Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Dari perut naik ke Hati


__ADS_3

Selesai dari ruang Abi hafidz langsung menuju ruangan Al.. tapi ternyata Al tidak ada di ruangan.


"Dokter Hafidz cari dokter Al..??" tanya salah asisten Alvian


"ia..dokter Al kemana sus..??"


"Lagi memeriksa pasien di kamar Pelangi"


"owh.. ok..." Hafidz pun memilih kembali ke ruangan nya, karna yang di cari tidak nampak batang hitung nya


Alvian hari ini benar2 di sibukkan dengan pasien pasiennya.


Selesai dengan pasien pasien nya, ia pun menyandarkan tubuh nya di sofa yang ada di ruangannya.


cekrek..


pintu ruangan Alvian terbuka tanpa permisi seorang pria yang sedari tadi menunggu nya pun menyilangkan tangan nya di dada,. kali nya di tepuk tepuk ke lantai


"Apa Fidz...?? gak perlu kayak preman.."


"tinjuan Lo tadi masih nyeri nich"


"Ceritakan gimana dan kenapa tiba tiba loh udah ngelamar Fatimah" sembari beralih duduk di sebelah Alvian


"Apa itu alasan Lo kemaren tiba2 buru buru pulang??" lanjut Hafidz dengan tatap jengkel


"Lo ya... kemaren Lo yang bilang, buruan..buruan.. nanti di tikung.. dan bla..bla..bla... lain nya"


"Dan setelah gue lamar Fatimah, Lo tanya kenapa??"


"yang bener yang mana??"


"Bener sih bener . akhir nya Lo ngelamar Fatimah, tapi kenapa tiba-tiba, bahkan Lo gak ada cerita.."


"Gini cerita nya...."


Alvian pun menceritakan mulai dari dia chat Fatimah menanyakan apa dia mendengar apa yang dia bicarakan dengan Hafidz, Pembicaraan di butik.. hingga akhirnya malam tadi datang melamar Fatimah dengan cincin yang ia beli di Australia dua tahun lalu.


Mendengar cerita Alvian, Hafidz langsung memeluk sahabatnya itu dengan eratnya.


Alvian sampai sesak di buat nya.


"Lo mau bunuh gue sebelum nikah sama Fatimah" ucap nya dengan sesak


"Sorry... sorry.." sambil melepaskan pelukannya


"itu karna gue saking bahagianya tau.."


"Bahagia sich bahagia Fidz.."


"Adek ipar... dilarang marah sama kakak ipar.. hehehe..."

__ADS_1


🌟


Dua hari berlalu, malam ini adalah malam pertemuan dua keluarga besar, dimana akan membahas rencana pernikahan.


Alvian dan bunda membawa paman dan bude yang ada di Semarang.


Keluarga besar Fatimah pun berkumpul, hanya Adara Adik Abi yang belum bisa menghadirkan, tapi mereka berjanji akan hadir di acara pernikahan Fatimah nanti.


"Kalau bunda mau nya secepatnya, kalau bisa sebelum Ramadhan" bunda Syafitri buka suara saat rencana pernikahan di bicarakan


"Lebih cepat memang lebih baik, menjauhkan hal2 yang gak baik.." Opa Pranaja memberi pendapat


Alvian dan Fatimah hanya memilih diam, manut aja kata orang tua, begitu istilahnya 🀭


Dan sesekali Tampa sengaja dua pasang mata itu saling bertemu, namun lagi lagi Fatimah secepat kilat mengalihkan pandang nya.


"menurut kalian gimana??" tanya Abi


"Kalau untuk Al pribadi, manut aja Bi, Tapi gimana dengan Fatimah, Fatimah baru pulang dari study.. banyak yang sedang dikerjakan, di tambah lagi ini mendekati ramadhan, butik sangat sibuk.." Alvian buka suara,.apa yg di Utarakan seakan mewakili apa yang ingin Fatimah sampaikan, tapi dia gak berani untuk itu.


