Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
sayang bangun


__ADS_3

Di tatap nya wajah Fatimah yang terlihat semakin ayu saat sedang tidur, begitu cantik alami.


Tak ada kata puas untuk memandang nya.


"Sayang...."


Tak ada respon


"Sayaangg..."


"hemmm..." jawab Fatimah dengan masih terpejam dan menggeliatkan tubuh nya


"Sayang bangun" ujar Alvian sembari mengelus pipi Fatimah


"hemm... masih ngantuk"


mendengar jawaban Fatimah, Alvian malah tertawa kecil dibuat nya.


"Sayang.... udah Adzan loh.. nanti kita telat loh sholat subuh nya"


Mendengar kata subuh Fatimah langsung membuka mata nya lebar-lebar


"Subuh...??"


"Ia subuh... buruan mandi"


Fatimah langsung mengambil jam yang ada di nakas seakan tak percaya, dan benar saja sekarang sudah pukul 4 pagi...


Tapi peduli dengan Alvian, Fatimah langsung ngacir ke kamar mandi..


Selesai mandi dan berganti pakaian, Fatimah langsung menyusul Alvian yang sudah menyediakan semua perlengkapan sholat nya.


Mereka pun melaksanakan sholat subuh berjamaah.


Saat sholat selesai, Alvian pun telah selesai dengan doa nya dan membalikan tubuh nya kebelakang, nampak pemandangan yang membuat nya geleng-geleng.


Fatimah nampak tertidur lagi di atas sajadah nya.


"Masyaallah...kenapa malah tidur disini??"


"Hemm... " respon Fatimah


"Kenapa tidur disini sayang...??"


"Gak tau.. Fa kok ngantuk banget rasa nya kak..lelah, padahal udh tidur tadi malam" jawab nya sambil berusaha duduk Kembali


Alvian malah terkekeh, lalu menghujani Fatimah dengan ciu-man di seluruh wajah.


"Ya udah tidur lagi, tapi jangan disini..."


Dengan sabar Alvian membuka mukena Fatimah, lalu membopong Fatimah ke atas ranjang.


"Kok bukan tidur??"


"Makruh tidur setelah subuh kak"


"Ya makruh kan,. bukan haram, kita di sunahkan setelah subuh lebih mendekatkan diri kepada Allah....dengan Dzikir,Tilawat,Sholawat.."


"Tu kak Al tau...."


"maka dari ini, kadang saat kita memang butuh waktu lebih untuk istirahat berarti tak papa kan, selama kita tidak meninggalkan yang wajib"


"tidurlah... nanti kak Al bangunkan"


Fatimah malah geleng-geleng,


"Kenapa??"


"Udah hilang ngantuk nya..."


"kamu ini... ya udah kak Al turun ke bawah dulu, kak Al ambilkan susu ya" ujar Alvian lalu beranjak keluar kamar


Fatimah tersenyum senyum sendiri mengingat kejadian malam tadi.Menjadi istri dari Alvian sepenuh nya.


Dia teringat akan nasihat Umma


"Dosa hukum nya menolak melayani suami,bahkan Allah Subhanahu wa ta'ala tak mengampuni nya"


"Trus kalau kita lelah.. kita mau gak mau harus melayaninya juga, terpaksa gitu loh Umma, apa hukum nya??"


"Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang suami mengajak istrinya untuk berhubungan, akan tetapi ia (istri) tidak memenuhi ajakan suami, hingga malam itu suaminya marah, maka ia (istri) mendapatkan laknat para Malaikat sampai subuh." (HR Muslim)

__ADS_1


"Melayani Suami di ranjang itu besar pahalanya,. lalu gimana kalau kita melayani nya dengan terpaksa?? ya percuma, kita hanya dapat lelah nya, pahala gak ada"


"Tampil cantik untuk suami,. memakai wewangian untuk suami itu besar pahalanya"


"dan sebaliknya Rasulullah SAW bersabda, Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.”


Lamunan mengingat nasihat sang Umma buyar saat pintu kamar terbuka.


Ceklek


Alvian datang dengan membawa satu gelas susu hangat dan ada buah juga sebagai sarapan mereka.


Mereka menikmati Susu dan buah di balkon sembari menanti matahari terbit.


"oh ya sayang, kayak nya kak Al belum bisa bawa Fa untuk liburan atau bulan madu saat ini, ada banyak pasien dan beberapa pengembangan pengobatan yang harus kak Al dan Kak Hafidz pelajari"


"iya gak papa kak... Fa juga pengen cek butik dulu, udah terlalu lama Fa tinggal"


"Yakin mau ke butik??"


"He..em..." sambil mengangguk-anggukkan kepalanya


"Ya udah...tapi ingat, gak boleh terlalu lelah"


"siap suami ku tersayang"


Mendengar ucapan Fatimah membuatnya menyunggingkan senyum lebar lalu merangkul sang istri, dan rangkulan itu membuat Fatimah merebahkan kepala nya di dada bidang sang suami.


