
Fatimah masih sangat khusuk dengan tilawah nya..
Abi, Umma, Arafah dan Adam sudah duduk di ruang keluarga, bersenda gurau dan berbagi cerita.
"Alhamdulillah Bi, sejak Ara buka klinik di ponpes, banyak warga yg terbantu,. dan berkat bantuan Abi juga"
"Alhamdulillah Abi seneng dengernya, sudah tugas kita untuk berbagi..."
"Oh ya Ra.. sudah ada berapa bidan yang membantu di sana??" tanya Umma
"Ada 3 Umma... Alhamdulillah jadi Ara gak begitu kerepotan dan bisa ada waktu sama Abi dan Umma.."
Tok..tok..tok..
Bunyi suara pintu di ketuk
"Ada Tamu kayak nya Bi..." sahut Umma
"Biar Ara yang buka aja Umma, bibik lagi nyuci piring sepertinya"
Arafah pun beranjak menuju pintu yang di ketuk
"Bismillah..." lirih seorang wanita paru baya yang sembari mengelus punggung seorang pria, yang saat ini dia memang sangat membutuhkan semangat dan dukungan.
ceklekk....
pintu terbuka
"Assalamualaikum.."
"Waallaikumusallam..." jawab Arafah
"Kak Al..Tante...masuk.. masuk" Arafah mempersilahkan dua tamu itu untuk masuk
Ya.. tamu itu adalah Alvian dan sang bunda
#Sebelumnya di rumah Alvian
"Ya Allah... aku harus siap, apapun hasil nya nanti..."
setelah meyakinkan diri, Dimasukkan nya cincin itu ke kotak nya semula,. dikenakan Baju Koko yang sempat ia beli di butik Fatimah.
Lalu segera ia berlari kecil menuju pintu kamar sang bunda
tok..tok..tok
"Bun...bunda"
"ia sebentar.."
"Bun, Alvian mau meng Khitbah Fatimah" ucapnya langsung
"Kamu serius??" Tanya Bunda memastikan lagi
"Serius.. Ayo bunda siap2, Al tunggu ya"
Tampa butuh pikir panjang, sang bunda pun bergegas bersiap untuk melamar menantu idaman nya, sungguh hari yang di tunggu-tunggu
Mereka sudah ada di dalam mobil bersiap menuju rumah Fatimah
__ADS_1
"Al...kenapa kamu bisa tiba2 memutuskan untuk meng Khitbah Fatimah, kemaren kemaren kamu selalu banyak Alasan...??"
"Al baru dapat keberanian hari ini"
"Trus kita gak bawa apa2 gitu....?? kita mampir dulu di toko perhiasan"
"Gak perlu Bun, Al udah punya cincin yang udah Al beli dua tahun lalu.."
"dua tahun lalu kamu udah persiapan, baru Sekarang kamu mau utarakan??"
Alvian pun menceritakan asal mula nya dia bisa membeli cincin itu
Alvian menujukannya ke bunda.
"Masyaallah cantik Al..."
"Doain ya Bun.... apapun jawaban Fatimah Al bisa menerimanya, sekalipun pahit"
#Kembali ke rumah Fatimah ya....
Arafah mempersilahkan Alvian dan bunda Syafitri duduk, lalu menuju ruang tengah untuk memanggil Abi dan Umma
"Abi... Umma.. ada Alvian dan Tante Syafitri di Depan..."
"Alvian??"
"ia Bi..."
"ya udah yuk kita temui Bi.."
Arafah menitipkan Adam pada bibik..yang kebetulan sudah selesai berberes di dapur. dan Adam juga sudah tidur
"Al..."
boleh nanti bersalaman langsung, jika sudah sah menjadi suami Fatimah, maka mertua otomatis menjadi Mahram.
"Lamaran juga belum, udah suami istri aja yg di bahas...🤭"author
Umma dan bunda Syafitri pun saling berpelukan sejenak.
"Abi.. Umma mohon maaf karna Al ganggu bertamu malam tanpa berkabar dulu.."
"Gak papa...kami juga lagi santai kok...ada apa ni??"
"Huuuffft...."
"Bismillah Al..." bunda memberi semangat
"Begini Bi... huuffftt....Al dan Bunda ingin menyampaikan suatu hal..huufftt .." jawab Alvian dengan gerogi
Abi dan Umma saling Pandang
"hal apa Al..???" tanya Umma
"Huuffftt..." Lagi dan lagi Alvian membuang nafas menghilangkan rasa gerogi nya
"Al..." Panggi Abi
"ia Bi..."
__ADS_1
"pelan pelan..."
"Bismillah...Abi....Umma.. Malam ini Alvian dan Bunda datang ingin menyampaikan niatan Alvian untuk...Huufft...." Alvian terhenti, dan bunda masih setia mengelus punggung sang anak untuk memberi semangat
"Yah...andai ayah ada saat ini, Alvian gak agak se gugup ini yah..." batin Alvian
"Untuk...??"
"Dengan Keridhaan Bunda, dengan Restu Bunda... Alvian ingin meng Khitbah Fatimah anak Abi dan Umma..."
Bunda menggenggam erat tangan Alvian karna telah Bisa menyampaikan niatnya
Abi menyunggingkan senyuman.
"Ra.. panggil kan adek kamu.."
"Alhamdulillah Abi senang dengar nya, Al akhirnya memberanikan diri menyampaikan niat baik ini, Tapi keputusan ada di tangan Fatimah, sebentar biar di panggil, dia sedang tilawah di mushola"
di mushola Fatimah sudah selesai tilawah, menutup Al Qur'an nya.
lalu menadahkan tangan kepada sang maha pencipta
"Ya Rabb... tunjukkan jika itu baik untuk ku dan dirinya.. jangan biarkan semua ini Tampa kejelasan...Hamba berserah kepada Mu ya Allah.. jika dia engkau takdirkan untuk menjadi imam ku, teman ku belajar menjadi lebih baik, belajar bersama untuk menuju Jannah Mu, hamba mohon tunjukan... aamiin"
Arafah mendengar doa sang adik.. lalu memeluknya dari belakang, di rangkulnya pundak sang Adik...
"aamiin..."
"Kakak dari tadi disini..??"
Arafah mangguk2
"Dek.. ada tamu di depan..."
"Siapa...??"
"kedepan aja dulu, nanti kan juga tau..."
Fatimah membuka mukena nya lalu bergantian memakai hijab dan cadar nya
Arafah dan Fatimah pun menuju ruang tamu.
Saat melihat sosok seorang yang baru saja dia sebut dalam doa nya... Fatimah menghentikan langkahnya.. jantung nya seakan tak karuan, kaki nya kaku untuk di langkahkan
Abi yang melihat Fatimah terdiam di posisi nya pun memanggil nya
"Fatimah,sini nak..." Panggi Abi dengan lembut dan senyum yang begitu sejuk
Dilihat nya satu persatu yang ada di ruang tamu itu..
Senyum indah begitu terpancar, hanya Alvian yang nampak sesekali menghembuskan napas nya kasar.
Dengan di bantu Arafah...Fatimah pun menghampiri sang Abi, lalu duduk di tengah Abi dan Umma
"ini ada apa ya Bi...??" tanya Fatimah gugup
🌟🌟🌟🌟🌟
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen
__ADS_1
Jazaakumullah khairon ❤️