Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Bimbing Aku


__ADS_3

Paman dan Bibi melihat putrinya nya dengan senyuman, Namun berbeda dengan Bunga, dia masih belum paham akan niat baik itu.


"Paman tahu arah pembicaraan ini kemana, apa kamu sudah pernah bicarakan dengan Bunga,? sepertinya anak paman ini belum paham"


"Maksud papah apa, apa hubungannya dengan Bunga??"


"Bunga... nak Hafidz ini punya niat baik untuk kamu" ujar sang mamah


"Melamar kamu.." ujar Papah


"Apa..melamar..???" seketika Bunga kaget dan teringat akan obrolan-obrolan ringan yang sempat terjadi di antara mereka berdua beberapa kali.


"Nak Hafidz... Paman tahu dan sangat yakin kamu adalah laki-laki baik, dilihat dari latar belakang keluarga, pendidik, bahkan tutup kata kamu, tapi nak, kalian baru salin mengenal kan?? kenapa kamu memilih Bunga??"


"iya paman, kami baru mengenal paling satu bulanan lebih, soal obrolan juga itu terjadi baru dua kali, Hafidz tidak tahu kenapa dengan waktu yang sesingkat itu, Hafidz langsung memutuskan untuk melamar, hanya Allah yang tahu, Allah lah yang menggerakkan hati Hafidz"


"Bunga kamu ingat pertanyaan mas waktu di cafe saat kamu menemani anak butik belanja??"


Bunga mengingat-ingat lalu mengangguk kan kepala


"mas Hafidz pernah bahas soal melamar, bagaimana jika ada yang melamar kamu, mas Hafidz gak tahu kenapa tiba-tiba bisa mengucapkan itu semua, tapi itu tulus dan mas tujuan untuk mu, bahkan malam itu juga mas utarakan niat mas untuk Bunga kepada Alvian"


Mendengar itu bunga kaget dan melebarkan mata nya. Melihat Alvian dan Alvian mengangguk


"Kamu ingat waktu kita makan selesai nonton, mas sampaikan ingin mengenal orang tua kamu dan ada Niat baik, inilah niat baik itu, yaitu menghalalkan kamu"


"Paman memang belum pernah berbincang dengan nak Hafidz, tapi paman bisa lihat hati tulus mu saat setia menemani dan memberi semangat Alvian selama di rumah sakit, kamu laki-laki baik, dan In Syaa Allah Sholeh, tapi keputusan ada di tangan Bunga"

__ADS_1


"Gimana Bunga..??" kini Fatimah yang bertanya


"Aku bukan Wanita Baik-Baik. Aku bukan Wanita Shaleha.Aku bukan Wanita yang paham akan Agama....Yaaa...Aku sama layaknya Wanita Lain,Wanita yang penuh dengan Dosa. Wanita yang penuh dengan Kesalahannya.Wanita yang belum baik akan tutur katanya. Wanita yang masih suka membicarakan Dunia dan orang lain" Ujar Bunga


"Begitu pula Aku.. Aku ingin kita mengarungi kehidupan bersama, saling belajar" Ujar Hafidz


Bunga melihat ke dua orang tua nya.. sang Papah dan mamah membalas dengan senyuman.


"Semua ada di tangan Bunga"


Bunga terdiam,. memakan mata, sesekali menghembuskan napas nya


"Huufftt...Maka dari itu, Tegur aku jika berkata Kotor. Tegur aku jika melakukan kesalahan. Jangan pernah bosan Menegurku, Dengan Bismillah mengharapkan keridhaan Allah... Tolong Bimbing Aku mas" jawab Bunga lalu menunduk kan kepala nya, ada rona merah yang di sembunyikan


Semua yang ada di ruangan itu pun Tersenyum sumringah dengan jawaban Bunga. Bahkan Alvian merangkul Hafidz. Dan Fatimah mendekati Bunga.


"Itu artinya Bunga menerima lamaran kak Hafidz??" tanya Fatimah memastikan lagi


"Alhamdulillah...Kak kalau gitu hubungi Bunda dan semua, biar kita bisa melamar secara resmi di depan dua keluarga" ujar Fatimah


"iya.. kak Hafidz akan hubungan keluarga semua"


Malam ini sungguh malam yang berbunga-bunga untuk dua insan itu. pertemuan singkat, menghantarkan kepada jodoh. tak pernah terbesit, apalagi untuk Hafidz yang pernah terluka.


padahal jika ingin memilih wanita, rasa nya mudah untuk nya, Sikap nya yang humble, tampan dan juga populer di kalangan dokter, pasti banyak yang mau.


Tapi siapa yang tahu. dia melabuhkan hati nya kepada seorang wanita sederhana,. bukan seorang yang tahu banyak akan Agama, bahkan banyak yang harus di perbaiki.

__ADS_1


Bukan seperti Fatimah yang dari tampilan luar benar-benar sudah menjaga semua nya.


Bunga masih seorang gadis yang suka memakai celana Levis sebelum dia mengenal Fatimah, sudah berhijab, tapi belum sepenuhnya Istiqomah.


Bahkan Bunga banyak merubah diri setelah mengenal Fatimah.. perlahan di tinggalkan nya pakaian yang bisa di bilang, berhijab tapi telanjang. atau lebih tepat nya menampakkan lekuk tubuh.


Entah apa keistimewaan nya, Tapi jika Allah sudah menentukan siapa yang bisa menolak. Ingat kadang Allah pertemuan kita dengan mereka yang jauh dari kata taat, dengan tujuan baik pastinya, selama kita berfikir baik.


mengajarkan kita untuk lebih taat kepada Sang pemilik hidup dan mati nya setiap maklum di dunia ini


"Alhamdulillah lamaran Hafidz di terima" Ujar Alvian saat sedang berdua dengan Fatimah di kamar


"Alhamdulillah.. Bunga gadis yang baik"


"Semoga Hafidz mampu membawa nya lebih Istiqomah"


"Aamiin..."


Berbeda dengan Alvian dan Fatimah yang menghabiskan malam selalu dengan romantis. Hafidz di kamar sedang mengabarkan hal baik kepada seluar keluarga di Jogja, Ayah,bunda,Abi Umma, semua Tampa terkecuali.


Sedangkan Bunga tak hentinya memeluk boneka beruang nya,sambil gulung-gulung di atas kasur, meluapkan kebahagiaan nya, bahwa dia di lamar.. di lamar guys... ingat di LAMAR...


Kebayang lah ya gimana kalau kita dilamar, bahagianya dia seperti apa?? apalagi yang ngelamar kasep, baik, sholeh...itu baru dilamar, gimana kalau udah sah... koplor kali ya..🤭🤭🤭


Novel oh novel... Halu nya suka kelewatan.


In Syaa Allah di dunia nyata ada juga ya..

__ADS_1


Yang belum dapat segera dapat jodoh tebaik dari Allah.. dan yang sudah berjodoh In Syaa Allah Until Jannah...


Aamiin Allahuma Aamiin🥰🥰


__ADS_2