
Laki-laki mana yang tidak mengidamkan seorang Istri yang Pandai di dapur, Pandai di ranjang, dan Pandai pula soal Agama.
Tapi ada kalanya mereka juga tak mampu, namun jangan pernah di tinggalkan, tapi bimbing, ajarkan dia, beri dia kesempatan dan waktu untuk belajar.
Jika kita mencari kesempurnaan maka di depan saya pasti akan selalu ada yang lebih dan lebih lagi.
Itu semua kembali bagaimana kita mensyukuri apa yang ada di hadapan kita.
πππππ
Fatimah dan Umma tadi menyempatkan menelfon bunda menanyakan makanan kesukaan Alvian.
"Al itu suka dengan rawon, ada telur asin bebek, sambalnya jangan terlalu pedas, dia gak tahan makan pedas.. hehehe"
"Tapi secara keseluruhan dia gak pilih-pilih makanan, apapun di makan, yang penting ya itu, jangan terlalu pedas.." tambah bunda
itu obrolan singkat Fatimah dan Bunda
"kamu kenapa senyum senyum sendiri??" tanya Umma sembari mengeluarkan sayuran di dalam kulkas
"keringat waktu kak Al kepedesan...hehehe"
"emang pernah lihat??"
"pernah Umma, gak sengaja ketemu dan makan bareng, Sama indah dan kak Hafidz juga"
"kok bisa kepedesan??"
"iya.. dia pesan sama seperti pesanan Fa"
"hehehe... dia belum tau anak Umma ratu nya pedas" balas Umma Sembari tertawa kecil
"Jadi kita masak apa Umma??"
"Ayam bakar ,.sambal kecap, dan cak kangkung aja ya.."
"gak ada daging nya untuk buat rawon??"
"Kluwek nya yg gak ada, harus kepasar dulu.. besok pas bibik ke pasar biar di beli"
"kluwek tu yang gimana sich Umma??"
"Dia tun seperti buah bercangkang, cangkang nya keras banget, isi berwarna hitam, itulah yang adalah bumbu yang sama sekali gak bisa ketinggalan dalam memasak Rawon"
"Kalau gak ada??"
"kalau gak ada bukan rawon nama nya, tapi sop... hehehe"
Fatimah berusaha semampu yang ia bisa untuk membantu Umma.
Sudah jam 5 sore, Fatimah dan Umma sedang berbincang santai di ruang tengah.
"Assalamualaikum" salam Alvian dan Abi bersamaan
"Waallaikumusallam" balas Umma dan Fatimah
Seperti rutinitas biasa istri menyambut suami pulang kerja, mencium tangan suami dan menyambut nya dengan senyuman termanis nya.
itulah pemandangan yang saat ini sedang terjadi.
Dua pasang suami istri.
Yang satu pasangan Lawas
Yang satu pasangan Baruπ€
Abi dan Alvin menuju kamar masing-masing untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Fatimah menyusul Alvian ke kamar, Umma yang mengantar, dengan membawa satu gelas jus dan cemilan yang baru di buat nya bersama Umma.
lebih tepat nya Umma yg buat, Fatimah melihat alias nonton Umma memproses camilan nya.
hehehe...
ceklekk
Fatimah membuka Pintu kamar nya, jus dan camilan ada di atas paha nya.
Alvian baru keluar dari kamar mandi hanya memakai bokser dan handuk yang di Selempang kan di leher
Spontan membuat Fatimah memalingkan wajah nya.
"Astagfirullah... Kaka Al kenapa gak langsung pakai baju sich..." omel Fatimah karna kaget Tampa melihat yang sedang dia omelin
Alvian bukan minta maaf, dia malah terkekeh melihat tingkah sang istri.
Tak ada sahutan.. Alvian langsung menuju lemari dan mengenakan baju koas dan celana training.
(tu dokter mau olahraga kali ya..π€£)
Fatimah masih dengan posisi memalingkan wajah nya..dan Alvian berjalan mendekati Fatimah
"Udah ni..." ucap nya saat sudah berada tepat di hadapan Fatimah dengan sedikit tawa kecil
Fatimah bukan menjawab malah mengerutkan bibir nya kesal.
