Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Kamu Wanita Hebat Dan Kuat


__ADS_3

"Bukan Allah tak tahu kita sedih...


Tapi Allah Tahu kita Mampu dan Kita Kuat"


(Alvian Dharmawan)


🌠🌠🌠


Siang ini juga selesai Dzuhur Aisyah di makamkan.. sudah pasti keluarga besar Alvian dan Fatimah sangat berduka. Tapi jika yang pemilih Hidup dan Mati sudah berkehendak, maka kita Hambanya bisa berbuat apa?? walaupun kadang mudah berkata Ikhlas, Sabar.. lalu bagaimana dengan mereka yang belajar ikhlas dan Sabar??


Fatimah di jaga oleh Bunga, sedangkan yang lain ikut memakamkan Aisyah. Maut bisa datang Tampa mengenal batas umur, bahkan seorang bayi tanpa doa pun hanya Allah beri kesempatan bernapas dalam hitungan jam.


Alvian nampak lebih tegar, tak ada lagi air mata, entah memang tak ada lagi air mata, atau memang milih untuk menahannya.


seperti pesan Abi sebelum akan menuju pemakan, Aisyah kecil berada dalam dekapan Abi nya (Alvian) , dekapan pertama dan terakhir yang bisa sang Abi berikan kepada putri kecil nya.. nampak pucat tapi begitu cantik, putih seperti dia yang tak memiliki Dosa.


"Menangis lah, tapi ingat sewajarnya.... karna rasa sedih di tinggal orang yang kita sayang itu wajar, seperi Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas radhiallahu anhu bahwa ia berkata: Aku menyaksikan putri Rasulallah shallallahu alaihi wasallam dimakamkan dan Rasulallah shallallahu alahi wasallam duduk di atas kubur, dan aku melihat kedua matanya meneteskan air mata.” (HR. al-Bukhari)"


"Ingat.. sewajarnya, karna yang berlebihan itu Allah tidak menyukainya , Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairoh radhiallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda, “Dua hal yang ada pada manusia dan keduanya menyebabkan mereka kafir: mengingkari keturunan dan meratapi kematian.”(HR. Muslim)


Nampak penggali kubur telah selesai dengan tugas..Satu kecupan di kening untuk sang putri, kecupan terakhir. proses pemakaman pun berlangsung. Umma berada dalam pelukan Abi, Bunda Syafitri dan Bunda Zahra saling merangkul.. Semua saling menguatkan.


Kini mereka sudah dalam perjalanan kembali ke RSH.. Alvian berulang kali menarik nafas nya kasar. nampak kekhawatiran dari raut wajah nya yang sulit untuk di sembunyikan.


Berjalan memasuki koridor RSH, beberapa dokter dan perawat ikut merasakan kesedihan sang pimpinan RSH. apalagi Alvian dan Fatimah cukup ramah dengan staf-staf nya, bahkan sering berbaur. Setiap ucapan duka cita yang ia terima, hanya anggukan dan senyuman tipis yang bisa ia berikan.


Alvian sudah berada di depan kamar Fatimah, ada rasa ragu untuk masuk. gagang pintu sudah di genggaman, tapi enggan untuk dia putar.


"Cukup rahasiakan dulu, sampai kodisi Fatimah stabil" ujar Hafidz sambil merangkul pundak Alvian, berusaha memberi kekuatan. bukan ucapan sabar ataupun ikhlas yang keluar, tapi sebuah masukan, karna Hafidz paham, mudah untuk mengucapkan kata sabar dan ikhlas, tapi tak semudah itu dalam mempraktekkan nya.


ceklek


pintu kamar terbuka, dan nampak Fatimah masih nyenyak dalam tidur nya. dikecupnya kening sang istri.. "belum sadar??" tanyanya ke Bunga


"Tadi udah sempat sadar kak, tapi dokter menyarankan untuk istirahat"

__ADS_1


"Gimana...??" tanya Bunga tentang pemakaman


"Alhamdulillah lancar, gak usah di bahas dulu ya" ujar Hafidz


Tiba-tiba Fatimah membuka mata nya perlahan "Biy...."


"Hei udah bangun" jawab nya berusaha ceria "gimana, apa yang dirasakan??"


