Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Dzaky


__ADS_3

"Wanita itu seperti Cermin, Nampak Kuat dan Kokoh, tapi mudah Retak"


"Fatimah Azahra"


*


*


*


Pagi ini Fatimah izin untuk ke butik.. Kangen dengan rekan-rekan nya. Dan sekarang Fatimah sudah berada di butik, Alvian yang mengantar nya..


Mendapat sambutan dari rekannya, Lalu Fatimah menuju ke ruangan nya..dan di saat yang bersamaan, Bunga dan Indah sedang asik berbincang


"Ikut seneng dengernya..." ujar Indah


"Alhamdulillah kak.. tapi.."


"tapi apa Bunga...??"


"Kak Fatimah belum tahu.."


"Astagfirullah.... kenapa gak di kasih tau"


"Bunga diminta untuk merahasiakan nya dulu..." Dan di saat Bunga mengucap itu, Fatimah sudah berdiri di depan pintu, baru akan membuka nya, tetap dihentikan


"Bunga ngerahasiain apa??"


"Tapi Bunga kalau semua sudah tahu, kenapa Fatimah malah gak di kasih tahu??"


"Awalnya Bunga pengen kasih tahu soal kehamilan Bunga, tapi belum boleh, takut kak Fatimah sedih"


DEG


"Bunga hamil dan semua udah tau??"batin Fatimah


"Astagfirullah Bunga, kamu salah, dengan kalian merahasiakan ini, yang ada dia akan semakin sedih"


"Trus Bunga harus gimana kak?? Bunga juga bingung"


"kamu harus segera kasih tahu dia, atau dia akan denger dari orang lain, itu akan menyakiti dia"


Mendengar pembicaraan Itu membuat Hati Fatimah perih, kecewa, sakit.. Dia adalah orang terakhir yang belum tahu. Fatimah mengurungkan untuk masuk keruangan nya.. Fatimah malah beranjak keluar butik dan itu membuat Laras heran.


Fatimah keluar butik Tampa memberi salam.. berjalan keluar,mencari taxi untuk bisa segera dia Naik.


"Kenapa...?? Apa aku gak boleh ikut merasakan kebahagiaan kalian?? Fatimah naik ke dalam taxi, sungguh pikiran entah kemana


"Mau kemana neng...??" tanya sang bapak taxi


"Jalan aja dulu pak" balas Fatimah datar


"Ya Allah.. apa untuk merasakan kebahagiaan mereka pun aku gak boleh..??"


Laras yang merasa heran pun memilih untuk bertanya ke ruangan yang dimana Bunda dan Indah sedang berbincang, Laras menceritakan apa yang dia lihat tadi. Bunga dan Indah kaget dibuatnya. Indah berusaha mencari Fatimah tapi tidak ketemu.


Disaat yang sama di tempat yang berbeda,.Alvian nampak marah dengan Hafidz


"Lo gila ya, hal sebesar ini , semua udah pada tahu, tapi kami gak Lo kasih tahu Fidz...??"


"Gue gak maksud gitu, gue cuma mikirin keadaan Fatimah"


"Lo sadar, apa kalian buat yang ada malah akan membuat Fatimah terluka.."

__ADS_1


"Gue tahu Fidz, pasti akan ada rasa sedih, bahkan iri... tapi satu hal yang perlu Lo tahu.. semua itu akan kalah dengan rasa bahagia untuk kalian"


"Gue kira Lo akan lebih paham akan Fatimah, Lo pasti lebih mengenal karakter Fatimah, tapi gue salah..." ujar nya sambil geleng-geleng


"Astagfirullah..." ucap Hafidz sambil mengusap wajah nya kasar


"Fatimah gak selemah itu Fidz..."


"Gue dan Bunga hanya mencoba memenuhi permintaan Umma..."


"Umma yang minta...??"


Dan di saat bersamaan, Bunga menelfon dan menceritakan apa yang tadi terjadi di Butik. setelah panggilan di putus, Hafidz pun menceritakan nya kepada Alvian


"Astagfirullah.. ya Allah" dada Alvian terasa sesak... Alvian mengambil handphone nya dan berniat menggunakan Fatimah, ternyata Fatimah sudah memberi tahu Alvian sedari tadi bahwa dia sudah pulang naik taxi.


Pikiran Alvian tambah gak karuan.


"Kenapa Al...??"


Alvian menunjukan chat Fatimah...


"Astagfirullah... Lo hubungan orang rumah, Fatimah udah pulang belum"


Alvian pun menghubungi orang rumah,. tapi belum ada tanda-tanda Fatimah sampai dirumah.


"Kenapa kalian gak cerita sama gue Fidz..??" kesal Alvian


"Sorry.. Umma yang minta..??"


"Umma...???"


Hafidz menganggukan kepala


"Gue coba hubungi Fatimah dulu"


Alvian pun mencoba menghubungi Fatimah, tapi tidak ada jawaban. karna sebenarnya Fatimah sedang berada dalam sholat nya. Fatimah memutuskan untuk berhenti di masjid, melaksanakan sholat sunah duha dan hajat. handphone mode diam. dan jelas Fatimah tidak akan mendengar nya.


Berkali-kali, tapi tidak ada jawaban "Astagfirullah.. kamu dimana sayang"


"Belum ada jawaban???"


Alvian menggeleng...