"Makasih kak" batin Fatimah


"Gimana Fa...??" tanya Umma


"kalau Fa diminta jujur gimana situasi Fa, Fa setuju sama kak Al, saat ini pekerjaan Fa cukup banyak yang harus Fa kerjakan, tapi kembali lagi, apapun keputusan para orang tua In Syaa Allah Fa dan Kak Al manut.."


"Hafidz boleh kasih pendapat gak??"


"Kalau menurut Hafidz....Ijab Kabul nya aja dulu... begini, mempersiapkan pernikahan itu kan gak gampang, ribet, dan gak bisa di kerjakan sendiri...jika Al dan Fatimah sudah SAH... mereka akan lebih leluasa untuk mengatur tasyakuran pernikahan nya...gimana??"


"Bener juga tu,jadi mereka jauh dari Fitnah, jika tidak ada Mahram yang bisa menemani, mereka akan leluasa untuk mengurus semua nya berdua" Ujar Nenek setuju dengan pendapat Hafidz


"bener Bi, karna yang penting dan sakral itu kan Ijab Kabul nya, Tasyakuran nya itu kan bentuk syukur kita, berbagi kebahagiaan untuk orang2 terdekat, sekitar.." Fatih juga setuju


"Bunda juga setuju Al" ujar Bunda Syafitri


"Gimana Al... Fatimah??" tanya Abi


Alvian dan Fatimah saling pandang sejenak, sorot mata seakan saling bertanya


"Gimana??" dan mereka saling memberi anggukan


"Al dan Fatimah setuju" jawab Al setelah mendapat isyarat dari sang calon istri


(cek ileee calon istri....πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„)


Penentuan pernikahan pun sudah di tentukan, setelah urusan pengajuan surat ke KUA di setujui, meraka akan mengadakan Ijab Kabul dalam waktu dekat ini, dan Tasyakuran akan di adakan setelah Idul Fitri


Selesai pembahasan yang cukup serius, kali ini bereka berbincang santai


"Al... Lo tau gak apa kekurangan adek gue itu..??"

__ADS_1


Alvian gedenh gedeng


dan Fatimah mengerutkan dahi nya


"kalau dari segi paras, dia biasa aja..."


Alvian hanya menyunggingkan senyuman


"Dia gak tau gue udah lihat Fatimah" Batin Al


"Hidung nya gak mancung2 amat"


"Berarti mancun dong" jawab Alvian


"Mancung ke dalam..." ledek nya


semua yg ada di ruang keluarga itu pun tertawa mendengar perkataan Hafidz


"Kak.... " tegur Fatimah


"iiisstt... diem aja dek... biarkan kakak hari ini yang bicara..hehehe"


"Dan paling parah nya, kata orang tua dulu, Cinta berawal dari perut naik ke Hati.. tapi lo udah tau belum...??"


Alvian geleng-geleng


Lain hal nya dengan Fatimah yang melihat sang kakak dengan pandangan macan siap menerkam...😑🀣


Tapi berbeda dengan Abi dan yang lain, mereka malah menahan tawa...


"Tau gak Lo istilah itu??"


"Apa hubungannya..??"


"Alvian Dharmawan....adek gue Fatimah ini, punya satu kekurangan, dia gak pandai masak...hahahaha..." ujar Hafidz dengan tawa penuh kemenangan


Semua yang ada di malam ini pun ikut tertawa karna Hafidz


Berbeda dengan Alvian Malah menatap Fatimah, dan itu membuat Fatimah menundukkan kepala nya, karna malu dengan apa yang Hafidz utarakan baru saja Tetang diri nya..


Karna dia memang gak pandai masak... gak pandai ya bukan gak bisa🀭


"Gak pandai kan, bukan gak bisa...?? berarti dia nanti bisa belajar, ya kan Bun...??" ujar Alvian masih dengan melihat seorang yang masih dengan mode menunduk nya


"Bener banget.. tenang Fa.. bunda siap kok ngajarin, dan Fa juga ajarin bunda nge desain, biar bunda gak cuma jual bahan, tapi juga buka butik...hehe"


Semua pun tertawa renyah mendengar candaan demi candaan yang terjadi malam ini


🌟🌟🌟🌟🌟


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen

__ADS_1


Jazaakumullah khairon ❀️


__ADS_2