"bisa-bisanya bukan langsung pakai baju, Fa kan kaget..."
"hmm... tapi kan kak Al suami Fa..."
"iihh... tau ah.." batin Fatimah gak menentu
"Tambah cantik kalau kaya gitu" canda Alvian sembari terkekeh
"kenapa... kak Al salah ngomong ya??"
"gak tau ah..."
"ni... tapi Fa buatkan jus, dan camilan" sambil memberikan yang ada ni nampan ke Alvian
"Fa yang buat...??"
"untuk jus murni Fa yang buat"
"serius...?? pasti enak.. yuk..." sambil mendorong kursi roda menuju sofa yang ada di kamar.
Diletakkan nya nampan yang berisi jus dan camilan di atas meja, dan Alvian duduk di sofa, sedang Fatimah masih setia di kursi roda nya,, hanya posisinya tepat di depan Alvian.
"Bismillahirrahmanirrahim.."
"Seger jus nya..."
selesai minum jus Alvian berlanjut memakan camilan nya.
"heemmm... enak.. ni Fa yang buat?? enak loh.."
"ngeledek Fa ya...??"
"Kok ngeledek sih.. serius ini enak..."
"ya enak lah kan Umma yang buat, Umma kan Koki terbaik.. Fa mana bisa buat makanan seenak itu" jawab nya sendu
"Fa cuma bantu lihatin doang" tambah nya
"Hari ini cuma lihat, bentar lagi Fa pasti bisa buat sendiri..." ujar Alvian yg melihat raut sedih dari mata sang istri
__ADS_1
"heii.....kok jadi mendung sich...??"
"gak papa.."
"Tau gak... di sambut istri pulang dengan senyuman itu adalah nikmat yang luar biasa, banyak loh di luar sana, suami pulang ada yg istrinya malah marah-marah, ngeluh sana sini, ada juga yang sibuk dengan handphone nya"
"Tapi apa yang kakak dapat hari ini??pulang di sambut istri, di buatkan jus dan di sugukan camilan, trus masih pantas kakak ngeluh??"
"Fa itu kan bukan gak bisa, tapi belum bisa..."
"udah Donk jangan ngambek... kakak gak punya pengalaman ngerayu istri yang ngambek.. soal nya baru punya satu istri, baru lagi"
mendengar ucapan Alvian malah membuat nya menatap Alvian intens..
"Jadi kakak mau nambah istri...??" tanya nya dengan wajah kesal
"Eh bukan gitu maksud kakak...." dengan sedikit tawa
Fatimah malah menjalankan kuris roda nya menjauh dari posisi Alvit
"Bercanda sayang..." sambil mengejar Fatimah
Mendengar kata sayang yang terucap membuat Fatimah menghentikan kursi rodanya. Jantung seakan mau terbang dari sangkarnya.
"Sayang" batin nya
Alvian pun sudah berada tepat di hadapan Fatimah, Alvian memposisikan duduk di depan Fatimah
"Kakak bercanda, serius..."
"Tadi Kak Al bilang apa??"
" kakak Bercanda..."
"Sebelum nya...??"
"bercanda say....yang.. upps.." sambil menutup mulut nya dengan tangan kanan nya
Fatimah menyunggingkan senyuman mendengar kata Al barusan, ada rasa malu juga terpancar jelas.
"kenapa di tutup mulut nya??"
"nyesel panggil Fa sayang...??"
"ya gak lah..." jawab Alvian cepat
"βΊοΈ"
Fatimah tak menjawab hanya senyuman yang ia berikan
"Emang boleh kakak panggil Fa sayang??"
"gak..gak boleh...." sambil memalingkan wajah nya
"gak boleh ya udah... gak papa"
mendengar jawaban Alvian Fatimah langsung menatap sang suami, bukan membujuk malah santai aja
"tapi kakak bakal tetap Panggi istri kakak ini dengan panggilan SA...YANG"lanjut nya saat mata Fatimah tepat di hadapan nya
mendengar jawaban Alvian malah menghadiahi Alvian dengan cubitan di lengan nya...
"Au... Sakit sayang..."
πππππ
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen.. Hadiah nya juga ya .. hehehe
__ADS_1
Jazaakumullah khairoβ€οΈβ€οΈ