
Indah sudah pulang, sedangkan Alvian dan Hafidz baru sampai di rumah Abi bersamaan. rutinitas menyambut suami pulang kerumah pun mereka lakukan,.tak ketinggalan di tambah rutinitas mengelus bahkan mencium perut istri masing-masing. sungguh pasangan yang membuat jomblo meronta.
"Gimana Fa, mabuk gak??" tanya Hafidz
"Gak terlalu kak.. kadang-kadang ada juga sih mual, tapi gak parah"
"Alhamdulillah kakak seneng dengernya"
"Jadi mau Belanja nya??" kini Hafidz bertanya ke Bunga
"Jadi..."
"mau kemana?? sebentar lagi magrib loh" tanya Umma
"mau belanja susu Umma, nanti selepas magrib,.mau numpang makan dulu, kangen masakan Umma" jawab Hafidz
"ya sudah mandi dulu sana, nanti kita jamaah"
Hafidz pun berlalu menuju kamar dimana dulu memang menjadi tempat tidur nya setiap nginep di rumah Abi.. rumah Abi adalah rumah ke dua Hafidz. jadi wajar jika Hafidz pun memiliki makar di rumah Abi.
Waktu Maghrib pun datang, Panggi Allah harus segera di tunaikan, Jangan menunda, segerakan.
Seperti ceramah salah satu Ustadz saat author seminar.... "Jangan Engkau percaya kepada mereka yang meninggalkan SHOLAT... ALLAH saja dia tinggalkan.... Bagaimana Kamu yang hidup Mu saja Allah yang menanggung"
Selepas Magrib berjamaah,. mereka menuju meja makan, bumil sudah pada laper.
"Biy... kita ikut juga ya belanja"
Alvian mengerut kan kening nya.. "mau belanja apa??"
"apa aja nanti yang menggugah selera.."
Mendengar jawaban Fatimah semua pun terkekeh, bumil ini makan Mulu yang di pikirin.
Sebelum belanja, mereka memilih untuk sholat isya dulu, agar saat belajar nanti tidak ada beban karna harus telat memenuhi panggilan Allah.
Kini dua pasang pasutri itu, yang istrinya sama-sama hamil, berjalan beriringan menuju salah satu pusat perbelanjaan.
Para suami mendorong troli, nah si istri besiap mengisi Troli itu. memilih apa yang di butuhkan, mulai dari susu bumil, perlengkapan kamar mandi dan tak lupa cemilan.
__ADS_1
Kini dia pasang pasutri ini berhenti di sebuah rak, yang berisikan Minyak Goreng.. mata terbelalak melihat bandrol harga yang tertera.
"Dua hari lalu saat harga minyak subsidi, semua pusat perbelanjaan jika di tanya Minyak Goreng, jawaban Habis...dan hari ini lihat, rak nya penuh" oceh Bunga dengan kesal
"Entah lah mau jadi apa negeri ini..." ujar Hafidz sambil mengambil minyak goreng dan memasukkan ke dalam troli
"ambil hikmahnya saja, kita lagi di ajarkan hidup sehat, mengurangi makanan berminyak" ujar Alvian
"ada hikmah sih Biy.. tapi juga kasihan untuk yang ekonomi menengah kebawah, apalagi pedagang" Fatimah bersuara
"betul kak..." Bunga dengan semangat mendukung
"bayangkan coba harga minyak hampir 3x lipat, untuk menengah ke atas tidak akan berat, bagaimana dengan mereka yang penghasil masih sama seperti sebelumnya, semua harga pokok naik, apalagi minyak, para pedagang mau menarikan harga dagangan pun bingung...kan kasihan" ujar Fatimah
"ia kak... pas murah jawabnya langka, pas naik semua keluar, kan aneh" himbuh Bunga
"tapi kita juga gak bisa menyalakan pedagang, bisa jadi mereka menyetok pas di harga masih tinggi,.kalau harus di jual murah, mereka yang ada buntung" ujar Hafidz
"Trus salah siapa Donk..??" tanya Bunga
"doakan saja negeri ini segera membaik.... kita yang merasa mampu, banyak-banyak lah membantu" ujar Alvian
"Ekonomi negeri ini sedang gonjang ganjing" balas Hafidz
"emang ada judul lagu gonjang-ganjing??" tanya Fatimah
Mereka berempat pun tertawa sambil berlalu meninggalkan rak yang berisikan Minyak itu. membeli secukupnya, Menuju kasir.
