
Fatimah tampak sibuk mondar mandir saat Fatimah sedang mencari soseorang yang ia butuhkan bantuan nya, Tiba tiba Tampa sengaja 2 pasang Mata itu beradu pandang.
Tanpa Fatimah sengaja mata nya beradu dengan Mata Alvian, tapi secepat kilat ia merubah arah pandangan nya.
"Indan kemana sich..??mana berat lagi" batin nya
Fatimah butuh bantuan untung mengangkat kotak yang berisi jajanan dan bingkisan yang akan di bagikan untuk bekal pulang anak2.
ingin minta bantuan Hafidz, tapi Hafidz sedang asik dengan rombongan laki2, ia ragu untuk menuju tempat itu.
Akhir nya ia memutuskan untuk mengangkat nya sendiri, semampu nya.
Dan Saat sedang berusaha mengangkat kota itu tiba2 ada sosok pria yang menghampiri nya
"Sini Bu, biar saya bantu" Ternyata Ikbal lah sosok pria itu
"eh mas Ikbal... gak papa biar saya saja" tolak Fatimah
"yakin, ini berat Loh...??" tanya nya meyakinkan
Ya memang berat, dan mau gak mau Fatimah memang harus di bantu.
"Ini mau di bawa kemana??"
"kesana...dekat anak2..."
Fatimah pun akhir nya memilih untuk menjadi petunjuk arah Ikbal untuk meletakkan Kotak itu
"Mau sampai kapan berdiam diri??" tanya Hafidz
"apaan sih??" jawab nya cuek
"Al...Lo cuma mau jadi penonton...??" bisik Hafidz
Sakit, jelas lah sakit, Alvian tidak berani untuk bergerak mendekati Fatimah.. begitu berat kaki nya melangkah..dan akhirnya keduluan dengan seseorang yang lebih berani untuk mendekat.
"Bi... Lihat Ikbal.. sigab ya membatu Fatimah" ujar Fatih
Abi mengerti arah pembahasan Fatih.. Abi tidak mau banyak bicara,.membalas nya dengan senyuman
Dan Alvian yang mendengar itu pun lagi dan lagi menghembuskan nafas
"huuffftt.."
"Kesana yok... bantu mereka bagi2 bingkisan" Hafidz menarik tangan Alvian dengan paksa
Mereka pun menuju di mana ada Fatimah, Indah dan Ikbal serata beberapa remaja yang akan membagikan bingkisan.
"Udah semua dek...??"
"kakak ngapain aja sich... adek nya repot dia malah asik" gerutu kesal
"kan udh ada yg bantuin.."
"tau ah..."
Hafidz Palin tau dia gak akan merasa nyaman jika di bantu yg bukan mahram nya.
__ADS_1
sekalipun Hafidz bukan lah mahram nya, tapi dia sudah terbiasa dari kecil bersama Hafidz.
jadi dia akan lebih nyaman disaat ada butuh bantuan Hafidz lah yang dia andalkan.
Kok Hafidz bukan Mahram?? kan anak paman nya??
ada yg tau??
ya.. sekalipun Hafidz anak paman nya, dia bukanlah Mahram dari Fatimah, karna Hafidz tidak kan bisa menjadi wali dari Fatimah.
Karna Hafidz anak dari paman dari ibu nya.
Fatimah beberapa kali memijat kening nya yang dia rasa sedikit pusing.
Fatimah berusaha mengajak kotak kecil yang masih tertinggal, di saat berusaha mengangkat katak itu, tiba kepala nya sempoyongan dan tubuhnya seakan melayang.
Saat tubuh itu akan ambruk tiba tiba Alvian menyokong kedua pundak Fatimah dari belakang dengan tangan nya, tapi Alvian tetap menjaga jarak
"Fa... gak papa??" tanya Alvian khawatir
Fatimah berusaha membenarkan posisi berdiri nya
"Gak papa kak, cuma sedikit pusing aja"
"Kamu kelelahan, dari tadi gak berhenti"
"Gak papa kak, makasih udh di bantu,klo gak ada Kak Al mungkin udah ambruk"
"Fa..kenapa sayang??"Tanya bunda Rianti
"Fatimah hampir ambruk tadi Bun" jawab Alvian
"Gak papa Bun..."
