
Umma, bunda Rianti, Bunda Syafitri dan Arafah berbincang bersama, dan pasti ada juga ibu2 komplek yang pada posisi masing2, sibuk dengan perbincangan masing2.
Abi dan yang lain juga. kadang laki2 gak mau kalah heboh juga Lo kalau lagu kumpul🤭
Fatimah, Indah dan beberapa remaja pun berbincang bersama, bersama anak anak
"Kak Fa... Laura pengen buah itu" tunjuk Laura salah satu anak dari rumah singgah yang sedang menjalani terapi untuk tumor. dan Laura duduk di kursi roda.
"Sebentar ya kakak ambilkan.... adek2 yg lain mau juga....??"
"mau kak...mau kak" sorak anak2 yang ada di hadapan Fatimah
Fatimah pun berdiri,. mengambil beberapa macam buah untuk di sajikan ke anak2..
Tampa dia sadari ada pasang mata yang mengamatinya, tersenyum melihat setiap aktifitas nya.
"Masih ragu??" bisik Hafidz yang melihat Alvian sedari tadi mata nya tertuju pada Fatimah
"Gue gak ragu sama dia, tapi gue merasa belum mampu.." jawab nya lirih tapi masih terdengar
Abi pun mendengar jawaban Alvian itu, dimana Abi tau maksud dari perkataan nya itu untuk siapa
Abi menyunggingkan senyum nya
Saat semua sibuk dengan candaan dan aktifitas lain, tiba2 ada sosok pria yang tak kalah gagah dan capek pastinya datang mengucapkan salam..
"Assalamualaikum..."
"Waallaikumsallam..." jawab semua tamu yg ada di ruangan itu
"Ustadz Ikbal... " sahut Hafidz dan lalu menghampiri Ikbal
"Maaf telat, masih ada kerjaan tadi.."
"Gak papa... yuk gabung"
"Hafidz ngundang ustadz Ikbal??" batin Alvian
"Ayah, Abi, kenalin ini Ustadz Ikbal..."
"Loh bal Sampai sini juga" ujar Fatih yang kaget dengan kedatangan Ikbal
Ikbal pun memberi salah ke Abi, Ayah Alif dan beberapa orang bapak2 yg bergabung dengan mereka
__ADS_1
"Mas yang ngundang kemaren.." jawab Hafidz
"Bi...ini Ikbal, dia teman Fatih, setiap akhir pekan ngajar tafis di pondok..." Fatih memperkenalkan Ikbal kepada Abi
ya ini adalah momen yang Fatih tunggu2.
"promosi guys..." bisik Hafidz ke telinga Alvian
Alvian tidak menjawab, dia hanya menghembuskan nafas nya
"huuffftt...."
"Masyaallah... teman Fatih??"
"ia Bi, klo hari biasa kerja disini Bi, kebetulan di perusahaan Expedisi yang salah satu langganan Fatimah..." Masih Fatih yg buka suara
"Masyaallah.. berarti kenal juga dengan Fatimah??"
"Ia Bi....eh saya panggil Abi atau Bapak??" tanya Ikbal yang memang bingung harus memanggil apa untuk Abi
"Abi aja, semua disini manggil nya Abi..."
"Kalau dirumah sakit baru pak dokter, hehehe" gurau Hafidz
"Baru bi... kebetulan saya baru di pindahkan beberapa bulan lalu, sebagai Kurir"
"Apapun pekerjaan kita semua itu selama baik halal In Syaa Allah berkah..." jawab Abi seakan tau maksud jawaban Ikbal
"Apapun yang Allah ciptakan di muka bumi ini semua itu memiliki manfaat, bahkan seekor nyamuk pun ada manfaat nya.."
Semua yang ada di hadapan Abi Fokus mendengar penuturan Abi
"ia... pernah gak berpikir, klo gak ada nyamuk, Dokter2 gak akan berguna, klo gak ada nyamuk, gak akan ada perusahan Anti nyamuk... pernah terfikir sampai disitu gak??"
Ada yang mangguk2 dan yg geleng geleng mendengar penuturan Abi
"begipun lalat....gak ada lalat, gak akan ada orang jual tudung saji, agar makanan mereka terhindar dari lalat, gak akan ada tuh lem anti lalat.."
"jika perusaan itu tidak ada,. bagaimana akan ada lapangan pekerjaan??"
"ia ya Bi..." ujar Hafidz sambil menganggukan kepala
"Gak ada kurir.. gak ada pesanan online, ya kan Bi" Alvian angkat bicara
__ADS_1
"betul..."
"Ingat....Rendah hati itu harus, tapi jangan rendah diri..."
"Bersyukur dalam sekecil apapun.... bergelimang harga bukan suatu kebanggaan, Pertanggung jawaban nya besar, Hisab nya besar... udah bener belum kita gunakan harta kita???"
"Ustadz Ridwan(pemimpin doa hari ini) Ustadz Fatih, dan Ikbal pasti lebih paham,. ya kan??"
"contoh nya Fatimah..saya selalu bilang saat dia memutuskan untuk buka usaha, Ambil lah keuntungan sekecil mungkin, selama itu cukup untuk menggaji karyawan, operasional dan sedekah...itu cukup, maka dari itu, harga baju di butik Fatimah, sangat mudah di jangkau"
"kenapa Abi jadi promosi??" tanya Hafidz
Semua yang ada rombongan itu pun tertawa...
"Bal...makan aja dulu yok... nanti sambung lagi bincang2 nya..".ajak Hafidz
Ikbal pun menurut dan menuju tempat yang Hafidz tuju.
Selesai menyantap hidangan Ikbal pun kembali bergabung dengan Abi dan yang lain,. berbincang receh tapi bermanfaat
Ikbal duduk pas di sebelah Alvian
"Udah lama ngajar di pondok??" tanya Alvian
"lumayan dok.."
"jangan panggil dokter, panggil aja Al.."
"hehe.. baik Al..."
"Kebetulan adik saya juga mondok di sana, jadi lebih tenang aja"
sembari ngobrol dengan Alvian, Ikbal beberapa kali melihat Fatimah dan Alvian tau Ikbal sedang melihat sosok wanita yg juga mencuri perhatiannya itu
Kalau di tanya bagaimana perasaan Alvian??
Hanya Alvian yang tau, di saat seseorang yg dia sebut di dalam setiap doa nya, ternyata ada laki laki lain juga yang menginginkan, di tambah lagi menurut nya Laki2 itu jauh lebih baik dari nya.
🌟🌟🌟🌟🌟
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen
Jazaakumullah khairon ❤️
__ADS_1