"gue mau cari Fatimah, Lo di sini" Ujar Alvian lalu mengambil kunci mobil nya lalu bergegas.


"gue ikut...."


"gak usah.. Lo disini aja, ingat jangan Ceritakan apa yang terjadi saat ini ke Umma"


Membuka lembar demi lembar Al Qur'an, membaca nya dengan lirih, itu adalah cara nya mencari ketenangan.


Tiba-tiba ada seorang wanita yang sedang menggendong bayi nya. lalu meletakkan bayi nya di atas sajadah. wanita tersebut mengambil posisi sholat.


Fatimah mengukir senyum melihat itu. dilihatnya si anak mulai bergoyang, dan sesekali mengeluarkan suara seperti mau menangi mode suara bayi.


Fatimah memberanikan diri mendekat, ditepuk-tepuk nya bagian paha yang tertutup selimut.


"Hei... gak boleh nangis, Ummi nya lagi sholat" lirih nya


Seperti dihipnotis, Fatimah mengembangkan senyumnya dan si bayi pun ikut tersenyum


"Masyaallah... pinter..." Fatimah tidak berani menggendong, hanya sekedar memberi sentuhan agar si bayi nyaman. takut di kira maling bayi nanti. nampak Fatimah seperti sedang ngobrol kecil dengan bayi tersebut, entahlah obrolan apa, yang pasti dia sedang ingin membuat bayi itu nyaman dan ummi nya bisa sholat dengan khusuk.

__ADS_1


Berbeda dengan Alvian, berkali-kali dia hubungi Fatimah, tapi tak berbuah hasil.


Wanita tersebut pun akhirnya mengucapkan salam, tanda sholat nya selesai,...lalu menadahkan tangan, bermunajat kepada Allah.. Dilipat mukena, lalu memasukkan ke dalam tas.


"Makasih ya mbak..." ujar Wanita tersebut sambil mengelus pundak Fatimah


"Sama-sama kak....gemes, pengen gendong"


"Ya udah gendong aja..."


"boleh...??"


"boleh banget..."


Fatimah pun mengembang senyuman dan lalu mengambil posisi untuk menggendong.


"hai.. kenalin nama Tante Fatimah"


"Nama nya Dzaky, dia anak pertama saya setelah menunggu 10th mbak..." Ujar nya dengan senyum mengembang, melihat Fatimah yang seperti nya sudah biasa menggendong bayi


mata Fatimah tiba-tiba langsung melihat ke arah ummi nya Dzaky... kaget dan seakan banyak pertanyaan yang ingin ia utarakan.


"10 tahun...??"


"Ia mbak, satu bulan menuju 10 tahun , Dzaky lahir..."


"Kalau boleh tahu, kenapa sampai selama itu..??"


"Sudah ketentuan Allah.. ya berat pastinya, tapi kami selalu belajar dari setiap apa yang terjadi... mungkin Allah sedang mengajarkan nilai sabar, ikhlas kepada saya dan suami.."


"Fisik saya lemas,..."


"Apa ada masalah dengan kesehatannya??"tanya Fatimah penasaran


"saya kalau mens-truasi bisa seperti pendarahan kak,. malah kadang sampai di rawat"


"Subhanallah..."


"Bagi kami ini benar-benar keajaiban dari Allah...bahkan saat hamil Dzaky begitu banyak Ujian nya, dokter pun sampai hafal dengan saya, banyak keluhan dan segala macam nya, tapi saya berusaha kuat.. dan saya bersama orang-orang yang selalu memberi saya kekuatan, pastinya Allah yang tidak pernah membiarkan saya sendirian"


Fatimah meneteskan air mata mendengar cerita dari wanita tersebut...menatap Dzaky dengan lekat, Dada nya sesak.. ingin menjerit.


"kok mbak nya nangis...??"


"Saya terharu, saya juga malu..." jawabnya masih dengan air mata menetes


"Allah baru menguji saya 1 tahun dalam perjuangannya, tapi kadang saya merasa kenapa begitu berat pejuang saya...mereka begitu mudah mendapatkan, saya lupa diluar sana bahkan ada yang berjuang lebih lama dari saya" ujar nya terisak


Disudut pintu ada yang sedang mendengarkan perbincangan mereka, dengan duduk tapi membelakangi mereka.


"Masyaallah... mbak, saya bisa merasakan apa yang mbak rasakan, karna saya juga berada di posisi itu sebelumnya, berat, tak jarang mempertahankan ketentuan Allah...."


"putus Ara.. kehilangan harapan, itu pernah saya rasakan..."


"tapi berjalan waktu, kami berusaha menjadikan ini ladang pahala, belajar sabar, ikhlas..."


"percayalah... jika waktunya nanti tiba, itulah yang terbaik..."


"Semua ini mengajarkan kami,.lebih menjaga amanah...lebih berhati-hati... karna diluar sana banyak yang lalai dalam menjaga amanah mereka,.mereka lupa anak adalah amanah, tapi bertindak sesuka hati mereka"


Fatimah masih terdiam... air mata masih menetes, tiba-tiba Dzaky merengek.


"kenapa sayang?? haus... sini biar saya kasih asi dulu"

__ADS_1


Fatimah pun menghapus air mata nya, memberikan Dzaky kepada sang ummi untuk di beri ASI.


__ADS_2