"Fa kenapa??" kali ini Indah yang bertanya
"Kamu sich memaksakan diri, duduk aja dulu yuk.." papah Indah
"Bun kotak P3K nya dimana??" tanya Alvian ke bunda Rianti, ingin mencari suplemen untuk Fatimah
"Kak... Fa gak papa.. udah enakan kok" jawab Fatimah meyakinkan
"Kak Al.. Fatimah lagi puasa" Indah bersuara
Kata kata Indah membuat Fatimah menyikut tangan nya
"ya Allah sayang, kamu puasa kenapa gak bilang sama bunda??"
"Fa gak papa Bun, beneran... " sembari menyunggingkan senyum di balik cadar nya
"Kamu masih menyempatkan puasa, di saat seperti ini, dan kamu sibuk dari tadi dalam keadaan puasa Fa??" batin Alvian, ingin rasa nya pertanyaan itu di lontarkan nya, tapi gak bisa keluar
"Ya udah kamu istirahat aja, biar Kak Al dan yang lain yg bagi2 bingkisan nya" ujar Alvian
Fatimah hanya mengangguk kepada dan memberikan senyum di balik cadar nya.
Acara pun selesai, banyak tamu sudah berpamitan, begitupun Ikbal
__ADS_1
Alvian dan sang bunda pun pamit untuk pulang,
Alvian dan Hafidz sudah ada di parkiran
Keadaan Fatimah pun sudah membaik setelah sejenak di bawa istirahat.
"Lo sengaja ngundang ustadz Ikbal??"
"Gue cuma mau Lo tu terbuka, ada orang lain yg siap menyampaikan niatan nya ke Fatimah.. Lo lihat sendiri tadi, begitu sigap nya dia untuk mendekati Fatimah, menunjukkan perhatian, bahkan Lo denger sendirian Fatih begitu semangat memperkenalkan Ikbal ke Abi..."
"Fidz... gak semudah itu, gue belum siap???"
"Apa yg buat Lo ragu??"
"diri gue sendiri.. ini bukan tentang siapa yang duluan Fitz....apa Lo bisa jamin, jika gue utarakan lebih dahulu Fatimah akan menerima???"
Hafidz terdiam mendapat pertanyaan itu
"ini bukan ajang lomba...jika pun gue saat ini berani mengutarakan, gue belum siap jika harus mendengarkan kata Tidak..."
"Gue bukan gak bisa atau tidak mau lebih dekat dengan Fatimah... gue sedang belajar memantaskan diri untuk ada di dekat nya"
"Lo pikir Gambang menahan semua ini?? di tambah lagi melihat seseorang yang Lo sebut di dalam doa Lo, di perhatikan, di pandang oleh pria lain?? dan Lo tau pria itu, bahkan bisa jadi dia lebih baik dari diri Lo??"
Percakapan itu Tampa mereka sadari di dengar dengan jelas oleh seseorang.
dan tiba2 ada yang berdehem
"eehhmm..." dehem bunda Syafitri
dua laki2 itu pun menoleh ke sumber suara itu. Dan betapa kagen nya Mereka saat mereka melihat orang yang sedang mereka bicarakan berdiri di hadapan mereka
Hafidz dan Alvian saling sikut menyikut
"dia denger??" tanya Alvian
"mana gue tau...??"
"udah bincang bincang nya, yuk pulang, keburu magrib" bunda buka suara
"bunda dan Fatimah dari tadi di situ..??" tanya Alvian
"Kalau bunda baru aja, gak tau Fatimah.." jawab bunda Syafitri
Sontak membuat Alvian dan Hafidz tersenyum kecut
"Fa.. Tante pamit ya... jangan lupa buka puasa nya yg banyak, dan minum suplemen"
"Ia Tante....βΊοΈ"
"Tante dan Al pamit ya Fidz..."
Alvian dan Fatimah hanya saling pandang sejenak.. entahlah apa yg ada dalam pikiran mereka
πππππ
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen
__ADS_1
Jazaakumullah khairon β€οΈ