
Setelah di pastikan konsisi Fatimah dan baby twins baik,. mereka pun di izinkan pulang. pulang ke rumah mereka, alias rumah bunda,. bukan rumah Abi.
Umma percaya di manapun sang putri, dia akan di perlakukan dengan baik. karna itu sudah terbukti bahkan di saat Fatimah terpuruk, Bunda tetap memberi semangat dan dukungan, Bukan menganggap Fatimah Menantu, tapi menganggap Fatimah adalah putri nya.
Fatimah di papah menuju kamar, dengan baby twin ada dalam gendongan Nenek (bunda) dan Uty (Umma). Kamar sudah di hias dengan sangat indah, nuansa Putih Biru mendominasi. Dengan dua keranjang bayi di sisi kanan.
"Masyaallah... Indah sekali, ini bunda yang siapkan??"
"bareng-bareng Sama bunga dan arafah juga" Jawab Bunda
Merebahkan tubuhnya nya dengan bersandar di dinding ranjang,karna bagaimana Fatimah belum bisa beraktivitas maksimal, masih ada luka yang harus Fatimah sembuhkan.
Azzam dan Almeera di tidur kan di ranjang yang sama. Jika siang begini mereka lebih banyak tidur, tapi kalau sudah lewat bada magrib, mereka mulai membuat semua sibuk. bahkan tak jarang pukul 2 atau 3 pagi Fatimah batu bisa terpejam.Begitulah pejuang,.
bahkan Alvian sempat berkata " Ni jam tidur nya di balik, udah kaya kelelawar aja, siang tidur, malam melek... haddeeehhh..." ujar Alvian saat harus extra melek. Bersyukur Abi bersedia stay di RSH, gak terbayang kan jika dia juga harus stay di RSH.
Buka memikirkan tentangnya, tapi memikirkan sang istri. mungkin jika baby nya satu, masih bisa lah, ini dua, belum lagi saat kedua nya sedang benar-benar haus..tak jarang Alvian mengacak-acak rambutnya.
Mungkin kalau dia bisa menghasilkan ASI, dia akan rela ikut memberi ASI.
" Sungguh Allah memberikan kalian para Wanita kekuatan super" ujar nya saat baby twins telah terlelap dan jam menujuk pukul 3 pagi.
Kini Alvian sudah merebahkan tubuhnya di samping Fatimah..mata nya tak dapat di ajak kompromi, Fatimah berkali2 memainkan rambut sang suami, memberi rasa rileks, dsn itu membuat nya langsung terlelap. Fatimah pun mulai ikut terlelap.
Dan tepat adzan subuh berkumandang, Alvian mengucek mata nya, masih mengantuk, bahkan sangat mengantuk, tapi Panggilan Allah telah dia dengar dan harus segera di tunaikan.
Fatimah pernah berkata ""Jangan kamu meninggalkan SHOLAT, karna banyak orang yang TELAH MATI, ingin hidup kembali untuk SHOLAT"
Beranjak dari ranjang, mengecek Azam dan Almeera, memastikan masih aman,lalu menuju kamar mandi untuk Wudhu...lalu berlanjut melaksanakan sholat subuh nya. Sejatinya lelaki itu sholat nya adalah di masjid..tapi ada rasa tak tega meninggalkan Fatimah. jadi Alvian lebih memilih sholat di rumah.
Selain sholat,. bertilawah sejenak, lalu menghampiri Fatimah yang masih terlelap, di tariknya rambut Fatimah yang menutupi wajah ke arah belakang telinga.
Terukir senyum tipis di pipi Alvian menyaksikan indah dan begitu sempurna ciptaan sang maha kuasa, tak ada celah sedikitpun. Mencium kening Fatimah sekilas, dan yang mendapat ciuman merasakan nya, membuat nya menggeliat kecil.
"Kok bangun, tidur lah sebentar lagi, nanti Hubbiy siapkan air hangat untuk mandi" ujar Alvian
__ADS_1
Ya rasa kantuknya masih mendominasi, memeluk pinggang Alvian yang duduk di samping nya,. membuat nya nyaman.
"Hubbiy sudah sholat??"
"udah...." jawab Alvian dengan terus menyisir rambut Fatimah dengan jari-jari nya.
"Hubbiy kenapa gak tidur lagi??"
