
Afwan telat Up, teteh Arafah sedang kurang Fit, kemungkinan efek lelah ikut seminar beberapa hari lalu di tambah cuaca yang sedang extrim.. gak mau lepas dari Umma nya.
Sedangkan Author gak pernah pegang Handphone jika di samping anak-anak🙏
_____________________
Kini sudah waktu nya mereka untuk kembali ke rumah Bunda, setelah dua hari menginap di rumah Abi.
"Kok bawaan nya suka ngantuk ya Biy...??"
"Ya udah tidur aja, nanti Hubbiy bangunkan kalau sudah sampai..."
"yakin?? biasa main bopong aja..??"
"ya kan gak papa, orang yang di bopong juga istri sendiri, bukan istri tetangga..."
"emang mau gitu gendong.istri tetangga??"
"emang boleh ..??"
"kok balik nanyak sich..." Fatimah enggan memperpanjang, memilih untuk memejamkan mata nya, namun tiba-tiba... " Biy berhenti Biy..." pinta nya tiba-tiba
"ada apa??"
" udah berhenti dulu..." Pintanya antusias
Alvian pun menurut, meminggirkan mobil nya.. "kenapa...??"
"Itu...".tunjuk Fatimah
"apa...??"
"empek-empek Palembang... enak deh kayak nya..."
"hah... empek-empek...??"
"iya... Ayuk turun Fa mau..."
"tapi kan kita tadi barusan makan.."
"gak papa.. Fa mau.. ayook.." pinta Fatimah sambil menarik-narik lengan Alvian seperti anak kecil
Alvian pun mau tak mau menuruti kemauan sang istri, mereka kini sudah duduk di kursi santai di dekat gerobak penjual empek-empek Palembang tersebut.
"Pak pesan dua porsi ya" ujar Fatimah
"Satu aja sayang... Hubbiy masih kenyang"
"oh satu aja pak.."
__ADS_1
"yang kapal selam, telur atau isian sayur neng..??"
"campur pak,pakai semua nya"
Alvian melorot mendengar pesanan Fatimah.. "habis nanti...??"
"kalau gak habis di bungkus..." jawab nya santai
"kata nya mau diet..."
"gak jadi, biar nanti aja diet nya.."
Alvian terkekeh dengan tingkat Fatimah, beberapa hari ini entah kenapa napsu makan nya bertambah.
Setelah cukup lama menunggu, berhubungan cukup ramai, pesanan Fatimah pun datang.
Satu piring berisi aneka empek-empek, dan satu lagi mangkok berisi kan cuko.
Tak lupa membaca bismillah, Fatimah pun menuangkan cuko ke dalam piring.
"kok langsung di tuang, yakin langsung habis??" tanya Alvian dengan herannya
"gak habis di bungkus biy..." jawab nya lalu memasukan satu potongan empek-empek ke dalam mulutnya " hmm....enak loh Biy.. cobain" sambil menyuapkan Satu potongan ke mulut sang suami
"Hubbiy masih kenyang..."
"Sikit aja... cobain dulu" paksa nya
"Ya udah dech..." cemberut nya tapi masih asik dengan empek-empek yang ada di hadapan
Alvian geleng-geleng melihat lahap nya sang istri saat menyantap empek-empek itu.
"Biy... atau gak makanan yang walaupun di jual oleh daerah lain, pasti nanya tetap sama??"
"apa...??" sambil berfikir dengan expresi mengerutkan kening nya.. "Rendang..." jawabnya
"Bukan..."
"Trus apa Donk...??"
"Empek-empek Palembang..." Jawab nya ambil menyantap dan Alvian mengerutkan keningnya lagi
"Walaupun yang jual orang Jambi, Jawa,Batak, Minang... nama nya akan tetap sama... Empek-empek Palembang, gak ada tuh empek-empek Padang atau empek-empek Medan... hehehe"
Alvian terkekeh dengan jawaban Fatimah
"bener kan...?? soto Jawa ada, soto Medan ada, pecel lele khas Lamongan ada, pecel lele Surabaya ada.. tapi belum ada yuk empek-empek Medan..."
"hahaha...ia sih bener juga" sambil mengacak jilbal Fatimah
__ADS_1
"iih berantakan nanti" kesal nya "gak habis..." tambahnya
"tuh kan..."
"Bungkus aja, trus pesan 3 porsi lagi, tapi di pisah cuko nya"
Alvian melorot mendengar permintaan Fatimah "lagi...??"
"bukan buat Fa... buat Bunda, bibik dan mamang"
"Huufftt...." Alvian menghembuskan napas nya "ya udah.. sayang ke mobil aja,. biar Hubbiy ya g pesankan..."
Fatimah pun masuk ke dalam mobil, sedang Alvian masih menunggu pesanan. Cukup lama, karna harus ngantri, dan setelah pesanannya di berikan, Alvian langsung menuju mobil, dan ternyata Fatimah sudah terlelap.
"ck..ck..ck...".decak nya tapi tak membangun kan Fatimah, memiliki langsung melakukan mobil nya menuju rumah.
*
*
*
"Biy... ikut ya ke RSH... bosen atau antar ke butik..."
"Hubbiy ada rapat sayang...gak sempat kali harus ke butik dulu..."
"ya udah ikut ke RSH..."
"katanya paling gak suka ke rumah sakit, bauk obat..."
"klo di ruangan pasien, klo di rumah Hubbiy kan gak"
"Istri Hubbiy ni kenapa sih kok agak aneh beberapa hari ini??" tanya nya, sambil menangkup pipi Fatimah dengan kedua tangan nya
"Gak kenapa loh... gak tahu..lagi pengen ngekorin suami aja" Jawab nya sambil nyengir kuda
"Hubbiy gak mau nanti sayang kelelahan loh..."
"nanti kalau lelah Fa tidur..."
"ya sudah... ayook..."
Setelah berpamitan dengan Bunda, mereka pun segera menuju RSH
Setelah sampai di depan pintu masuk RSH, Alvian menggandeng tangan Fatimah, dengan tangan kiri yang memegang ransel laptop nya. Kunci mobil di berikan kepada satpam agar di parkiran.
Lagi-lagi jika pasangan ini melintas akan mencuri perhatian banyak mata..dulu awal-awal menjadi Direktur Utama RSH, banyak yang membungkuk saat Alvian melintas, tapi setelah itu tidak lagi, karna Alvian melarang semua Tema RSH melakukan itu
"Rukuk Kita hanya untuk Allah... jangan menunduk atau rukuk kepada sesama makhluk Allah... kita semua sama,.yang membedakan adalah Imam, dan keimanan kita hanya Allah yang tahu" ujar Alvian di hadapan semua Staf RSH
__ADS_1
"Jika pun ada yang berkah kita rukuk dan sujud selain Allah adalah Orang tua kita, karna mereka adalah Tuhan kita yang nyata di dunia ini" tambahnya
Merek sudah sampai di ruangan, Alvian langsung menuju ruang rapat, dan Fatimah duduk di kursi kerja Alvian, sambil membaca buku yang sempat dia bawa tadi.