
Tidak ada yang sempurna...
Semua pasti memiliki kekurangan.
Umma Kianara adalah sosok Wanita Hebat.
Dalam Bisnis dia memadai.
Dalam Kehidupan Rumah tangga tak ada kurang nya sedikitpun
Dalam Agama Umma pun sangat paham.
Tapi semua pasti ada kurang nya.
Hanya saja Allah menutupi nya.
Berbeda dengan Fatimah
Fatimah dalam bisnis Ok
dalam Agama tak pernah bosan untuk belajar.
dalam urusan Dapur... jauh dari kata Bisa
Tapi semua manusia berhak untuk belajar.
Sama hal nya saat kita Bayi..
semua butuh proses dan harus belajar.
belajar berjalan.. belajar berbicara.
semua butuh proses belajar.
πππππ
Empat hari sudah berlalu.
Kaki Fatimah juga sudah tidak sesakit sebelum nya saat di gerakkan.
Fatimah baru selesai mengerjakan ibadah shalat Dzuhur.
beralih menuju meja rias, menyisir rambut nya.
sambil mendengarkan murottal.
Ceklek
Ada yang membuka pintu Tampa Fatimah sadari.
Siapa lagi kalau bukan Alvian.
Hari ini Alvian tidak begitu banyak pasien jadi memutus untuk pulang.
"Masyaallah..." batin Alvian yang melihat sang istri menggerai rambut nya.Hitam panjang dan sedikit bergelombang.
Di hampiri Fatimah yang sedang asyik dengan aktifitasnya, Tampa sadar ada yang sedari tadi memperhatikan nya.
"boleh kak Al bantu.."
"Astagfirullah...." ujar Fatimah yang kaget tiba-tiba ada suara
"Dikira kak Al hantu kali ya..."
"Ih kak Al yang salah.. masuk Tampa mengucapkan salam.."
"Udah kok... dalam hari" jawab Al santai
"Malaikat pun gak akan dengar kak..."
"Ya gimana, udah keburu terpesona melihat bidadari dikamar ini.." puji Alvian yang membuat pipi Fatimah menjadi merah
Entah kenapa Ada debaran yang sulit mereka kendalikan. ini adalah pertama kali Alvian melihat Fatimah tidak mengenakan Hijab nya.
Ada kecantikan yang Alami yang terpancar,
Kecantikan yang selalu Fatimah jaga.
Hanya dia lah bisa menikmati nya.
Begitu beruntung nya Alvian.
Fatimah yang menyadari Alvian yang menatap nya Tampa berkedip, membuat Fatimah malu dan menundukan kepala nya.
"Kalau ini kaki gak sakit, udah kabur "batin Fatimah
__ADS_1
Melihat tingkah Fatimah, Alvian malah tertawa kecil...
"Lihat kak Al..." sambil mengangkat dagu Fatimah
Dua pasang Mata itu pun saling bertemu.
"Kak Al mau ngapain??" tanya Fatimah dengan gerogi
"Emang kenapa, gak boleh, memandang istri sendiri, Halal Loh!!"
Tiba-tiba Alvian memerengkan Kepala nya, ingin di ke-cup nya pipi merah itu.
Dan itu membuat Fatimah memejamkan mata nya.
Dari yang awal nya berjarak 10cm- 5cm- dan 3cm
tok..tok.. tok
Suara ketukan pintu membuat Alvian menjauhkan wajahnya.
Alvian memutar bola mata nya.
sedangkan Fatimah membuang napas panjang "Huuuffttt..."
"Fa.. udah selesai??" Ternyata Umma
"ia Umma sebentar" Fatimah segera menggulung rambut nya dan memakai hijab nya
Alvian menuju pintu dan membuka nya
Ceklek
"Loh Al, udah pulang???" tanya Umma kaget yang melihat Alvian membuka pintu
"Udah Umma.. kebetulan ga banyak pasien"
"ya udah kalau gitu, Umma gak tau kalau kamu udah pulang, Umma turun kalau gitu"
Alvian penutup pintu dan menghampiri Fatimah yang sudah rapi dengan Hijab nya
Alvian memanyunkan bibir nya dan itu membuat Fatimah tetawa kecil
dan...
