
"Bunga sendirian...??"Sapa Hafidz yang kebetulan nampak Bunga sedang duduk di cafe sendirian
"eh mas Hafidz...gak mas sama temen-temen butik, tu lagi belanja, Bunga lelah ngikutin mereka"
"kamu gak ikutan belanja juga??"
"hehehe.... Bunga gak hobby mas... enakan makan"
"kamu ini, bisa gitu ya???"
"oh ya Bunga gak ada rencana balik ke Semarang??"
"Ada sih mas, dalam akhir pekan ini rencananya"
"sama siapa??"
"sendiri...biasa juga sendiri, entar kalau udah punya suami baru deh berdua sama suami..hehehe"
"hahaha.. bisa ya kamu jawab nya"
"kan memang bener"
"Fatimah gak ikut??"
"Kak Fatimah sedang di rumah Umma nya"
"owh....kamu kapan emang rencana nikah nya??"
"calon aja belum ada kok di tanyain kapan nikah nya, calon dulu mas, baru tanya kapan nikah nya"
"dulu sih gak mikir cowok karna memang belum kepikiran kesana, mau fokus cari pengalaman kerja, kalau sekarang sejak kenal sama Kak Fatimah, mau belajar memperbaiki diri, biar nanti dilamar sama laki-laki baik pula" tambah Bunga
"jika ada laki-laki yang baik, tapi belum baik banget melamar mau??"
"kalau mas Hafidz yang melamar langsung bunga terima..hehehe,.bercanda mas"
"serius nih langsung di terima??"
"hehehe....becanda mas,.lagian Bunga mana lah selevel sama mas Hafidz, dokter muda, seorang hafidz Qur'an juga,.."
Tiba-tiba Saat asik berbincang rombongan Indah datang
"kak Hafidz disini juga??"
"Kebetulan ni beli kopi, trus nampak Bunga sendirian"
"Udah belanjanya kak Indah??"
"Udah ni,. Bunga gak ada yang mau di beli gitu??"
"Gak ah..... Bunga nanti aja kalau pengen..hehehe"
"Oh ya Ndah, gimana Rendy??"
"Kok nanyak in Rendy ke Indah kak??"
"kayak nya kalian akrab...nampak pas di acara Fatimah kemaren"
"hanya Tegur sapa aja kak, kan dia udah nolong Indah kemaren"
"akrab beneran juga boleh kok Ndah... oh ya sesekali temen dia main Futsal"
"oh ia.. kemaren yang namanya Rendy itu dokter juga ya mas??" tanya Bunga
"iya, dia poly Umum..."
"emang kak Hafidz main Futsal..??"
"ngisi waktu luang aja sama teman-teman, kebetulan Rendy baru masuk team kami.."
"kapan-kapan kak Indah Ikutan jadi suporter.." timpa Bunga
"loh emang Bunga pernah nonton kak Hafidz main Futsal??"
"baru sekali, bareng kak Fatimah juga, kebetulan mas Alvian kan juga main, ya udh Bunga ikutan...rame" cerita Bunga
"sepertinya kak Hafidz cukup dekat sama Bunga" batin Indah
"kapan rencana main lagi ajak lah Indah"
__ADS_1
"boleh..nanti biar di kabarin, kalian juga ikutan juga boleh loh..." Ujar Hafidz sambil mengajak anak-anak butik lain nya
"Boleh kak dokter....??"
"boleh Donk.. ya udah saya permisi dulu, udah sore, Bunga Pulang sama siapa??"
"Bunga bawa mobil kak Fatimah kak,"
"oh ya udah.. hati-hati semua nya, assalamualaikum"
"waallaikumusallam" jawab semua
"gak pada mau makan atau minum gitu??" tanya Bunga
"mau Donk..lapar nich.."
Mereka pun memesan makanan dan minuman
"Bunga cukup akrab ya sama kak Hafidz??"
"Gak juga sih kak, ngobrol pun baru kmren pas ikut nonton Futsal.. kenapa kak??"
"gak papa, nampak Deket aja..."
