Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Penyatuan


__ADS_3

Satu-satunya teman hidup Mu adalah Pasangan Mu.


Tidak Ada Persahabatan yang lebih hebat di antara dua Ruh..


Selain Persahabatan Suami Istri.


🌠🌠🌠


Pukul Lima sore Alvian dan Fatimah baru sampai dirumah.


Mulai Hari ini mereka sudah pindah ke rumah Alvian alias rumah bunda.


Intinya sama lah ya...hehehe


Alvian dan Fatimah langsung memutuskan untuk masuk ke kamar, lelah, gerah sudah menghampiri.


Fatimah melangkah kaki nya perlahan namun pasti. Alhamdulillah Fatimah sudah mulai bisa berjalan walau masih tertatih, itu salah satu alasan di resepsi tidak diizinkan berjalan, melainkan masih memakai kursi roda.


"Kak Fa mandi duluan ya, udah gerah banget"


"Bareng juga boleh..."


"mau nya.... Fa duluan" jawab Fatimah dengan terus menuju kamar mandi


Alvian terkekeh melihat tingkah sang istri


Cukup lama Alvian menunggu Fatimah,


"Fa udah belum..."


"ia kak sebentar.."


ceklek


"Udah..." ujar Fatimah yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan memakai kimono berwarna putih, dan kepala yang berbalut handuk


"buruan...Kakak udah kebelet" ujar Alvian yang sedari tadi memang sudah menahan ingin buang air🤭


Tak butuh lama untuk seorang Alvian mandi.


Alvian pun keluar dengan mengenakan kaos putih dan celana hitam dan saat keluar nampak Fatimah yang sudah mengenakan piyama berwana tosca duduk di meja rias dengan memang kipas kecil untuk mengeringkan rambut nya.


Alvian menghampiri Fatimah. Di letakan nya Sofa kecil tepat di belakang Fatimah. Alvian langsung mengambil posisi duduk bersila.


"Sini kak Al bantu.." ujar Alvian sembari mengambil alih kipas kecil itu


"kenapa gak pakai hairdryer..??"


"gak pernah..."


"kenapa, kan lebih cepat?"


"terlalu sering rambut di keringkan dengan hairdryer itu gak bagus kak, rambut bisa jadi kering dan rapuh..."


"OOOO...."


"Sini biar Fa aja, kakak istirahat.."


"Gak.. biar kakak aja" jawab Alvian dengan terus mengipasi rambut Fatimah sembari sesekali di cium nya aroma rambut sang istri.

__ADS_1


"Harum..." ujar nya


Fatimah hanya tersenyum melihat ulah sang suami.


Setelah di rasa cukup kering, Alvian menyibakkan rambut Fatimah ke leher kiri.


Tiba-tiba di pelukannya sang istri dari belakang dan di rebahkan kepala nya di pundak kanan sang istri.


Bergelendotan manja, menggoyang tubuh mereka ke kanan dan ke kiri.


Tak ada penolakan dari Fatimah, Fatimah malah menikmati sifat manja sang suami.


Di likir nya sang suami yang nampak terpejam


"Lelah ya...."


Alvian menjawab dengan gelengan dan itu membuat Fatimah merasa geli


"iih... jangan gitu, geli kak..."


"Kak... wudhu yuk, bentar lagi sholat magrib"


"Sebentar lagi ya, lagi PeWe"


"kakak PeWe... Fa PeGel"


Mendengar jawaban Fatimah, Alvian langsung mengangkat kepala nya.


Dan menghadiahi Fatimah dengan ciu-man di pipi kanan nya.


"Yuk...."


"Ayo...."


"Kita lanjutin nanti malam"


Mendengar ucapan sang suami Fatimah membuka mata nya lebar-lebar.


Dan langsung mengambil langkah 1000 menuju kamar mandi untuk Wudhu.


Tempat wudhu dan kamar mandi terpisah ya,.ada pembatas dinding kaca.


Selesai Wudhu Fatimah mempersiapkan perlengkapan sholat, dan baju Koko untuk sang suami.


Mereka melaksanakan sholat magrib di kamar, lalu menyempatkan untuk bertilawah bersama, sembari menunggu sholat Isya.


Selesai sholat Isya Alvian mengajak Fatimah Sholat 2 rakaat, Sholat Zifaf dimana disunahkan setelah ijab kabul.


