Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
pura-pura tidur


__ADS_3

Kini Fatimah berada di rangkum sang Umma.


Umma merangkul putri kecil nya itu dan Fatimah menyandarkan kepada di pundak Umma.


Sempat merasakan Sakit di kepala nya.


kemungkinan karna kaget. umma sempat ingin memanggil Dokter, tapi Fatimah menolah.


Masih dengan posisi bersandar di pundak sang Umma.. di buka nya satu persatu foto selama dirinya tak sadarkan diri.


"Umma.."


"Kenapa sayang??"


"Fa mau denger semua nya, kenapa kak Al nekat menikahi Fa,. gimana kalau Fa gak sadar, atau Fa hilang ingatan, bahkan Fa lumpuh.. sekarang Aja Fa belum memiliki tenaga untuk sekedar menggerakkan kaki Fa"


Umma pun menceritakan bagaimana Al memohon restu, bersimpuh di hadapan Abi, Umma dan bunda.


" Alvian meyakinkan kami, kalau dia siap dengan semua kemungkinan terburuk.. Dia ingin merawat nya dalam keadaan Halal.. karna dia tahu Fa begitu menjaga diri"


"Tidak pernah sekalipun Alvian meninggal kan Mu nak.. kecuali di saat dia bekerja"


Fatimah masih dengan mode pendengar setia


"Bahkan..."


"Bahkan apa Umma..?" sembari menolehkan wajahnya ke Umma


"Bahkan dia melepas kesempatan untuk seminar karir Kedokteran nya di Australia.."


"Kak Al...??"


"Ia... di tidak berangkat untuk seminar, dia bahkan sempat bersitegang dengan Hafidz.. dia tidak mau melewatkan hal sekecil apapun itu mengenai Mu.."


"Dan kamu tau sayang.. Umma tidak menyaksikan langsung, tapi Abi yang cerita"


"Apa??"


"Al merawat Mu dengan sangat baik, Al tidak pernah mengeluhkan satu hal pun, tidak pernah menunjukkan rasa lelah nya.. bahkan sebelum kamu Anfal, dia bilang ikhlas jika kamu sudah lelah... tapi apa yg tejadi saat Abi sudah pasrah.. dia bersikeras untuk menyelamatkan kamu Fa"


"Dia yang selalu bilang Ikhlas, di depan kami semua, tapi tidak di hari itu Fa.. dia bilang dia tidak mau kamu pergi meninggalkan dia, dia mau kamu selalu ada di sisi dia.."


"Dan masih ada sich yang dia tarakan..."


"Apa Umma...??"


"Kalau itu biar Al langsung yang ngomong"


"Ummaaa...."


"Biar Al yang bilang.."


"Dia bilang.. dia cinta kamu sayang" batin Umma sembari tersenyum bahagia

__ADS_1


"nanti kamu tanya sendiri..."


"Gimana mau nanyak.. Kak Al seakan menghindar.."


"bukan menghindar,.tapi lebih tepat nya menunggu waktu yang tepat.. kamu gak tau aja, kalau pas kamu tidur, dia nemenin loh..."


"Umma serius??"


"Serius sayang..."sambil mencubit gemas pipi Fatimah


"Kamu udah siap ketemu sama Al..??"


"Bismillah..."


mendengar jawaban Fatimah, Umma pun mencium puncak kepala Fatimah.


Lalu menelfon Abi dan Alvian untuk datang ke ruangannya Fatimah di rawat


Abi yang tidak sibuk pun sudah berada di ruangan Fatimah, tapi tidak dengan Alvian, Alvian masih harus memeriksa beberapa pasien


Umma pun memberitahu Abj jika Fatimah sudah tahu tentang Pernikahan nya.


Abi juga ikut menci-um puncak kepala Fatimah


selesai dengan pasien nya, Alvian pun menuju ruangan Fatimah.


Sesampainya di sana Al pun mencium tangan kedua mertua nya itu, dan di lihat nya Fatimah sedang tertidur


"Abi dan Umma ada yang mau di sampaikan??"


"Jauh lebih baik dari sebelumnya, dan juga lebih bertenaga, tapi kaki nya masih lemas Al, kadang juga masih pusing"


Fatimah sebenarnya tau bahwa Alvian datang Saat Alvian mengucapkan salam tadi, tapi tak tahu kenapa, rasa nya masih bingung harus bagaimana.. akhirnya memutuskan untuk pura-pura lanjut tidur, dengan tidak mengenakan cadar.


"Tadi Al udah bicara dengan Dr. Hendro, untuk Pusing itu memang akan sering Fatimah rasakan, karna kondisi pemulihan cukup lama,.dan untuk kaki..."


"Untuk kaki kita harus extra sabar, kaki kiri Fatimah ada cedera.."


"Tapi bisa jalan kan Al...??" tanya Umma


"Bismillah bisa, hanya butuh waktu saja"


"Alhamdulillah..."


Alvian mendekati Fatimah yang masih dengan mode pura-pura tidur nya


Dan tiba-tiba Alvian menci-um puncak kepala Fatimah..


DEG...


Tiba-tiba Jantung Fatimah seakan lompat dari tempat nya..


Dan apa yang Alvian lakukan membuat Fatimah semakin memejamkan mata dan mengigit bibir nya.

__ADS_1


cukup lama Alvian menci-um puncak kepala Fatimah.


Abi dan Umma malah tersenyum sumringah


Dan Saat Alvian melepas ci-umannya melihat expresi Fatimah, membuat Alvian kaget dan mundur.


Alvian menepuk jidat nya dan mengalihkan pandangannya ke Abi dan Umma sembari menunjuk ke arah Fatimah


Abi dan Umma malah terkekeh tinggal anak dan menantunya itu


Fatimah pun memberanikan diri membuka mata nya.


Dan Saat Fatimah membuka mata nya, Alvian buru izin keluar


"Al... tunggu" cegah Abi


"Fatimah udah tau semua nya"


Sembari menuntun Alvian untuk mendekati Fatimah.


"Huuffftt"


"Ya udah....kalian bicara berdua, Abi dan Umma mau cari makanan di luar" ujar Abi sambil menepuk pundak Alvian, sedangkan Umma mengelus kepala Fatimah yang tertutup hijab


Saat Abi dan Umma keluar Dangan bahagia.


Alvian dsn Fatimah masih terpaku, saling diam.


Bingung mau memulai nya dari mana.


"ya Allah gimana ini kenapa jadi gerogi??" batin Alvian


"ya Allah Fa harus gimana,. masak ia Fa yang nanyak duluan...??" batin Fatimah


"😭😭aku harus mulai dari mana?? ngomong apa?? tanya apa...😭😭??" batin Al meronta


Berbeda dengan Umma dan Abi,mereka malah tertawa ngebayangin gimana mereka.


"Bi kira2 gimana ya tu anak berdua??"


"Hmmm... itu yg Abi gak tau??"


"kalau Abi ada di posisi Al.."


"Abi sembunyi... hehehe..."


"ihh Abi malah becanda..."


"Biarkan aja,,. nanti juga terbiasa" jawab Abi santai


hahaha... ni Abi dan Umma kenapa malah bahagia ya lihat anak anak nya pada kebingungan 🤣🤣


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen


Jazaakumullah khairon ❤️


__ADS_2