
kriing...kriing...
Suara nada dering HP Fatimah berdering
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Bi..."
Ternyata sang Abi yang menelfon
"Waallaikumusallam warahmatullahi wabarakatuh sayang..."
"Fa.. bisa bantu Abi nak??"
"In Syaa Allah bisa Bi..apa tu Bi...??
"ini ada paket untuk Umma dan ternyata dikirim ke alamat RSH, bisa bawakan sekalian pulang, Abi masih ada rapat dengan direksi RSH..."
"baik Bi, nanti Fa mampir ke RSH dulu sebelum pulang... ni Fa udah mau keluar kok Bi.."
"ok..Abi tunggu ya, hati-hati.. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"
"waallaikumusallam warahmatullahi wabarakatuh"
setelah telfon sang Abi terputus Fatimah pun beranjak akan pulang dan pamit juga dengan rekan-rekan kerja nya
"Ok... saya pulang duluan ya, jangan lupa di cek semua,.. pastikan aman"
"siiapp" jawab mereka serentak
"assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"
"waallaikumusallam warahmatullahi wabarakatuh"
Fatimah pun langsung menuju parkiran dan langsung melaju ke RSH
saat dalam perjalanan pulang, Fatimah melihat seorang ibu sedang menjual Buah Delima pakai angkong.. sang Abi sangat suka buah delima dan Fatimah pun memutuskan untuk memarkirkan mobil nya.
"Assalamualaikum... Bu berapa buah delima nya sekilo??" tanya Fatimah ramah
"60 ribu saja neng??" jawab sang ibu
"Saya beli 3 kilo ya Bu"
Si ibu pun semangat mengemas buah delima nya
__ADS_1
"ini Bu.." Fatimah memberi kan uang 200rb ke si ibu
"neng ibu belum ada kembalian, Eneng pembeli pertama"
"Masyaallah... ambil saja Bu kembalian nya,.. ya"
"ikhlas neng..."
" In Syaa Allah ikhlas bu.. laris ya Bu jualan nya, berkah berlimpah"
" Mak....mak..." dua anak kecil memanggil ke arah si ibu..
"Mak adek laper Mak.. disana ada jual nasi bungkus mak, Yo Mak makan mak"
"ayok..ayok...ini Mak dapat rezeki, kita beli makan ya..."
Fatimah terenyuh hati nya melihat pemandangan haru di depan mata nya
"dek.. sini..." panggil Fatimah
dua anak kecil itu ragu untuk mendekat,
"sini..." panggil Fatimah lagi
"ini untuk adek beli makan ya,, nanti sisa nya di tabung..."Fatimah memberi kan beberapa lembar uang ratusan Tampa melihat berapa total nya langsung saja di berikan ke dua anak kecil itu
"neng banyak sekali.. jangan" ujar ibu itu
"ini rezeki dari Allah ,gak boleh di tolak loh Bu..."
"KK mata nya cantik.. KK orang baik.. makasih kak.." ucap salah satu dari mereka
setelah salin mendoakan dan berucap terimakasih mereka pun pergi ke arah tujuan masing-masing..
si ibu membawa dua anak nya memberi makan, Fatimah melanjutkan menuju RSH
🌟
"Gue mau ke resepsionis dulu.. Lo duluan aja Fidz..."
"ok...jangan lama-lama kita mau ada yg di bahas sama Master (master disini adalah Dr.Aditya)"
Alvian sedang asik berbincang dengan salah satu perawat yang berjaga, dan Fatimah sedang berjalan memasuki RSH.
__ADS_1
tuk tuk tuk (anggap aja Bunyi sepatu seperti itu ya😋)
bunyi langkah Fatimah dengan santai..
tapi tiba tiba ada perawat yang berlari sehingga Tanpa sengaja menabrak pundak Fatimah..
dan....
reflek Buah Delima yang ada di genggaman pun terlepas, berserakan di lantai
dan...
tubuh Fatimah yang kecil itu seakan melayang dan akan segera terjengkang di lantai...
"Astagfirullah..." Alvian yang melihat itu reflek menggapai tubuh Fatimah yang hampir saja terjatuh...
seettt... (ala romansa gitu☺️)Alvian menangkap tubuh Fatimah
dan Tampa sengaja Mata mereka saling menatap satu sama lain
Tatapan yang sangat dalam.. seolah 2 pasang mata itu sedang mencari tujuan nya
"Masyaallah.. mata ini... mata yang selalu menunduk pandangan begitu indah ya Allah..." batin Alvian
"Dok...maaf dok.. saya tidak sengaja" ucap perawat tersebut yang menyadarkan Alvian dan Fatimah
"Astagfirullah..." ucap Fatimah sembari membenarkan posisi tubuh nya dan langsung menjaga jarang dengan Alvian
"Astagfirullah...lain kali tolong hati-hati..." jawab Alvian
"iya dok... saya buru-buru dok, ada pasien UGD yang butuh antibiotik ini cepat"
"ya sudah segera antar ke UGD " jawab Alvian
Alvian memunguti buah delima yang berserakan di lantai dan di bantu juga dengan perawat yang di resepsionis tadi..
berbeda dengan Fatimah yang masih mematung sembari memejamkan mata dan terus beristighfar..
"ini..." Alvian menyodorkan Buah Delima yang sudah kembali utuh ke dalam kantong plastik nya
"Maaf.. perawat tadi tidak sengaja, dan maaf juga tadi uda..." belum sempat Alvian melanjutkan kata-katanya sudah di potong oleh Fatimah
" iya kak gak apa-apa... makasih kak..." ucap Fatimah masih sembari mengambil buah yang Alvian berikan sedangkan tangan kiri nya menepuk dahi nya.. lalu meninggalkan Alvian, entah apa yg sedang ia rasakan dan pikiran saat ini
__ADS_1
Mata laki-laki pertama yang ia tatap lama selain mata Abi, Opa dan Hafidz