
"Jangan menyerahkan karna Patah, Ingat Daun yang gugur selalu terganti dengan Baru yang lebih Hijau"
(Fatimah aZahra"
*
*
Fatimah cukup lama menunggu di ruangan, merasa bosan dan Fatimah pun memutuskan untuk keluar ruangan,.menuju lantai dasar.
Saat keluar dari lift tiba-tiba mata nya tertuju pada sekarang gadis kecil yang sedang menangis, dan sang mama sedang berusaha membujuk nya.
Fatimah tersenyum di balik cadar nya, dia mengenal sosok gadis kecil yang sedang menangis itu. Fatimah pun menghampiri mereka.
"Assalamualaikum..."
"Waallaikumusallam.." jawab ibu dari gadis kecil itu dengan mata meneliti, siapa sosok yang ada di depan nya ini
"Kayak kakak cantik..." oceh gadis kecil itu
"Azura masih ingat sama kakak...??"
"Subhanallah... Fatimah..."
"Ia kak... gimana kabar nya..??"
"Alhamdulillah..."
"Ini kenapa Azura kok nangis...??"
"Azura gak mau periksa gigi, takut sama dokter nya..." jawab nya
"Ni dari tadi merayu nya ampun..." ujar mama Azura, gadis kecil yang pernah Fatimah temua di masjid sekitar satu setengah tahun lalu
Fatimah duduk jongkok di depan Azura "Kakak Cantik tanya gak...??"
"Boleh...??"
"Azura mau punya gigi yang sehat gak??"
"mau..."
"nah.. kalau mau, Azura harus rajin periksa gigi nya.. Azura suka permen gak?"
"suka.."
"coklat...??"
"suka..."
"ice cream...??"
"suka..."
"masyaallah.. suka semua, berarti harus rajin sikat gigi dan periksa gigi juga"
"nanti disuntik.. trus nanti Dokter galak..."
"kalau gigi Azura sehat, gak akan disuntik kok,Dokter baik-baik kok... nanti kalau dokternya nakal... bilang sama kakak cantik, nanti kakak cantik marahin..."
"beneran...??"
"iya bener..."
"Kakak cantik tunggu Azura ya..."
"siap.. kakak cantik tunggu disini"
"Ma..Azura mau periksa.."
"pinter nya anak Mama, kita tunggu disini dulu ya, nanti kan di panggil" Ujar sang mama sambil merangkul Azura
"oh ya.. Fatimah mau periksa juga disini.."
"gak kak....lagi nunggu suami aja"
"Udah nikah..?? kapan...??" tanyanya antusias
__ADS_1
"Alhamdulillah sudah... sudah satu tahun lebih, gak lama dari kelak sama Azura"
"Selamat ya....nunggu suami mau periksa kandungan??"
"doain aja kak, semoga segera Allah berikan amanah.."
"aamiin..."
Saat mereka sedang asik ngobrol, sesekali nampak beberapa perawat yang mengenal Fatimah nampak menyapa.
Mama Azura sempat agak bingung juga dibuat nya, kok Fatimah nampak akrab, apa pasien di sini..tapi ingin bertanya rasa nya gak mungkin, dan tak berselang lama nama Azura pun di panggil,
"Ananda Azura..." panggil suster dan sekilas tersenyum kepada Fatimah
Azura dan sang Mama pun masuk ke ruangan pemeriksaan, poly gigi. Di ruangan gigi Azura di periksa. Dan sekarang Azura , sang mama dan dokter sudah duduk di kursi masing-masing.
"Azura Gigi bagus, rajin sikat gigi ya.."
"tapi sempat nyeluh sakit dok..??"
"iya ada lobang sedikit, mau di tempel atau di kasih resep saja??"
"bagus nya gimana dok??"
"saya kasih resep, nanti kalau kalau sudah tidak sakit dan pengen di tempel langsung datang aja lagi ya"
"baik dok... terimakasih.." dokter pun memberikan ke Mama Azura untuk segera di tebus di bagian opotek.
"oh ya sus, saya boleh tanya gak??"
"apa itu Bu...??"
"saya lihat banyak Perawat yang menyapa Fatimah, begitu juga dengan suster tadi, Suster kenal, atau pasien disini??"
"oh.. siapa yang gak kenal Bu Fatimah.. dia kan anak dari pemilik rumah sakit ini Bu..."
"Masyaallah.. pantas saja"
Mama dan Azura sudah keluar ruangan dan menujuk dimana Fatimah duduk,
"sudah...?? dokter galak gak??"
