Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Ku Khitbah


__ADS_3

"Begini sayang... Barusan saja, Alvian dan sang bunda menyampaikan suatu hal kepada Abi dan Umma.."


"menyampaikan apa Bi..??" tanya Fatimah dengan deru jantung yang tak karuan


"Fa....Alvian berniat meng Khitbah Mu.."


"Ya Rabb... inikah jawaban itu??" batin Fatimah


"Fatimah, bunda dan Alvian tau mungkin ini tiba2, tapi niat bunda dan Al ini sungguh sungguh.." bunda Syafitri bersuara


"Gimana Fa... semua keputusan Ada di tangan kamu, apapun keputusan putri Umma ini, kami akan dukung" ujar Umma sambil menangkup pipi sang Putri


Fatimah masih terdiam, ada rasa tak percaya ini nyata atau mimpi.


Di lihat nya sorot mata yang sejuk dari sang Umma.


"Fatimah Azahra Surya... dengan menyebut nama Allah, dengan izin Bunda, Abi, dan Ummu.. dengan mengharap keridhaan Allah... Dengan segala kekurangan yang Kak Al miliki, dengan segala keterbatasannya yang kak Al punya.. Kak Al... ingin meng Khitbah Fatimah, untuk menjadi teman hidup, sahabat dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat.." Kali ini Alvian menyampaikan nya Tampa ada keraguan sedikit pun, dengan jelas dan tanpa terbata bata


"Gimana Fa..??" tanya Bunda Syafitri


"Abi.. Umma....apapun keputusan Fa,. akan Abi dan Umma dukung kan??"


"Ia sayang"balas Abi


"Kak Al... Dan Tante, sebelumnya Fa sangat berterima kasih atas niat baik ini"


"dan Kak Al.. sebelumnya Fatimah juga mau minta maaf, jika jawaban Fa ini bisa jadi mengecewakan kak Al dan Tante"


"Apapun jawab Fa.. In Syaa Allah kak Al siap"


"Fatimah ingin jawab sekarang, atau butuh waktu untuk bermunajat dengan Allah??" tanya Abi


"Bismillah.. Akan Fatimah jawab sekarang Bi" sambil menggenggam tangan Abi dan Umma


"Jawab lah nak.." ujar Umma


"Ya Allah... jika isqni jawaban doa yang baru saja ku aamiin kan..bantu hamba, menjadikan ini keridhaan Mu" batin Fatimah


"Bismillahirrahmanirrahim... Abi Umma, Fatimah terima Khitbah Kak Alvian" jawab Fatimah dengan penuh keyakinan


"Alhamdulillahi rabbil 'alamin" ucap syukur semua yang ada di ruangan saat ini


Bunda memeluk Alvian..

__ADS_1


Tampa Alvian sadari Air mata nya menetes


Abi, Umma, Fatimah dan Arafah juga saling berpelukan...


"Al.... dalam ajaran Islam, saat kita akan meng Khitbah, ada istilah Nadzar (melihat) calon istri atau calon suami, disyariatkan dalam islam.  Agar tidak ada istilah menyesal di belakang, kamu berhak melihat Fatimah untuk lebih memantapkan diri kamu"


"ia Al.. kamu berhak untuk melihat Wajah Fatimah" ujar Umma


"Harus kah Abi??"


"Jika itu keinginan kamu, maka kamu berhak untuk itu.."


"Alvian tidak memaksa Bi,..Karna Al yakin seorang wanita yang selalu menjaga pandangan nya, Mata nya untuk melihat kebaikan, Menjaga Wudhu nya, Menjaga Sholat nya,. Seorang perempuan yang bibir nya selalu ia gunakan untuk bertilawah, menyebut asma Allah... ia adalah Wanita yang begitu Cantik.. Karna pada dasarnya kita semua akan menua, akan keriput, tapi Amal Sholeh tidak akan pernah mengeriput, selama kita selalu menjaga nya..."


Abi menggenggam tangan Al,.Abi bahagia mendengar jawaban Alvian


"Kak Al berhak untuk melihat nya, dan sesuai syariat... Fa akan melakukan nya" Fatimah bersuara


Kata kata Fatimah membuat semua yang ada menebarkan senyum


Dan dengan mengucap bismillah


Fatimah membuka tadi cadar nya, perlahan cadar itu ia buka dan Dua pasang mata itu saling beradu pandang.


Fatimah lalu mengenakan kembali cadar nya dan menundukkan pandangan nya


"Masyaallah..." ucap Bunda


Alvian begitu terpaku dengan sosok wanita yang dia cintai tanpa tau bagaimana rupa nya, dan hari ini ia melihat nya


"Masyaallah...Ya Allah... begitu indah ciptaan mu, begitu engkau jaga dia ya Allah..." batin Alvian jantung nya berdekatan tak menentu


"Fa..." panggil bunda Syafitri sembari menepuk sofa di sebelah nya, agar Fatimah duduk di sebelahnya


Dengan anggukan Umma dan Abi, Fatimah pun datang menghampiri Bunda Syafitri


"Fa....sekarang jangan panggil Tante lagi, Panggi bunda" sambil menggenggam erat tangan Fatimah


"i...a Bun..." ucap nya terbata


"Al...mana cincin nya.." bunda mengulurkan tangan nya ke Al agar Al memberikan cincin yang Al perlihatkan tadi


Al pun memberikan cincin itu ke bunda.

__ADS_1


"Fa.. bunda gak tau, cincin ini pas atau tidak, tapi izinkan bunda mewakili Al untuk memasang kan nya di jari kamu, jika nanti kebesaran atau kekecilan bisa kita sesuaikan"


Fatimah mengulurkan jadi kiri nya. dan Bunda memasang cincin itu di jari manis kiri Fatimah


"Masyaallah pas Al....pas banget pilihan kamu Al..."


Alvian yang melihat cincin itu begitu pas dan cantik di tangan Fatimah pun tersenyum sumringah.


"Fa..."


"ia kak.."


"Mahar apa yang Fa inginkan??"


"Mahar yang tidak memberatkan Mu, dan Juga tidak Merendahkan Ku"


Malam berlalu, Alvian dan bunda Syafitri pun pamit untuk pulang, dan mengenai pernikahan akan di bicara lusa, saat keluarga besar semua berkumpul.


Fatimah tak henti-hentinya melihat cincin yang melingkar di jari manis nya.


Seakan seperti mimpi, beberapa menit lalu ia bermunajat dengan Allah.. dan Allah telah berikan jawab nya.


berbeda dengan Alvian, dia tak henti-hentinya memeluk sang bunda.


"Perjalanan panjang baru akan kamu mulai Al..."


"ya Bun.. doakan Al dan Fatimah ya..."


malam ini seakan sangat sulit untuk Alvian memejamkan mata..


baru tadi siang ia mendengar gadis kecil yang begitu memuji kecantikan Fatimah.


Dan malam ini Alvian melihat nya, walau hanya sekejap, tapi wajah itu terukir indah dalam ingatan nya


"Fa... aku tak akan mampu seperti Ali bin Abi Thalib... tapi Aku akan selalu berusaha menciptakan mu dalam doa ku..."


"Ayah...Malam ini Al memberanikan diri melamar seorang gadis yg Al ingin kenal, yg ingin Al jaga sejak pertama kali Al bertemu dengan nya.."


"Ayah.. andai Ayah saat ini ada di besama Al dan Bunda.


🌟🌟🌟🌟🌟


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen

__ADS_1


Jazaakumullah khairon ❤️


__ADS_2