"Turun yok..." Ajak Fatimah


"males ah... mau ngapain ke bawah??"


"bantu bunda..."


"kata bunda nanti kalau udah beres manggil kita"


"tapi kak, masa Fa sebagai menantu gak bantuin"


"untuk hari ini gak perlu, Bunda ngerti kok"


"Fa mau turun..."


"tapi kan..."


"Ma-Nut..."


Kalau udah gini manut udah jadi pilihan.


"Kak..."


"hemm..."


"boleh tanya.."


"Apa...??"


"kenapa kak Al milih Fatimah jadi teman hidup kak Al?"


"pertanyaan aneh..."


"kok aneh sich?? Fa serius.."


"Ga butuh alasan... yang pasti Allah yang membuat kak Al memilih Fatimah Azahra sebagai teman hidup, baik urusan agama dan akhirat"


Mendengar jawaban Alvian membuatnya mengeratkan pelukannya.


Tak lama kemudian Bunga mengetuk pintu untuk memanggil mereka turun.


Mereka pun turun dan menuju meja makan.


Bunda memasak beberapa Janis hidangan, Bunda benar-benar memanjakan Fatimah.


Selesai makan siang, mereka bersantai di ruang tengah sembari menonton TV.


"Fa yakin udah mau ke butik, kan ada Bunga??" tanya Bunda


Bunda cukup khawatir dengan kondisi Fatimah karna memang dia masih seringkali merasakan sakit di area kepala.


"In Syaa Allah Bun, Fa cuma ngontrol aja kok.."


"Tapi ingat jangan terlalu lelah"

__ADS_1


"ia Bun....nanti klo Fa lelah kan ada Bunga dan Indah"


"Bunga sambil kontrol kak Fatimah, jangan sampai kelelahan" ujar Bunda


"hasiiiiap bude..."


"ih kamu ini udah bude bilang, panggil nya Bunda aja, jangan bude"


"hehehe"


tok..tok..tok


Tiba-tiba Pintu ada yang ngetuk


Biar Bunga yang buka


"Assalamualaikum"


"waallaikumusallam.. cari siapa mas?"


"Cari Alvian" jawab Hafidz yang masih berdiri di depan pintu.


"oh ya sudah masuk mas, sebentar saya panggil mas Alvian nya dulu"


Bunga pun menuju ruang tengah tapi ternyata Hafidz mengikuti nya.


"Mas nya duduk disitu aja, ngapain ngikutin saya"


"emangnya kenapa? gak boleh??"


Ternyata Bunga belum begitu paham jika Hafidz adalah kakak dari Fatimah sekaligus sahabat Alvian.


Hafidz tak mengindahkan perkataan Bunga, dia malah mendahului Bunga dsn menuju ruang tengah..


Bunga mengejar Hafidz


"Eh mas ini gak tau sopan san-...."


ucapannya tertahan, dia kaget karna nampak Hafidz sedang mencium punggung tangan Bunda


"Kenapa Bunga...??"


"Dia ini Hafidz, Kakak nya Fatimah sekaligus sahabat dari mas Mu.." tambah Bunda


"heee...Bunga gak tau" jawab Bunga sembari menggaruk tengkuk nya yang tertutup hijab


"Ya udah panggilkan mas Mu.."


Bunga memanggil Alvian ke atas, karna tadi Alvian langsung ke atas untuk memeriksa beberapa berkas pasien.


"Emang kalian belum kenalan??"


"Klo kak Hafidz udah sempat sich di ceritain soal Bunga sama kak Al, tapi kalau Bunga belum tau Bun" Fatimah bersuara


"lagian bukanya saling di kenalin..."


"dimaklumi Bun, kan kemaren semua pada sibuk masing-masing" balas Hafidz


"oh ya kak Hafidz ada perlu apa??"


"Mau ngajak Alvian main Futsal"


"oowwhh... ikut"


"boleh Yook... tapi nanti kecapean gak??"


"kan ada Bunga yang nemenin, boleh ya.." mohon Fatimah


"Kok tanya kak Hafidz, tanya tu ma suami"


Dengan susah payah Fatimah merayu Alvian, awal Alvian tidak mengizinkan, tapi bukan Fatimah jika tidak bisa merayu sang suami.


Dengan memasang wajah super imut serta menghujani sang suami dengan ciu-ma. Membuat pertahanan Alvian roboh...🀭🀭


🌟🌟🌟🌟🌟


Semoga Suka..πŸ€—πŸ₯°


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen.. Hadiah nya juga ya .. hehehe


Jazaakumullah khairon❀️❀️

__ADS_1


__ADS_2