
"Assalamualaikum..." salam Alvian dan Azzam bersamaan
"Waallaikumusallam..." jawab 4 wanita itu bersamaan (Fatimah, Bunda, Almeera dan bibik)
"tumben lama pulang dari masjid nya bi??" tanya Fatimah sembari mencium tangan sang suami dan mengambil sarung serta kopiahnya untuk di letak di nakas dekat TV. Alvian dan Azzam baru pulang dari menunaikan sholat magrib dan Isya di masjid
"Tadi ada diskusi mengenai bantuan untuk warga tidak mampu" jawab Alvian, Azzam pun bergantian mencium tangan Sang Umma dan nenek nya, lalu menyodorkan tangan nya ke Almeera
"apaan sih kak..."
"Kakak dan Abi pulang itu di cium tangan nya" oceh Azzam yang melihat Almeera asik dengan kucing kesayangannya.
Almeera beranjak mendekat ke sang Abi, langsung mencium tangan dan bergelendotan di tangan sang Abi, Melewati sang kakak dengan wajah di jelek-jelekan.
"Iih... liat tu Bi... gak salim dia sama Azzam..."
"Almeera....kenapa gak salim sama kak Azzam..."
"Males Bi.... Almeera masih jengkel sama kak Azzam..."
"kenapa...??"
"Biasa lah Bi..." Umma bersuara
"Sejengkel nya Meera sama kak Azzam, ingat dia adalah kakak Mu, tetap harus sopan" sang Abi memberi nasihat
Almeera pun beranjak mendekat ke Azzam, dan mencium tangan Azzam... "nak gitu baru adik yang baik..."
__ADS_1
"tu kan Bi....kak Azzam cuma mau ngeledek Meera..."
"Sudah.. Sudah...makan dulu, perdebatan nya kita lanjut nanti" ujar sang Nenek
Merekapun menikmati makan malam dengan tenang, hanya suara sendok yang terdengar sesekali. Selesai makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga
"Bi... besok Ziarah yuk.. kita udah lama loh gak ziarah ke makam adek Aisyah" Ajak Almeera
Aisyah Az-Zahra Almiera adalah anak ketiga dari Alvian dan Fatimah, tapi Allah berkehendak lain...Allah menyayangi Aisyah melebihi kasih sayang orang tua nya. Aisyah lahir secara prematur dan hanya bertahan dalam hitungan Jam... bahkan Fatimah belum sempat melihat sosok sang putri kecil nya.
Jika membahas Aisyah,. air mata Fatimah tak akan bisa dia bendung. mengalir begitu saja. karna itu semua meninggalkan trauma yang besar untuk nya, bagaimana tidak.. saat Fatimah sadar Aisyah kecil sudah terkubur. hanya Makam sang Putri kecil nya itu yang bisa dia saksikan.
"Umma...kok nangis??" tanya Almeera
"Mu sih dek... udah tahu Umma pasti akan nangis kalau bahas adek Aisyah"
"Umma gak papa... kita memang udah lama gak kesana....Umma kangen sebenarnya"
š š š
Pagi ini mereka sampai di makam Aisyah, bukan suatu makam yang berdindingkan keramik, atau bertuliskan nisan yang di ukir di atas batu marmer..Sebuah makam sederhana, dengan nisan kayu.
Ziarah kubur bisa di lakukan kapan saja, Tampa harus menentukan hari khusus. dan kembali lagi, ziarah kubur di lakukan untuk mendoakan dia yang telah lebih dahulu menghadapi kematian, bukan untuk berduka berkepanjangan.
"Bi.. kenapa makan adek Aisyah tidak di buatkan rumah seperti yang lain, Biar cantik??" tanya Almeera.
āRasulullah shalallahu āalaihi wasallam melarang untuk memplester kuburan, duduk di atasnya dan membangun kuburanā (HR Muslim)
__ADS_1
"Lalu bagaimana mereka yang mempercantik kuburan keluarganya??" tanya Azzam
"Rasulullah pernah bersabda dalam salah satu haditsnya:
Ā āTidak aku lihat pemandangan, kecuali kuburanlah yang paling menakutkanāĀ (HR. Ahmad). Ā
"Berdasarkan hadits tersebut, kuburan sejatinya memang dicirikan sebagai tempat yang menyeramkan" lanjut Fatimah
"Hal ini tak lain ditujukan agar orang yang melihat dan menziarahi kuburan dapat mengambil iktibar dari keadaan orang yang telah meninggal. Sehingga ia semakin bertambah ketakwaannya dan semakin mempersiapkan bekal dalam menghadapi kematian"
"lalu hukum nya apa??"
"membangun kuburan (mengijing) hukum asalnya adalah makruh ketika dibangun di tanah pribadi, selama tidak bertujuan untuk menghias dan memegahkan kuburan"
"Sedangkan jika kuburan berada di tanah milik umum, maka hukum membangunnya adalah haram dan wajib untuk dibongkar"
"dikecualikan ketika makam tersebut adalah makam ulama atau orang yang saleh, seperti para wali,maka boleh dan tidak makruh membangun makam tersebut agar dapat diziarahi oleh khalayak umum" Fatimah menjelaskan dengan begitu terperinci
Azzam dan Almeera mengagukan kepala, tanda mereka telah paham, kenapa makan sang adik tak mewah, tapi tetap terurus.
"Kita pulang ya.."
"iya Bi... " jawab Baby twins bersamaan
š š š
Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya...
__ADS_1
Jazaakumullah khairon..
Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an