Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
rencana pernikahan


__ADS_3

Sepulang dari butik Indah melajukan mobil nya menuju swalayan, karna tadi yang mama sempat menelfon untuk di belanjakan beberapa keperluan dirumah.


Berkeliling sembari menscroll Handphone membaca pesan dari sang mama, membaca daftar belanjaan yang harus dia beli.


"Indah..." sapa seseorang


Indah pun menoleh ke sumber Suara yang menyebut nama nya "Dr. Rendy.."


"banyak ni belanjaan..??"


"iya ni pesanan mama.. Dr. Rendy sendiri??"


"mampir sebentar beli minuman, baru pulang dinas"


Indah mendorong Troli nya dan Rendy mengikuti langkah Indah.


"kalau gitu saya duluan.."


"oh ya Dok.. silahkan"


Rendy pun berlalu, tapi tiba-tiba membalikkan badan nya " jangan panggil Dok, saya lagi gak dinas, dan kamu juga bukan pasien saya"


Indah mendengar penuturan Rendy membuat nya nyengir kuda.


Cukup lama indah di swalayan, apalagi kasih yang antri. selesai dengan belanjaan yang sudah masuk ke bagasi, Indah pun melajukan mobil menuju rumah, tanpa dia sadari, bahwa Rendy masih memperhatikan setiap aktifitas nya tadi.


"Si haredang kok tumben gak banyak omong" guman nya


*


*


*


Di rumah Alvian... selesai rutinitas malam, seperti biasa nonton di ruang tengah sembari memeriksa email, karna sekarang tugas nya bukan hanya mengurus pasien..tapi ada tanggung jawab besar yang dia pikuk.


"Gimana tadi di RSH...??"


"Alhamdulillah lancar sayang... ni Hubbiy lagi mempelajari apa saja yang jadi tugas Hubbiy sekarang, doain ya.."


"In Syaa Allah selalulah ada dalam tiap doa "

__ADS_1


"mungkin beberapa hari ini akan sangat sibuk, kita nginep di rumah Abi ya besok, karna banyak yang harus Hubbiy bahas dengan Abi.."


"iya..Fa manut aja"


"Oh ya gimana persiapan lamaran Bunga dengan Hafidz, Bun...??


"Sudah disiapkan.. nanti sekalian menentukan hari pernikahan" jawab Bunda


"Alvian dan Fatimah gak ikut sepertinya, Gak mungkin RSH ditinggalkan,apalagi Abi kan pasti ke semangat, dan kamu sayang, Hubbiy gak mau kamu kelelahan"


"tapi kan..."


"benar kata Alvian.. kalian hadir pas di acara pernikahan saja, kan ini hanya lamaran ulang dan penentuan hari pernikahan"


"ya sudah Fatimah manut aja kalau gitu.."


Fatimah dan Alvian sudah berada di kamar.. bahkan sudah menyandarkan tubuh di ranjang.


"Biy.. Sebenarnya Fa ada rasa sedih dan bahagia dengan lamaran ini..??"


"kenapa...?? karna gak bisa ikut??"


"trus..."


"ada yang akan patah hati, sekalipun dia bukan wanita yang cengeng"


"maksud nya, Hubbiy gak ngerti..."


"Indah..."


"Indah?? Indah kenapa??"


"Walau Indah gak pernah bilang, Fa tau dia memiliki rasa kepada kak Hafidz"


Mendengar penuturan Fatimah, Alvian pun langsung mendudukan tubuh nya "Serius??"


Fatimah menjawab dengan anggukan.


"Subhanallah.... semoga Indah Bisa segera Allah datangkan jodoh yang terbaik untuk nya"


"aamiin...itu juga yang Fa harapan, apalagi mereka satu kerjaan"

__ADS_1


"oh ya tadi Hubbiy lihat Ustadz Ikbal menatap istri Hubbiy..."


"kok tiba-tiba bahas Ustadz Ikbal...??" tanya Fatimah dengan menghadiahi sang suami dengan BB tatapan tajam.


"Tatapan mu tak setajam silet, jadi gak takut.. hehehe"


"abis Hubbiy kenapa jadi bahas kemana-mana coba??"


"Gak bisa di pungkiri sayang,. dulu pas kita menikah ada hati yang patah, dan sekarang saat Hafidz akan menikah ada hati juga yang patas.."


"ambil hikmahnya nya... jangan bahas kemana, udah ah , Fa ngantuk"


"seneng tau lihat Istri Hubbiy ini ngambek, makin cantik.."


"tidur..."


"peluk..." ujar Alvian manja sembari memeluk sang Istri.


*


*


*


*


Rombongan Hafidz pun menuju Semarang, untuk bunda sudah berangkat beberapa hari yang lalu, bagaimana pun Bunda dari mempelai wanita.


Alvian dan Fatimah jaga kandang, merak gak ikut, seperti yang sudah di bahas sebelumnya.


Acara lamaran berjalan lancar, dan warga desa sempat kaget dengan kedatangan rombongan dari Hafidz, karna Bunda dan Arafah mengenakan cadar sama seperti Fatimah, mereka mengira ada Fatimah, tapi kenapa Alvian tidak ikut.. maklum belum paham. hanya Bunda Rianti,.Oma dan nenek lah yang tidak mengenakan cadar


Setelah memperkenalkan diri, barulah mereka paham, bahwa Fatimah tidak ikut..sudah Ada keluarga besar yang lain mewakili.


Acara berjalan lancar, dan Telah ditetapkan acara pernikahan akan di langsung 2 bulan lagi.


Sementara Mengurus surat dan persiapan lain nya, Bunga memutuskan akan kembali ke Jogja, dan akan ikut dengan mobil Bunda Syafitri besok lusa.


Sedangkan rombongan Hafidz besok pagi baru kembali, malam ini mereka memiliki menginap di hotel.


Pagi nya mereka langsung kembali ke Jogja, karna bagaimana ada ada tanggung jawab yang harus di kerjakan, dan masih banyak persiapan yang harus mereka persiapkan.

__ADS_1


__ADS_2