Saat sedang asik berbincang Alvian Nampak baru keluar dari lift bersama beberapa dokter
"Al...itu bukannya Fatimah" ujar Hafidz sambil mengarahkan pandangannya ke Fatimah duduk
"oh iya ngapain ya..?? gue samperin dulu dech" sambil belalu mendekat dimana Fatimah sedang duduk
"itu bukan anak kecil yang dulu di masjid ya??"batin Alvian
"Sayang...."
"Hubbiy..."
"Kenalin Biy...ini Azura... Azura ini suami Kaka cantik"
"Ini suami Kakak cantik, dokter juga ya...??" sambil melihat Alvian dari atas sampai bawah,. dimana nampak Alvian yang menggunakan jas dokter nya
"iya betul..." Alvian bersuara
"Ganteng.... Azura panggil nya dokter ganteng aja ya..."
Fatimah Alvian dan mama Azura terkekeh mendengar panggilan Azura untuk Alvian
Nampak beberapa perawat dan dokter menyapa Alvian "Dok..." dan Alvian mengagukan sembari tersenyum ramah
"Kami lumayan sering loh kesini, tapi gak pernah Nampak dokter dan Fatimah.."
"suami Fatimah di bagian bedah jantung kak.. Fatimah juga jarang kesini, banyaknya dirumah aja sejak nikah"
Fatimah asik ngobrol dengan Mama Azura bahkan mama Azura baru tau ternyata pemilih FaZah Butik adalah Fatimah, dan mama Azura adalah pelanggan di sana... sedangkan Alvian asik berbincang dengan Azura, kebawelan Azura membuat yang mengenal gemas.
"Permisi dok..." ujar salah satu perawat
"Kenapa sus...??"
"ini berkah data dokter-dokter yang akan menjadi relawan besok lusa... perlu saya antar keruangan dokter??"
__ADS_1
"gak usah.. biar saya saja yang bawa"
"baik dok..saya permisi"
Alvian mengaguk
"Sayang ngobrol nya lanjut ke kafetaria aja"
"Gak perlu dok....Kami mau lanjut ke opotek,.mau tebus Vitamin Azura..."
Setelah bertukar no handphone mereka pun berpisah menuju tujuan nya masing-masing.
Alvian merangkul Fatimah kembali ke ruangannya.
"Biy... tahu gak, Azura itu gadis kecil yang Fa temuin di masjid saat-..."
"Saat kamu baru selesai nyeramahin Hubbiy, dan buat Hubbiy sadar untuk segera ngehalalin kamu" potong Alvian
"kok tahu...??"
"Tahu Donk..."
"iih... berarti Hubbiy ngikutin Fa Donk...??"
Alvian tak menjawab, malah memainkan mata nya, tanda menggoda..Dan itu membuat Fatimah mencubit perut sang suami.
"au...suka banget nyubit perut"
Tiba-tiba Fatimah memejamkan mata nya, Manahan rasa pusing yang tiba-tiba menghampiri, saat mereka masih di dalam lift.
"Kenapa sayang...??"
"Gak papa, agak pusing dikit"
"sakit banget...??"
"gak kok Biy.. cuma pusing sedikit aja kok, bukan sakit seperti biasanya"
"yakin... biar Hubbiy telfon Dr. Hendro..."
"gak usah... Fa mau tiduran aja nanti di ruangan.."
Sesampainya di ruangan Fatimah langsung merebahkan tubuh nya di ruangan pribadi Alvian..yang sudah tersedia ranjang kecil untuk nya istirahat.
Alvian juga sudah berusaha membujuk agar Fatimah di periksa, tapi Fatimah kekeh tidak mau..hanya ingin rebahan..dan alhasil Alvian hanya bisa menurut, dan kembali keruangan untuk memeriksa dokter-dokter yang akan jadi relawan sesuai hasil rapat tadi pagi.
karna tadi pagi baru mendapatkan kabar, ada longsor yang mengguncang di salah satu wilayah di Jogja.
Cukup lama Fatimah istirahat. dan setelah semua berkah selesai, Alvian memilih untuk membangun Fatimah untuk membawa pulang.
"Sayang..."
"hmm..."
"tidur nya di lanjut di rumah aja ya... kita pulang sekarang"
"nanti sebentar lagi Biy..."
"Hubbiy gendong ni kalau gak bangun..." ancam Alvian dan itu membuatnya Fatimah langsung membuka mata nya.
"iih...malu tahu..."
"ya udah bangun, cuci muka nya dulu..."
"Tapi cari makan dulu ya,.laper..."
"iya kita cari makan..."
"pengen nasi Ampera yang di pinggir jalan..."
Alvian mengerutkan keningnya nya..
"Ayo lah Biy.... pengen"
"Kok Hubbiy perhatikan beberapa hari ini kamu kayak orang nyimak sayang..."
"aamiin..."
__ADS_1
"Hubbiy serius..."
"doa baik itu di aamiin kan Hubbiy..."