
Jakarta jika tak macet maka bukan Jakarta nama nya. Begitu banyak bangunan tinggi nan kokoh menjulang, lampu pun menghiasi bangunan-bangunan itu. sungguh pemandangan indah di malam hari, tapi tidak dengan kemacetan nya.
Menghabiskan waktu di kota metropolitan, Senda gurau menghiasi, tak jarang Alvian dan Hafidz melempar ledekan. Lusa mereka harus sudah kembali. Ada tanggung jawab yang tak bisa di tinggalkan terlalu lama.
Tertawa bersama yang terkasih, ada yang bilang Uang bukan segalanya, tapi jika tak ada uang ma Rpka kita juga gak bisa pergi kemana-mana kan???
Bohonh jika bilang, gak ada uang hidup pun bisa bahagia. yakin...?? Bagaimana bisa membawa keluarga jalan-jalan, mentraktir makan keluarga, memberi untuk orang tua, mengumrahkan orang tua jika tak ada uang?
Uang bukan segalanya, tapi ingat Uang bisa menjadi perantara kita bisa berbagi, sedekah, memberi kepada istri,anak,orang tua, bahkan orang-orang yang membutuhkan.
Jadi Jangan pernah putus asa, ayo berjuang, untuk keluarga, dan sesama.. Jangan takut bermimpi, karna dengan mimpi kita akan berusaha mencapainya.
Allah tidak akan merubah sesuatu Kaum jika Kaum itu sendiri tidak merubahnya... Ingat itu!!! Ayo kita berjuang menjadi orang kaya, tapi kaya nya di bawa untuk kebaikan ya, untuk keluarga, orang tua, dan sesama. jangan mau di makan sendiri..
ini author ngomong apa ya kok kagak nyambung?? curhat Thor...???🤭🤭🤭
fokus Thor.. fokus
Berbeda dengan Fatimah dan keluarga,di sebuah cafe tepat di hotel yang menjadi tempatnya menginap, duduk seorang gadis sendirian.
"Alvian... perasaan baru kemaren ketemu, kamu sekarang udah jauh berubah bahkan sudah menikah...??
"Dan laki-laki paruh baya itu seakan tidak asing, pernah lihat dech...siapa ya???"
"Astaga... ingat ingat... dia salah satu Dokter spesialis jantung yang cukup terkenal, apa hubungannya dengan Alvian, apa Papa nya?" Aurel bermonolog dengan pikiran nya sendiri.
"Sendirian...??" sapa seseorang
"hei Dr. Andi... kan??"
"Ternyata masih ingat"
"ingat lah...kita kan satu kampus,oh ya tugas di mana sekarang??"
"RSUD di Jogja..."
"Jogja bukannya tempat tinggal Dr. Alvian ya, kenal sama dia??"
"maksud kamu Dr. Alvian Dharmawan??"
"yups..."
"Ya kenal lah, siapa yg gak kenal dengan Dokter spesialis itu... apalagi dia juga banyak membantu RSUD, kenapa??"
__ADS_1
"tadi jumpa, dulu satu seminar di Singapura, dia udah nikah ya??"
"Sudah... belum lama kok,. kebetulan RSUD juga di undang, dan aku sempat datang juga"
"Istri nya yang bercadar itu...??"
"kamu kenal...??"
"Gak sih... tadi nampak aja"
"Istrinya anak dari seorang master jantung"
"Serius...???
"serius lah...besok kamu juga tahu, kebetulan sang master salah satu motifator besok, eh udah dulu ya, udah malam.. ngantuk"
"oh ya ok.. duluan aja"
Aurel adalah Dokter spesialis jantung yang bertugas di Jakarta. pernah satu seminar..dan Alvian cukup mencuri perhatian nya. Bahkan Aurel sempat ingin pindah tugas untuk mengejar Alvian, tapi sungguh sayang, saat berjumpa kembali Alvian malah sudah memiliki istri.
*
*
*
Alvian,. Fatimah, Hafidz dan Bunga satu meja. Abi, Umma dan Bunda satu meja. Hidangan mulai di hidangkan oleh petugas hotel. MC pun sudah mulai membuka acara, MC sangat mahir karna selain serius ada juga kocak nya. Dan tak berselang lama seorang pria paru baya naik ke atas podium, beliau Dr. Hermawan salah satu Dokter senior juga.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..."
"Waallaikumusallam warahmatullahi wabarakatuh"
"Wah... semangat terus ya.. dan semoga Allah berikan kita kesehatan serta kemampuan bisa membantu banyak sesama,. Nah Hari ini kita kedatangan tamu yang sangat kita kenal pasti nya, Seorang Master, beliau ini sudah berprestasi sejak menjadi Dokter muda.. dan Rumah Sakit yang beliau pimpinan sungguh sangat menginspirasi, banyak membatu orang di luar sana... Rumah Sakit beliau ini rumah sakit Dengan Standar Internasional, tapi Merakyat..."
