Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
cukup gue yang ngalami


__ADS_3

Alhamdulillah sudah Bada Ashar... Fatih, Arafah,Fatimah dan tidak ketinggalan Adam mereka sedang duduk santai di taman kecil area rumah.


"Fa.. apa pendapat Fatimah tentang Ikbal??" Tanya Fatih ke Fatimah yang sedang bermain dengan Adam...


"Pendapat gimana maksud mas Fatih??"


"Bah...mereka juga baru kenalan tadi pagi kan, mana mungkin Fatimah langsung punya penilaian" Arafah yang bersuara


"In Syaa Allah baik, apalagi dia seorang yg paham akan Al-Quran kan..sebatas itu penilaian Fa" jawab Fatimah lalu kembali fokus pada Adan


Arafah mengkode agar Fatih tidak terlalu membahas Ikbal.


Fatih membahas dengan mengangguk kepala, menandakan ia paham maksud sang istri


"Mas cuma mau memperkenalkan kamu saja, dia teman mas, seorang laki2 yang mandiri, seorang Hafidz Quran... pekerjaan memang hanya sebagai kurir untuk saat ini, dan di akhir pekan ia mengajar di pondok ini" tutur Fatih


"Fa paham maksud mas Fatih, " jawab Fatimah


Saat ini hati nya belum bisa mengendalikan diri untuk lupa seutuhnya dengan kejadian dia dan Alvian.... dia berfikir dengan ke pondok akan mampu melupakan nya, tapi ternyata masih belum mampu sepenuhnya lupa, dan saat ini ada pria lain yg di bahas.


Fatimah hanya bisa menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya.


tiba tiba handphone Fatimah berdering


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.."


"Waallaikumsallam warahmatullahi wabarakatuh kak..."


"Dek.. mau KK jemput sore ini atau besok pagi..??" tanya seseorang itu dari balik telfon yang tidak lain adalah Hafidz


"sebenarnya masih pengen main dengan Adam, tapi pembahasan di pondok membuat aku gak nyaman" batin Fatimah


"Dek....??"


"emmm....KK bisa nya kapan???"


"kalau besok pagi KK gak bisa janji, karna ada pemeriksaan pasien...bisa nya paling sore ini atau besok sore"


"kalau besok sore Fa gak bisa kak, Fa juga ada kerjaan di butik.."

__ADS_1


"Ya udah KK jemput malam ini ya, ni KK langsung berangkat"


"ya udah kalau gitu, Fa siap2 ya.. Assalamualaikum"


"Waallaikumsallam"


Fatimah pun memutuskan sambungan telfonnya


"Kak Hafidz..??" tanya Arafah


"Ia kak,..Fan di jemput malam ini, karna klo besok pagi kak Hafidz gak bisa.."


"ceper banget..." ujar Arafah dengan nada sedikit kecewa


"besok Fa ada harus ke gudang tekstil dan bertemu dengan Owner nya, kalau besok malam Fa baru di jemput, gimana Donk?? In Syaa Allah nanti Fa segera kesini lagi, ya kak Adam..."


Arafah pun tidak bisa mencegah sang Adik untuk pulang, bagaimana dia sudah satu tahu meninggalkan butik, pasti banyak yg harus di urus.


🌟


"emang Fatimah lagi dimana kok di jemput??" tanya Alvian, mereka baru saja menyelesaikan sholat Ashar.


"Maksud lo...??" tanya Alvian sembari berdiri mengejar sahabat nya itu


"ingat... Lo hutang penjelasan sama gue, jadi buat apa gue kasih tau lo... ??weeeekk..." kali ini Hafidz yang membuat Alvian penasaran


"Ok...gue ceritain..."


Hafidz bersandar di pintu mobil nya.


"Duduk di teras masjid bisa kan, gak enak banget berdiri disi" tutur Alvian


Hafidz merasa menang karna bisa membuat sahabat nya itu jujur tanpa di paksa untuk cerita... gak di paksa, cuma di gertakπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


"begini....." Alvian pun menceritakan kejadian dia menolong Fatimah hingga nasihat Abi untuk nya


"Apa.....?? parah lu, lu dah buat adx gue gak bisa tidur tuh, pantas dia ke pondok"


"serius Fatimah ke pondok??"

__ADS_1


"ia dia udah 2 hari ini di pondok, yg pastinya banyak ustadz Ustadz yang Sholeh siap melamar dia" Pancing Hafidz, padahal dia tau Fatimah memang sudah lama berencana untuk ke pondok....Hafidz sengaja menambah bumbu2 untuk memancing Alvian


Sontak kata kata Hafidz membuat nya terpaku.


plak...


Hafidz menepuk pundak Alvian lumayan keras


"Sakit Fidz..."


"Akan lebih sakit saat lu ketinggalan kereta untuk menghalalkan adek gue.."


"Gue..." Alvian bingung harus berkata apa


"Lo takut gak di terima?? itu mah RESIKO...yang penting utarakan niat Lo... kalo Lo memang serius sama adx Gue, di terima atau tidak itu mah nanti.. ketimbang Lo baru melangkah dan keduluan sama yg lain..."


"pilih mana??" tambah Hafidz


Alvian mengacak acak rambut nya.


"Al.... Lo merasa gak pantas kan?? maka belajar memantaskan diri, klo Lo cuma terpaku dengan sudut pandang Lo aja, Lo gak akan tau sudut pandang orang yg Lo hadapi.. Lo tau, adek gue itu sangat berharga buat kami semua, gue berani memberi masukan untuk Lo Halalin dia, berarti gue punya penilaian tersendiri dari diri Lo, begitupun Abi... Abi gak akan mudah meminta pria lain untuk menghalal kan putri nya, pernah gak Lo terfikir sampai disitu" kali ini Hafidz mengutarakan pendapat dengan tegas


"Istikharah lah.. gue mau jemput Fatimah dulu, gue gak tau jika sempat adx gue udah kepincut ustadz di sana, maka gue gak bisa bantu Lo lagi..."


"dan gue gak mau apa yg gue alami dulu terjadi sama Lo... terlalu banyak mikir, akhirnya tersingkir....itu yg buat gue susah membuka hati Al... Lo tau lah, dan gue gak mau itu terjadi sama Lo..." ujar Hafidz sembari beranjak menuju mobil untuk menjemput sang Adik


Alvian masih terpaku dengan apa yg hafidz katakan...


ya dia tau, Hafidz pernah telat melamar seseorang, Baru mau mengetuk pintu dan ternyata di dalam sudah ada yang menyampaikan niatan melamar..


itu lah yang membuat Hafidz sampai saat ini belum memutuskan untuk menikah


🌟🌟🌟🌟🌟🌟


**Jangan Lupa tinggalkan jejak ya


Like , Vote dan komen nya


Jazaakumullah khairon ❀️**

__ADS_1


__ADS_2