Satu ke-cupan mendarat di pipi kanan
"Kak Al..." kesal Fatimah sembari menyentuh pipi kanan nya
"weeek... " ejek Alvian
"Kak Al mau mandi, Fa siap-siap ya kita jalan-jalan siang ini" ujar Alvian berlalu menuju kamar mandi dan meningkatkan Fatimah dengan kekesalan nya
Fatimah malah geleng-geleng dibuat oleh tingkah sang suami.
Gak butuh waktu lama, Alvian sudah siap dengan pakaian kasual nya,
Celana katun hitam, kaos putih dan di tambah Jaket berwana Navy.
Fatimah melihat sang suami dari ujung kaki hingga kepala.
"udah.. terpesona nya, kak Al memang dari dulu tu di akui ketampanan nya" Alvian narsis
Dan itu membuat Fatimah melempar boneka yang ada di sofa.
"narsis...."
"Biarin..."
"emang kita mau kemana...??"
"Jalan-jalan... kan kita belum pernah jalan-jalan sebagai pasangan suami istri.."
π
Mereka sudah sampai di salah satu pusat perbelanjaan yang terkenal di jogjakarta.
Ternyata Alvian juga mengundang Indah dan pegawai butik
"Fa...." teriak Indah
Indah dan yang lain pun mendekati Fatimah mengungkapkan rasa rindu mereka.
Fatimah melirik Alvian, seakan bertaya.
"kok bisa??"
__ADS_1
Alvian hanya mengangkat kedua pundak nya
"mau disini aja atau mau makan??" tanya Alvian
"ya makan lah..."jawab Indah
"biar indah yang dorong" tambah indah, sembari mengambil alih tangan Alvian
Alvian tertawa kecil melihat tingkah mereka semua.
Mereka pun sampai di restoran yang memang sudah di boking oleh Alvian.
"Pak Al... makasih ya udah ketemukan kami dengan Bu Fatimah" ujar Nisa
Alvian membalas dengan anggukan dan senyuman
"Suami Bu Fatimah kasep" bisik salah satu dari mereka
"ia kan... cocok"
Fatimah yang mendengar itu membuat Fatimah melihat Sang suami.
Lagi-lagi Alvian hanya mengangkat ke dua pundak nya.
Cukup lama mereka berjalan jalan..
Mereka pun memutuskan untuk pulang, karna sudah mau magrib.
"makasih kak Al, udah traktir kami" ucap Indah
"ia pak makasih ya" ucap yang lain kompak
Alvian dan Fatimah sudah berada di dalam mobil
"Kak... kapan kita ke rumah bunda??"
"kok tiba tiba pengen ke rumah bunda??"
"ya pengen aja, bunda pasti kangen sama kak Al"
"bunda lebih kangen sama menantunya, setiap Hari nelfon Fa yang di tanyain"
"serius...??"
"berapa hari lagi kan terapi, kita ke rumah bunda ya selesai terapi, kebetulan kak Al gak ada jam praktek"
"boleh....."
Alvian pun melajukan mobil menuju rumah Abi
Sesampainya di rumah Abi dan masuk ke dalam rumah, teryata ada Hafidz
"wiich yang baru pulang jalan-jalan"
"ya Lo tadi di ajak gak bisa kan??"
"ya gimana, pasien gue masih banyak"
"gimana dek, jalan-jalan sama suami..hehehe"
"kalau mau tau rasanya, buruan nikah, trus ajak deh istri kak Hafidz jalan-jalan...weekk"
"owwhh... udah mulai kompak ya, ngeledek kakak nya..." ujar Hafidz dan tangan nya mau menjewer telinga Fatimah
Alvian melihat itu dan
"heh...heh... berani nyakitin istri gue, gue masukan koper loh...."
"Umma... Hafidz mau dimasukkan ke koper sama Al..." teriak Hafidz sembari menuju Umma
Umma yang melihat merek bertiga hanya geleng-geleng.
πππππ
Mohon Maaf Author telat UP nya.
Author sedang di beri nikmat sakit, jadi gak fokus.
Semoga ini jadi penggugur Dosa Author, dan Segera Allah berikan kesehatan
::::::;;;;;
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen.. Hadiah nya juga ya .. hehehe
Jazaakumullah khairoβ€οΈβ€οΈ
__ADS_1