Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Abi dan Umma berkunjung


__ADS_3

Takdir Mu itu milik Allah, Tapi Doa dan Usaha itu milik Kita.


Teruslah Berusaha dan Berdoa, sehingga Bismillah Mu menjadi Alhamdulillahi


(Fatimah aZahra)


*


*


*


Fatimah mengirimkan Foto hasil USG ke grup Chat keluarga. Tak butuh waktu lama...Rasa syukur dan Doa pun terucap untuk mereka.


Dan malam ini saat Fatimah sedang duduk di ruang tengah sambil ngemil keripik pisang yang Bunda beli tadi siang, tiba-tiba suara pintu di ketuk.


Alvian masih di atas, Bunda juga masih di atas, Fatimah pun beranjak untuk membuka pintu, tapi tiba-tiba di hentikan oleh bibik


"Biar bibik saja non..."


Fatimah pun mengangguk


Bibi pun membukakan pun, dan dengan senyum sumringah mengantar sang tamu ke ruang tengah.


"Silahkan tuan.."


"jangan panggil tuan, pak saja"


Bibik menganggukan kepala..


Abi dan Umma adalah tamu malam ini, dan mereka sudah berada di pintu ruang tengah, nampak Fatimah yang sedang asik menonton Film Surga Ya*Ng Tak Dirindukan sambil memegang toples yang dia letakkan di atas paha nya yang berisi keripik pisang.


Sungguh itu mengalihkan dunia nya, Abi dan Umma hanya mampu geleng-geleng sembari tersenyum bahagia, Bibik baru akan memberitahu kan siapa tamu yang datang, tapi Abi melarang.


"Abi, Umma kapan datangnya...??" terdengar suara Alvian yang sedang menuruni tangga, dan itu membuat mata Fatimah membulat lalu mengalihkan pandangannya ke samping,.


Kaget dengan kedatangan Orang tua nya,. Fatimah langsung meletakkan toples di atas karpet lantai dan segera berdiri untuk mencium tangan kedua orang tua nya.


Umma pun memeluk putri kecil nya itu. dan Abi mengelus puncak kepala Fatimah yang tertutup hijab.


"kok gak bilang Bik kalau Abi dan Umma yang datang??"


"Abi yang larang...."

__ADS_1


"duduk Bi..." ujar Alvian setelah mencium tangan kedua mertuanya itu "Bik tolong panggilkan Bunda ya di atas"


Fatimah dan Umma duduk selonjoran sambil berangkulan. "Kok gak bilang mau kesini??"


"Sengaja, kejutan" jawab Abi


"pas Fa kirim foto si Utun, Umma langsung minta Abi antarkan ke sini, tapi kata Abi malam aja, ya sudah Umma nurut aja"


"Umma mu gak sabar pengen ngelus dua Utun" balas Abi


Tak lam kemudian Bunda pun turun. mereka berlima pun ngobrol santai di ruang tengah, pembicaraan tak jauh dari dua Utun yang ada di perut Fatimah.


"pantas ya nampak cepat besar perutnya, karna ada dua, langsung dikasih dua" ujar Bunda,


"Sayang hamil satu saja perjuangan nya masyaallah, apalagi ini dua, bebankan pasti lebih berat, jadi Ingat ada sesuatu langsung berkabar" pesan Umma


"iya Umma....Fa ok kok..malah sangat Ok"


"Dokter tadi juga udah nasihatin Fatimah, dan kami juga sudah minta obat yang bisa Fa konsumsi saat hamil sama Dr. Hendro"


"kalau butuh bantuan di RSH kabari Abi, karna Kamu juga harus jadi suami yang siaga" ujar Abi sambil merangkul pundak Alvian


Rangkulan yang begitu nyaman, Alvian yang lama tak mendapat kehangatan dari sosok Ayah, saat bersama Abi adalah hal membahagiakan untuk nya.. tak di anggap menantu, melainkan di anggap anak sendiri. itulah kasih sayang Abi untuk nya.


"In Syaa Allah Bi.... Alvian akan berkabar,. untuk saat ini mungkin belum, paling Al agak mengurangi jam di RSH"


"oh ya Abi dengar ada beberapa dokter spesialis baru...??"


"ia Bi... ada dari spesialis kandungan dan anak"


"Ya sudah.. udah malam, Abi sama Umma pulang dulu ya" ujar Abi sambil tersenyum kepada Umma


"Gak nginep aja" Bunda menawarkan


Abi tahu Umma sebenarnya belum ingin pulang, tapi kalau nginep juga tidak memungkinkan, besok pagi-pagi Abi harus ke rumah singgah.


"Besok pagi-pagi saya harus ke rumah singgah, mau ngecek anak-anak" balas Abi


"Umma pulang dulu ya.." sambil merangkul Fatimah


"In Syaa Allah nanti Sabtu kami kesana Umma" ujar Alvian seakan tahu isi hati Umma dan sang Istri


Umma dan Fatimah pun nampak bahagia.

__ADS_1


*


*


*


Sudah jadi hal biasa untuk Fatimah saat sedang di rumah Umma, menghabiskan waktu nya di taman. Pagi-pagi Alvian sudah mengantar Fatimah kerumah Umma, sedangkan Alvian langsung ke RSH ada pasien yang harus dia tangani bersama Hafidz.


Membaca sudah jadi Hobby nya, jadi saat ini beberapa buku menjadi referensi untuk dia baca termaksud ada buku saat hamil menjadi pilihan untuk dia baca.


"Pengen dimasakin apa??" tanya Umma yang menyusul Fatimah dengan membawa beberapa buah untuk Fatimah


"Apa Umma... in Syaa Allah Fa makan, asal jangan terlalu harum bumbu nya, maka Fa akan mual... bau bawang sungguh membuat perut Fa mual"


"ya udah.. Fa disini saja, buat Umma dan bibik yang masak"


"oh ya Bunga sedang dalam perjalanan ke sini" tambah Umma


Tak lama kemudian Bunga ternyata datang bersama dengan Indah.


"Jadi kesini ceritanya mau lanjutin desain??" ledek Fatimah


"sekalian....kangen sama masakan Umma" jawab Indah


Tiga wanita itu pun bercengkrama di taman belakang, Umma di dapur dengan bahan-bahan masakan nya.


Dua wanita yang sedang Hamidin, dan satu wanita menuju halal.


"Bener ya tebakan Bunga, kak indah sama Dr. Rendy..."


"Hahaha...bisa aja mu Ya bunga"


"Tresno jalaran Soko Kulino kak.."


"apa itu...??"


"Cinta bisa datang karna terbiasa... apalagi nanti udah biasa kemana sama-sama, jadi makin cinta" Goda Bunga


"berarti bisa ni touring bareng.." ujar Indah


"bisa asalkan gak pak jam dinas... atau di potong gaji" canda Fatimah


"Wah Bu Dirut mewakili no pak Dirut...hehehe" balas Indah

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan bincang-bincang receh mereka, tak jarang candaan menghiasi, kadang ledekan juga, tawa renyah menghiasi. Umma yang mendengar tawa mereka saat sedang menyusun menu makan siang pun ikut bahagia.


Jam makan siang pun tiba, untuk Bumil jangan di tanya makan nya ya. soal timbangan sudah pasti akan ke kanan.. ya iya lah masa ia kekiri..🤭 sejak kapan bumil timbangan ke kiri, akan ke kekiri jika timbangan nya rusak, itupun gak ada seperti nya.


__ADS_2