aktifitas berjalan lancar sebahagia biasa nya. Begitu pun butik, Fatimah disibukan dengan butik, dia menargetkan harus Bisa menemani sang suami. Tapi seperti yang semua orang ketahui, fisik Fatimah seja kecelakaan tak bisa se extra dulu.


Tiba-tiba Kepala nya berdenyut..


"Astagfirullah..."


"Kanapa Fa??" tanya Indah


"Gak tahu ni Ndah... tiba-tiba aja, padahal udah lama gak kambuh..."


"Fa... kamu terlalu memforsir, kan udah ada kami....kamu cukup ngontrol aja.. ni minum dulu" ujar Indah sambil memberikan Fatimah segelas air mineral


"ku telfon kak Al ya, biar jemput kamu..."


"Jangan Ndah.... kak Al lagi sibuk banget, gak papa nanti juga membaik kok, aku gak mau kak Al khawatir..."


"Tapi Fa..."


"Kak Al harus ke Jakarta, Aku pengen nemenin, makanya aku haus cepat bantu kalian selesaikan semua ini, dan jika kak Al tahu sakit di kepala ku kambuh, dia gak akan pergi Ndah..."


"Astagfirullah Fa...Fa... ok sekarang mu istirahat, urusan butik serahin ke aku, kamu fokus untuk nemenin kak Al, tapi pastikan kondisi kamu dulu.."


"Bismillah, percaya in deh sama aku dan team, kami akan lakukan yang terbaik.."


"jazaakillah Khairan ya Ndah..."


"wajazaakillah Khairan Fatimah sayang... sekarang hubungi kak Al.. mu gak mungkin bawa mobil sendiri"


"gak papa...aku bawa mobil nanti pelan-pelan, aku gak mau kak Al tau..."


"Tapi Fa..."


"Beneran... aku bawa tidur aja dulu ya..."


Indah pun memilih diam, dipaksakan pun percuma, tapi walau diam mulut nya, tapi Indah tak tinggal diam, Indah menghubungi Alvian melalui chat.... memberi tahu Kondisi Fatimah, tapi meminta Alvian untuk pura-pura tidak tahu.


Mendapat info dari Indah, Alvian pun menuju Butik.. kebetulan pekerjaan di RSH tidak terlalu banyak, dan juga ada Hafidz, RSH pun sudah memiliki Dokter Jantung lagi, baru mulai bekerja hari ini, jadi pekerjaan Alvian cukup terbantu. Ruangan Alvian yang lama pun sekarang sudah diserahkan ke dokter yang baru.


Alvian sudah berada di depan butik, Indah menyambutnya di depan, meminta Alvian jangan memberitahu jika ke butik sengaja karna dapat kabar dari nya. Selesai berbincang dengan Alvian, Indah langsung pergi ke ruang Produksi.


Alvian masuk keruangan, salam sudah dia ucapkan, tapi gak ada jawaban.. dilihatnya Fatimah dengan terlelap di atas meja kerja nya,tangan kanan sebagai bantal, tangan kiri memegang kepala.


"Huufftt..." Alvian menarik napas panjang melihat kondisi sang istri


"Sayang..." panggil Alvian dengan lembut


"hmmm..." respon Fatimah sambil mengucek mata nya


"Hubbiy... kok disini??"


"Kenapa...?? gak boleh...??"

__ADS_1


"Indah mana...??"


"Gak tahu..."


"Hubbiy kesini karna di telfon Indah ya??"


"Bukan..." jawabnya jujur karna kan Indah memang tidak menelepon nya, tapi mengirimkan pesan🤭


"Emang mau ngapain Indah nelfon Hubbiy..."


"Gak..Gak.. pa pa..." Jawab Fatimah sedikit gugup


"Alhamdulillah, dokter yang Hubbiy rekrut sudah mulai kerja, jadi Hubbiy gak terlalu sibuk, untuk urusan pasien Hubbiy bantu untuk operasi saja" jawab Alvian sambil berjalan untuk mengambil air mineral


"Jadi Hubbiy mau jemput Istri Hubbiy tersayang" lanjut nya


"Kan Fa Bawak mobil..."


"Tinggal aja mobil nya kok repot..."


Rasa sakit di kepala sebenarnya masih berdenyut, tapi Fatimah enggan untuk memberi tahu Alvian. Tak ingin sang suami khawatir, walaupun sebenarnya Alvian sudah tahu, dan menunggu kejujuran dari Sang Istri


"Masih banyak kerjaan gak?"


"Sebenarnya masih,. tapi di handle sama Indah, Bunga lagi bantuin bagian Produksi"


"Ya udah kita pulang ya..."


Fatimah memakan mata nya sesaat dan Alvian melihat nya. Ingin rasa nya marah karna Fatimah tidak jujur dengan keadaan, tapi Alvian berusaha menahannya.


"Kenapa...?? pusing ya karna tiba-tiba Hubbiy bangunkan??"


"Ehmm... mungkin" jawab Fatimah enggan


"itu karna kaget, tapi tadi Hubbiy pelan pelan lah bangunkan nya, ya udah gak pa pa, nanti sampai rumah Hubbiy pijit ya"


Fatimah dan Alvian pun meninggalkan butik. Fatimah lebih banyak diam, dan memejamkan mata, untuk menutupi rasa sakit di kepala nya.


"kenapa sih gak jujur..." batin Alvian


"Masih pusing, atau masih ngantuk...??"


"hmmm...."


"pusing apa ngantuk?"


"Ngantuk sama pusing sedikit, nanti di bawa tiduran juga hilang Biy...."


Alvian hanya bisa geleng-geleng kepala


"ku tunggu kejuruan mu sayang" batin Alvian


*


*


*


*


Afwan telat Up nya ya... Author sedang Safar atau dalam perjalanan...


Jazaakumullah khairon untuk semua dukungan Reader... Sehat selalu

__ADS_1


Jangan lupa Komen,Like, Vote nya❤️❤️❤️


__ADS_2