"gak papa.... pengen manjain istri aja" jawab nya singkat
"Fa baik kok..." dengan mata terpejam
"Hubbiy yakin , Istri Hubbiy ini emang baik, gak diragukan"
"Tidur lah.... Hubbiy tahu ini tidak mudah, tapi Hubbiy juga tahu, kamu gak bakal mengeluh"
"Fa sangat menikmati momen-momen ini Biy.... Jazaakallah Khairan sudah setia mendampingi Fa"
"kebalik... Hubbiy yang harus nya mengucapkan terimakasih.. karna Engkau membuat ku bisa di panggil Abi, karna engkau membuatkan mendapat dua buah hati, karna perjuangan mu selama ini,..Allah berikan hadiah terbaik"
"Jazaakillah Khairan istri Ku..."
"Engkau menahan sakit yang tak dapat aku bayangkan sakit nya" kini air mata Alvian menetes mengingat perjuangan Fatimah di ruang persalinan dan air mata itu mengenai pipi Fatimah, Fatimah pun membuka mata nya, dan melihat ke atas ke arah Alvian
"Rasa sakit itu sudah terbayang Biy... dan bahkan aku sudah tak ingat lagi dengan rasa sakit itu, melihat dua amanah Allah itu, hilang sudah rasa sakit dan takut yang dulu pernah ada"
"Aku bahagia dan sangat bahagia, Allah menguji, tapi Allah juga memberi, mulai dari awal pertemuan kita" ujar Fatimah menghapus air mata yang ada di pipi Alvian
"Bahkan saat Hubbiy memutuskan untuk tetap menikah Fa dalam keadaan koma"
"merawat ku, Tampa kenal lelah, menemani ku, dengan ketidak pastian, memberi ku semangat, berjuang, merangkul saat aku terpuruk.. menemaniku ku berjuang untuk dua kesayangan kita"
"Nikmat Allah begitu besar, buah kesabaran itu sungguh tak ternilai" Ujar Fatimah panjang lebar, dengan senyum mengembang.
"Engkau yang mengajarkan ku banyak hal, hingga Hubbiy punya berjuta keberanian menentukan" ujar Alvian dan langsung menghujani Fatimah dengan ciuman
__ADS_1
"dan Engkau juga membuatnya punya banyak harapan... harapan bahagia hingga ke Jannah nya" balas Fatimah
"Pe eR kita masih banyak, membimbing mereka menjadi anak yang Sholeh Sholeha... Terus di samping Ku, berjuang bersama Ku" Ujar Alvian, kini tatapan mereka melihat dia keranjang yang menjadi tempat tidur Azzam dan Almeera.
"Ya Biy... teruslah juga membimbing ku, Aku ini wanita biasa, butuh di bimbing, jangan pernah bosan ya..."
"mana mungkin Hubbiy bosan... malah pengen nya gini terus"
"jangan..."
"kok Jangan??"
"kalau gini terus, kapan Azzam dan Almeera dewasa... emang mau gitu mereka bayi aja, kan Fa pengen lihat mereka tumbuh, menjadi dewasa, menikah"
"hahaha... maksud Hubbiy tu bersama terus, cukup maut yang memisahkan.."
"Aamiin..." jawab Fatimah
"Semoga Allah berikan kita Umur yang panjang, bisa menyaksikan semua kebahagiaan mereka" tambah Alvian, dan lagi-lagi Fatimah meng aamiin kan.
"eh tunggu" ujar Alvian dengan mengerutkan keningnya "kayak nya gak enak lah kalau sayang selalu bilang Fa dan Fa... harus di rubah, jadi Umma, jangan Fa lagi, trus Panggi Hubbiy dengan panggilan Abi"
"Fa setuju" lalu menutup mulutnya "maksud Umma setuju, tapi saat seperti ini biarkan Umma tetap Panggi Hubbiy ya, kecuali di depan anak-anak, karna kan itu panggilan kesayangan"
"siap Umma twins.. hehehe"
Merekapun tertawa, dan tak lama kemudian Azzam dan Almeera terbangun bersamaan, Mulai deh membuah Abi dan Umma mereka kelimpungan, tapi bahagia.
Ya... perjalanan hidup kita hanya Allah yang tahu, kita Hamba nya tugas nya adalah berusaha, tapi ingat jangan lupa berdoa.
Usaha tanpa doa itu Sombong, Doa Tampa Usaha itu Bohong
Jangan pernah lelah untuk berjuang dan memohon kepada nya, dalam setiap Panggilannya (Sholat)datang..
Manusia diwajibkan berusaha, sekali pun mungkin mungkin akan gagal,. sekalipun hasil nya tak sesuai harapan.. Percayalah Allah pun punya banyak kejutan untuk setiap hambanya. Allah itu sesuai dengan prasangka hambanya.
__ADS_1
...* * * * * TAMAT * * * * *...
Jazaakumullah khairon untuk reader semua, untuk dukungan nya.. selalu author tunggu..❤️❤️❤️