Untuk yang sudah kenal dengan Dr. Aditya makan Meraka akan langsung melihat sang Dokter,.lalu memberi salam melalu senyum, ada juga yang penasaran mana sih orang nya.
"Nah... saya sepertinya sudah terlalu banyak bicara.....kalau begitu saya langsung panggil saja ya,.. Kepada Dokter Aditya Surya Pranaja kami persilahkan naik ke atas podium"
Saat nama nya di sebut, beliau pun langsung berdiri , tak lupa melepas senyum ke segala arah, lalu berjalan naik ke atas podium.
Tepuk tangan pun riuh terdengar..
"Itu bukannya yang kemaren sama Alvian... apa dia master itu, dan dia papa nya wanita bercadar itu" batin dokter cantik itu, dia adalah Aurel
__ADS_1
Sang master membuka salam, memberi sambutan untuk semua yang ada di ruangan dengan sangat ramah, dan berwibawa. Memberi motivasi, wejangan dan sesekali juga ada candaan di dalam nya, yang mendengar pun tak bosan, karna sang master menyampaikan dengan sangat bersahabat, tak ada keangkuhan terpancar.
"Masyaallah... Wah Master Aditya, kalau gitu bolehlah perkenalkan kami semua dengan orang-orang yang selalu menyokong semangat Master..." pinta Dr. Hermawan
"Sebenarnya Dr. Hermawan ini sudah sangat tahu, saya tidak begitu membuka ke publik Tetang kehidupan pribadi, tapi karna ini juga penghargaan untuk mereka, baik lah" Jawab Dr. Aditya
"Semua ini tidak lepas pertolongan Allah... Dan pasti nya dukungan dan doa orang tua saya, kebetulan tidak bisa hadir, dan ini juga tak lepas dari doa dan dukungan wanita hebat saya, yaitu Istri saya..."
"Umma..." Panggi nya meminta sang istri naik, Umma pun menuruti, naik ke atas Podium, Saat Umma berada di dekat sang suami, Abi pun langsung menggenggam tangan Umma, lalu membawa Umma duduk di samping Abi
"Dia adalah hebat, Umma Kianara, walau tak sehebat Aisyah radhiyallahu... Selalu bisa menenangkan saya,. memberi saya semangat.. dan doa nya tak pernah putus untuk saya..."
"Dan saya juga masih punya wanita hebat lain nya, 2 putri saya, sayang putri pertama saya tidak bisa ikut, karna harus menjaga ponpes nya... tapi Alhamdulillah putri kecil saya yang ke dua dia hari ini menemani saya"
"Fatimah...naik naik..." panggil Abi dengan begitu lembut
Alvian memberikan anggukan agar sang istri segera naik. mendapat komando dari sang suami, dia pun menuju podium dimana kedua orang tua nya berdiri.
Seorang wanita dengan pakaian hitam, lengkap dengan hijab dan caranya, berjalan dengan anggun, dapat dilihat dari sorot mata nya dan warna kulit, dia cantik, tak jarang yang masih jomblo pun mencuri pandang dan sesekali juga berbisik mengucapkan pujian.
"Nah ini putri kecil saya Fatimah Azahra, seorang desainer bukan Dokter, dan Putri pertama saya bernama Arafah dia adalah Dokter spesialis kandungan, saat ini mengelola klinik di ponpes nya bersama sang suami"
"Masyaallah.... ternyata Dr.. Aditya ini di kelilingi wanita hebat ya, paling ganteng sendiri ya dirumahnya,, hehehe" canda Dr. Hermawan
"Dulu iya Dok, sebelum mereka menikah, tapi setelah menikah, saya punya banyak saingan..haha" balas Dr. Aditya dengan canda pula
"Wah... sudah menikah semua ni dok...??"
"Alhamdulillah sudah..."
"bolehlah berbagi sedikit.."
"Arafah putri saya menikah dengan seorang Pengurus ponpes, dan sudah di karuniai seorang putra, baru berumur 1th lebih lah..."
"Dan untuk putri saya yang ini, Fatimah, dia juga Sudah menikah, belum lama..."
"Wah telat ni saya..." canda Dr. Hendro dan itu membuat tamu yang lain pun tertawa. dan pastinya membuat jomblo patah hati sebelum berjuang.
"Suami nya ada disini dok...??"
"Alhamdulillah ada, kebetulan Dia juga seorang dokter..."
Mendengar Penuturan sang Master membuat mereka melihat ke arah meja dimana tadi Fatimah duduk.
__ADS_1