"kak Indah suka sama mas Hafidz..??" tanya Bunga dengan nada selidik
"Gak lah.. sekedar suka jadi temen doang, kan dia kakak dari sahabat aku"
"suka juga boleh kali kak" balas Nisa
Mereka pun menghabiskan waktu sore dengan celoteh ala-ala cewek-cewek...
*
*
*
*
Tok..tok..tok
"Ada tamu kayak nya Bi.."
"iya Umma... siapa ya??"
"Biar Fa yang buka Umma"
Fatimah pun menuju pintu depan
"waallaikumusallam warahmatullahi wabarakatuh"
cekrek
"Kak Arafah..."
"Fa disini??" tanya Arafah
"ia kak.. masuk kak"
"Abi, Umma ada kak Arafah" panggil Fatimah
Mereka pun menuju ruangan tengah
Arafah dan Fatih pun mencium kedua tangan orang tua nya.
"Cucu uty....sih uty kangen..." Umma sambil mengambil Adam dari gendongan Arafah
"Fa sendirian, Alvian gak ikut??"
"Ada kak lagi di kamar,... lagi telfon nan sama kak Hafidz, gak tau bahas soal apa"
"Fa gimana kabar nya??"
"Alhamdulillah sehat.."
"Umma Adam udah bisa jalan loh"
"Oh ya... cepat ya, kamu dulu satu tahun lebih loh baru jalan..."
__ADS_1
"ia lincah banget Umma"
"Ya udah istirahat lah dulu," Abi bersuara
"Gak papa Bi, gak terlalu lelah kok, ya kan sayang".jawab Fatih
"ia Bi...."
"Kalian udah pada makan??" tanya Umma
"Udah Umma...tadi kami makan di jalan"
Saat sedang asik berbincang tiba-tiba Alvian turun
"Loh ada mas Fatih..." sapa Alvian lalu memberikan salam
"ia ni,.baru sampai..."
Alvian pun mengambil posisi duduk di samping Fatimah yang sedang menggendong Adam
"Assalamualaikum Adam..." sapa Alvian
"Waallaikumusallam om..." jawab Fatimah mode Adam
"Ngobrolin apa tadi kak sama kak Hafidz??"
"Masalah RSH dan sedikit masalah pribadi..."
"Masalah pribadi??" tanya Fatimah sembari mengerutkan keningnya nya
"kepo yaaa..."
"iiihhh...."
"Udah cocok loh..." ujar Fatih saat melihat Alvian dan Fatimah tampak bahagia bermain dengan Adam
Abi dan Umma saling pandang, baru tadi siang berusaha menenangkan Fatimah, malam sudah ada pembahasan lagi
"Doain aja... ya kan sayang" jawab Alvian sembari merangkul baru Fatimah
"ia doain yang terbaik aja, nanti juga tiba masa nya... pasti akan ada, masa Adam punya adek dari aunty" jawab Fatimah walau ngilu
"gak usah lama-lama..."
"Huufftt..." Fatimah menghembuskan nafas nya perlahan
Umma memberi kode ke pada Arafah agar Fatih tidak melanjutkan pembahasan ini
Arafah mencoba mencerna kode dari Umma
"Lama juga gak papa, biar menikmati masa pacaran halal" Arafah menengahi
"hmm....Fa naik ke atas dulu ya Abi, Umma, kak" sambil memberikan Adam ke pangkuan Arafah
"Hmmm.... Al juga ya semua..."
Alvian berusaha mengejar Fatimah, dia Pahan suasana hati sang istri.
Siang tadi mereka berusaha menenangkan nya, tapi malam ini belum pun hati nya tertata sempurna, sudah di bahas lagi.
Seolah jadi pembahasan biasa saat sudah menikah di tanya kapan punya anak?
Jangan di tunda??
emang mereka tahu bagaimana mereka berusaha untuk itu?
Anak adalah rezeki dari Allah..
Kenapa gak tanya langsung ke Allah???
Situ bisa tanya ke Allah kapan akan di beri anak???
πππππ
Semoga Suka..π€π₯°
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen.. Hadiah nya juga ya .. hehehe
Jazaakumullah khaironβ€οΈβ€οΈ
__ADS_1