Selesai dengan aktivitas belanja dan gibahin si minyak goreng yang tak berdosa itu. merekapun pulang menuju tujuan masing-masing.
Lelah menghampiri,.membuat Fatimah tertidur di dalam mobil, jika dia tidak tidur sudah di pastikan jajan yang nampak mata akan jadi pilihannya.
*
*
*
Adzan subuh berkumandang, yang tidur di mobil sampai pindah ke ranjang pun masih terlelap.
__ADS_1
Rambut yang menutup wajah nya di alihkan ke belakang telinga oleh sang suami.. sungguh pemandangan indah.. menatap wajah teduh sang istri dengan senyum terukir walau sedikit, menampilkan kecantikan alami.
"sayang... bangun, udah Adzan tuh..."
"hah.. udah adzan, kapan Fa pindah nya??" tanya nya sambil mengucek matanya nya.
"masa gak ingat, kan tadi malam jalan sendiri"
"serius biy..."
"hehehe... Hubbiy gendong lah sayang..."
"kenapa sih gak di bangunin, kan Fa belum cuci kaki"
"udah Hubbiy cuci...lihat tu baju juga udah Hubbiy ganti"
"iih Hubbiy, kesan nya kan jadi istri durhaka..."
"akan durhaka jika sang istri yang memerintah, ini Hubbiy melakukan dengan kemauan Hubbiy sendiri,.ikhlas Lilah"
Cup
Fatimah menghadiahi ciuman kecil dipipi Alvian
"Jangan godain, ni udah subuh loh..."
Cup
Di pipi satu lagi,.dan Fatimah segera beranjak untuk mengambil wudhu.
Perlakuan itu buatan Alvian melambung. Bahagia itu sederhana kok,. bermanja dan memanjang pasangan, dapat bahagia nya,.dapat pahalanya.
Melaksanakan Subuh berjamaah, menyempatkan bertilawah sudah jadi rutinitas untuk mereka.. seakan ada yang kurang jika menyambut hari Tanpa di awali dengan lantunan ayah Alquran..karna bagi mereka ini salah satu bentuk rasa Syukur atas nikmat yang Allah berikan.
Masih diberikan nikmat bernapas hingga detik ini,.itu artinya masih di beri rezeki, masih di beri kesempatan memperbaiki diri..masih di beri jalan untuk menabung amalan.
Allah tak pernah menjamin surga untuk seorang ahli ibadah, karna kita tak pernah tahu doa apa yang mungkin bisa menggugurkan amalan kita...maka dari itu terus belajar memperbaiki diri, jangan sombong.. hanya Allah yang berhak sombong.
Tapi Allah juga tak pernah menjamin neraka untuk seorang pendosa, karna kita tak pernah tahu amalan apa yang ternyata nanti menolong nya.
__ADS_1
Jabir berkata , aku mendengar Nabi SAW bersabda "Tidak seorang pun dari kalian yang dimasukkan surga oleh amalnya dan tidak juga diselamatkan dari neraka karenanya, tidak juga aku kecuali karena rahmat dari Allah." (HR Muslim).
Meski amal tidak bisa memasukan manusia ke surga, umat Islam tetap diwajibkan melakukan amal baik sesuai perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Karena upaya dan perjuangan melaksanakan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya secara ikhlas bisa menjadi penyebab datangnya rahmat dan karunia Allah SWT.