Telat gak ya, kan mereka udah lama nikah nya???


Wallahu alam... mereka belum melaksanakan memang karna satu hal yang membuat mereka belum melaksanakan nya.


Sholat ini sunah, tidak semua pasangan pengantin melaksanakan, tapi Abi pernah bilang soal Sholat Zifaf ini, dan Alvian pun mempelajari nya.


"Sayang kita sholat Zifaf dulu ya.." ajak Alvian


Fatimah mengangguk kan kepala nya sebagai jawabannya.


Selesai melaksanakan sholat Zifaf, Alvian meletakan tangan kanan nya di atas Ubun-Ubun Fatimah dan membacanya doa

__ADS_1


"Allahumma inni as-aluka khaira-ha wa khaira ma jabaltaha ‘alaihi wa a-‘udzu bika min syarriha wa min syarri ma jabaltaha ‘alaihi"


“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya (istri) dan kebaikan apa yang Engkau ciptakan padanya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan apa yang Engkau ciptakan padanya.”


Selesai dengan doa nya, Alvian mencium Ubun-ubun Fatimah.


Entah kenapa Malam ini debaran di jantung Fatimah sekarang jauh lebih kencang di banding saat baru pertama kali ia tidur bersama Alvian di rumah Abi.


Fatimah lebih banyak tertunduk.


Alvian pun mengangkat dagu runcing Fatimah, di tatapnya ke dua mata itu dengan lembut setelah sejajar.


Dibukanya mukena Fatimah, Dibelainya lembut rambut panjang Fatimah.


Dari rambut beralih ke pipi, kini kedua tangan Alvian menangkup pipi Fatimah, rona merah nampak terpancar, menambah binar kecantikan di wajah Fatimah.


Siapapun yang memandang akan terpesona, Alis mata yang tebal,bulu mata hitam lentik, kulit wajah yang putih mulus Tampa celah, hidung imut, karna tidak pesek dan juga tidak terlalu mancung, dan bibir tipis yang ranum, sungguh perpaduan yang sangat sempurna Allah ciptakan.


Alvian mengagukan kepala nya, seakan memberi kode untuk Fatimah.


Fatimah membalas dengan anggukan kecil dengan malu-malu.


Mendapat izin dari sang istri, Alvian langsung membopong Fatimah ke atas ranjang.


Didudukan nya Fatimah di atas ranjang.


Alvian lalu membaca Doa.


"Bismillahil ‘aliyyil ‘azhim. Allâhummaj‘alhu dzurriyyatan thayyibah in qaddarta an takhruja min shulbi. Allahumma jannibnis syaithana wa jannibis syaithana ma razaqtani"


"Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Tuhanku, jadikanlah ia keturunan yang baik bila Kau takdirkan ia keluar dari tulang punggungku. Tuhanku, jauhkan aku dari setan, dan jauhkan setan dari benih janin yang Kauanugerahkan padaku."


Ditatapkan lekat Fatimah, dibelainya pipi Fatimah dengan sangat lembut.Terpancar senyum kebagaian dua insan itu.


Di ci-um nya Ubun-ubun Fatimah, lalu turun ke kening, lalu ke mata, pipi.


Lalu di satukan nya dua kening mereka, dengan hidung Meraka yang juga saling menyentuh.


Mendapat perlakuan yang sangat lembut itu membuat Fatimah memejamkan mata nya.


Seakan ada yang mengalir ke seluruh bagian tubuh Fatimah, Jantung nya berdebar sangat kencang. Alvian pun merasakan hal yang sama. Rasa yang sangat bergejolak.


Kini tangan Alvian meraba tengkuk jenjang Fatimah dan itu membuat Fatimahmerasa geli dan menggerakkan kepalanya, tak lama kemudian Alvian menge-cup lembut bibir ranum Fatimah, dengan sangat lembut dan dibaringkan Fatimah di ranjang lalu menutupi tubuh mereka dengan selimut.


Malam yang Indah pastinya untuk dua insan yang saling mencintai, menyatukan diri, mengharap keridhaan Illahi...


*****


Cukup sampai disini ya reader....


Sisa nya biar jadi urusan Alvian dan Fatimah...


hehehe


Author gak ikut-ikutan... hehehe


Semoga Suka..🤗🥰


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen.. Hadiah nya juga ya .. hehehe

__ADS_1


Jazaakumullah khairon❤️❤️


__ADS_2