"Hubbiy dari mana, kok lama banget keluarnya, trus anak kita, semua baik-baik aja kan??"


"Aisyah... Hubbiy beri nama Putri kecil kita seperti yang Umma nya mau..." ujar Alvian dengan berusaha tersenyum menahan air mata nya


"Aisyah Az-Zahra Almiera.." lanjunya "cantik kan??"


Bukan jawaban, tapi Fatimah malah melihat wajah sang suami dengan lekat, nampak ada yang sang suami sembunyikan.


"kok diem.." sambil mencolek dagu Fatimah, mengalihkan nya dari pandangan, karna Alvian sadar, Fatimah pasti merasakan expresi yang ia berikan, dan Alvian tak akan mampu berbohong


"Ada yang Hubbiy sembunyikan?? semua baik kan??" dengan mata yang masih menatap mata Alvian


"Semua nya baik... kamu yang belum baik" Abi baru saja masuk ke ruangan


"Di tanya suami juga,. gimana nama nya, cantik kan??" tanya Hafidz


"Siapa tadi Biy...??" tanya Fatimah,


Alvian duduk di kursi yang tersedia di samping ranjang Fatimah.. dan sembari menggenggam tangan Fatimah " Aisyah Az-Zahra Almiera"


"cantik...cantik banget... dia Dimana sekarang??" tanya Fatimah dan sambil melihat ke setiap sudut ruangan, karna tidak nampak keranjang bayi


"Dia baik sayang... nanti kalau sudah waktunya kita akan lihat ya..."


"kenapa, kenapa dengan Aisyah...??"


"Sayang....kamu kan tadi harus melainkan secara paksa, dan kondisi Aisyah juga belum waktunya, jadi sabar ya" ujar Umma berusaha memenangkan

__ADS_1


"Fa mau lihat Umma... Fa mau lihat anak Fa, dia baik-baik aja kan??" tanya nya mulai khawatir dan penuh rasa penasaran


"Abi....mana handphone Umma, tadi Umma sempat foto Aisyah"


Umma pun membuka galeri foto nya, tadi Umma sempat mengabadikan Foto Aisyah sebelum di persiapkan untuk di kafani, karna bagaimana Fatimah pasti ingin tahu bagaimana wajah putri kecil nya


"Subhanallah Umma... kenapa Begitu banyak Alat medis di tubuh Aisyah...??" tanya nya khawatir


"Paru dan jantung Aisyah belum sempurna sayang, jadi harus di rawat dulu..." jawab Alvian


"Biy...bawa Umma kesana ya, aku mau lihat" pinta nya


"Sayang..." menggelengkan kepalanya "belum waktunya, luka kamu juga belum pulih"


"Tapi Biy..."


"manut ya....nanti jika sudah tepat waktu nya, kita akan lihat dia"


"iya kak.... sekarang kakak fokus untuk pulih dulu, nanti kita akan lihat Aisyah bersama ya" ujar Bunga


Fatimah hanya bisa mengangguk, memaksa pun percuma,. karna luka di perut memang belum bisa di bawa bergerak, nyeri nya sangat terasa.


"Azzam dan Almeera Gimana...??"


"Bunda udah pulang kok, jadi mereka bunda yang jaga"


"ya udah.. kami keluar, kamu istirahat, biar cepat pulih, dan kita lihat Aisyah" ujar Abi dan di ikuti oleh yang lain untuk keluar ruangan, hanya Fatimah dan Alvian yang berada di dalam ruangan.


Abi pun meminta yang lain untuk pulang, karna malam ini akan diadakan pengajian di kediaman Alvian, sebagian bantu-bantu disana untuk mempersiapkan acara pengajian, dan Abi juga mengingatkan Umma jangan lupa untuk mengundang anak panti. Sementara Abi di rumah sakit dulu, menggantikan tugas Alvian.


"Ini tidak mudah nak....tapi Abi yakin kamu Wanita hebat, dan Kuat, Allah percaya kamu Mampu..." ujar Abi sabil berlalu meninggalkan ruangan Fatimah


🌠🌠🌠


Makasih yang udah mampir di karya receh author... jangan lupa dukungan nya ya...

__ADS_1


Jazaakumullah khairon..


Sebaik-baik nya Bacaan itu adalah Al-Qur'an


__ADS_2