Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
satu mobil


__ADS_3

Selepas Magrib pun Fatimah bersiap untuk pulang..sembari menunggu jemputan sang Kakak.


"Udah beres..??"


"Udah kak.. pakaian Fa kan gak banyak.. hehehe"


"Gak kapok kan maen ke pondok...??"


"Kok kapok si kak, gak lah kak, Fa memang ada kerjaan, besok Fa harus ketemu dengan supplier bahan untuk persiapan ramadhan, klo gak di stok dari sekarang, Fa bisa gak kebagian, dan KK kan tau bahan bahan pakaian yang Fa produksi gimana.."


"ia juga ya kan... ya udh yuk kedepan..."


Gak lama Arafah Fatimah dan Fatih berbincang Ikbal yang kebetulan juga akan pulang untuk pulang menyempatkan untuk pamit dahulu.


"Assalamualaikum.."


"Waallaikumsallam..."


"ganggu nich..."


"Gak lah... kenapa bal..??" tanya Fatih


"Saya mau pamit dulu, besok udh mulai kerja"


"Oh ia besok udah mulai kerja ya, naik apa ni pulang nya??"


"ni lagi pesan taxi online...paling sampai bengkel aja, kebetulan motor kemaren saya tinggal di bengkel"


"Bu Fatimah juga mau pulang??? tanya nya


"ia.. ni lagi nunggu jemputan"


Gak lama mereka mengobrol....


Hafidz sudah memasuki lingkungan ponpes


"Assalamualaikum..."


"Waallaikumsallam.."


sang Adik pun menyalami sang kakak yang baru datang,


begitupun Ikbal dan mereka juga saling berkenalan..


"Kak.. Ikbal bisa nebeng sampai bengkel gak ya?" tanya Fatih


"Gak perlu, ada taxi online kok"


"boleh2 aja.. kan satu jalan" jawan Hafidz


Sebenarnya Ikbal segan untuk satu mobil, apalagi ada Fatimah, tapi dengan banyak pertimbangan akhir nya mereka bertiga pun satu mobil,


Hafidz dan Fatimah di bangku depan, Ikbal di bangku belakang,.biar gampang aja nanti klo Ikbal turun, Fatimah gak perlu bertukar tempat duduk.

__ADS_1


Selesai berpamitan mereka pun berangkat untuk pulang.


Suasana di dalam mobil cukup canggung, Fatimah memang lebih banyak diam. dan itu sudah sikap dari dulu dengan seorang laki2 yang bukan mahram nya.


Hafidz memahami sangat karakter sang adik, jadi Hafidz yang lebih banyak bertanya


"Berarti setiap akhir pekan ngajar dipondok??"


"ia mas..."


"Naik motor gak kemalaman Sampai rumah nya?"


"Biasa gak pernah malam sih mas, karna tadi ada pembelajaran yang harus di sampaikan, jadi agak lambat pulang nya"


"salut gue... kenapa gak ngajar yang Deket aja coba??"


"Gak papa mas.. seneng aja rasa nya menempuh perjalan jauh untuk berbagi ilmu... kebetulan adek saya juga mondok di Ponpes AL-KAUTSAR"


"Masyaallah..."


Fatimah hanya sebagian pendengar setia kali ini.


"Oh ya, jadi kalian udh lama kenal, Fa??"


"Gak kak, baru kemaren, di butik yg ngurus pengiriman kan Arif, Fa jarang terlibat.."


"Mantab ya... kami bisa membagi waktu untuk kerja dan mengajar.." puji Hafidz


"Jangan berkecil hati, karna yang tampak kecil kadang ia bernilai besar, tanpa seorang kurir, paket2 yang dikirim tidak akan sampai ke tangan konsumen, semua pekerjaan akan bernilai baik, dan berkah jika itu dijadikan jalan ibadah" kali ini Fatimah yang bersuara


"tu Bal... aku yakin kok kamu akan sukses nanti nya, Sekarang aja udah sukses loh...mampu membantu sesama dengan menjadi kurir, dan mampu mengajarkan banyak ilmu untuk anak2 pondok.. melahirkan hafidz hafidz baru yang Istiqomah, itu amal jariah yang gak akan pernah terputus loh..." sambung Hafidz


Ikbal terpaku dengan sudut pandang Fatimah dan hanya mengangguk kan kepala tanda ia paham.


"Mas.. berhenti di bengkel depan, motor saya di sana.." tunjuk Ikbal


Sesampainya di bengkel Ikbal pun langsung turun dan tidak lupa mengucapkan terima kasih atas tumpangan nya.


Hafidz dan Fatimah melanjutkan Perjalanan mereka.


"Gimana dek...??"


"Gimana apa nya kak...??"


"Mandiri, Sholeh...baik lah pasti nya..."


"Sama aja kaya kak Ara, mas Fatih, semua ngebahas Ikbal..." jawab nya jengkel


"ih kok gitu jawab nya,, atau adek KK ini udah ada pilihan lain...??" goda Hafidz


"iiih... apaan sih.. gak ada" jawab nya dengan nada kesal dan memalingkan wajah nya.


"Alvian gimana??"

__ADS_1


uhugg...uhugg..


mendengar nama Alvian membuat Fatimah terbatuk2 kecil


"tadi Ikbal dan sekarang kak Al....apa an sich" lagi lagi dengan nada jengkel


"kakak udah tau kejadian kamu sama Al beberapa hari yang lalu"


Kata2 Hafidz barusan membuat Fatimah melotol


"Gak usah melotot juga kali dek...gak serem"


"Kakak tau dari mana...??"


"Dari orang nya.." jawab nya santai


"iiih ngapain sih kaya gitu pakai di ceritain.." gerutu Fatimah pelan, tapi masih bisa di dengar oleh Hafidz


"bukan di ceritain, lebih tepat nya nya KK paksa cerita..."


"kebiasaan kepo nya gak hilang2..." masih dengan nada kesal


"KK serius ni tanya, gimana pendapat kamu soal Alvian...??


"Tau ah.. ngantuk..."


"dek...."


"Ngantuk... KK fokus aja nyetir nya" jawab nya lagi sembari memposisikan diri akan tidur, walau sebenarnya gak bisa tidur gegara ngebahas Alvian


"kakak dukung kok..."


"kak Hafidz.. Fa ngantuk" kali ini dengan nada sedikit tinggi


"dek...dek..." sambil geleng-geleng melihat tingkah sang adik


Hampir jam 11 malam akhirnya Mereka sampai, karna tadi merek berhenti sholat Isya dan makan jajanan sejenak.


Sesampainya di rumah Fatimah pun langsung istirahat, Hafidz pun memutuskan untuk menginap di rumah Abi.


Sesampainya di kamar, bukan langsung tidur, Fatimah malah gak bisa tidur, karna kata2 Hafidz tadi sewaktu mereka sedang istirahat makan.


"Dek... KK cuma mau kamu bisa dapat laki2 baik.. KK udh kenal Al sangat lama, kamu tau dek... ?? dia dulu sempat menolak gabung di RSH, karna mau menjauh dari kamu, dia pengen jaga kamu, dia takut akan timbul hasrat yang di luar batas untuk dia mengontrol nya"


Fatimah berusaha memejamkan mata nya..


🌟🌟🌟🌟🌟


Jangan Lupa tinggalkan jejak ya


Like , Vote dan komen nya


Jazaakumullah khairon ❤️**

__ADS_1


__ADS_2