Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
pulang


__ADS_3

Pancaran kebahagiaan tidak bisa mereka sembunyikan.


Fatimah heran melihat keadaan sekeliling nya.


Semua mata seakan tertuju pada mereka.


Hafidz menyadari itu.


"Kamu itu lagi jadi artis di RSH.. jadi ya wajar kalau banyak yang merhatiin..hehehe" Ledek Hafidz sembari tertawa kecil


Mobil sudah terparkir di depan pintu masuk RSH.


Hafidz memasukan koper dan beberapa perlengkapan lain nya ke bagasi mobil dan juga kursi roda.


karna Fatimah sudah berada di gendongan Alvian.


Hafidz sudah duduk di kemudi dan Alvian mau menyusul duduk di samping Fatimah


"Maksud lo,. gue jadi supir ni??" dengan menaik naikan Alis nya


"Sekali kali...iya kali gue biarin istri gue duduk di belakang sendiri.." tetap mengambil posisi duduk di samping Fatimah, Tanpa menghiraukan Hafidz yang memasang expresi jelek nya itu


"Ok...lah yang sudah suami istri..." sembari memanyunkan bibirnya


"Ya.. udah buruan Lo juga cepet punya istri" balas Alvian sembari menjulurkan lidahnya puas


Bukan nya melakukan mobil untuk segera sampai rumah, Hafidz malah menoleh kebelakang dan memandang kedua sejoli itu dengan intens.


"kak...buruan, Fa pengen cepet sampai rumah"


gerutu Fatimah


"buruan kaaakkk... kami pengen cepet sampai rumah..ðŸĪŠ" kali ini dengan nada di imut-imutkan oleh Alvian


"Huufftt..." Hafidz membuang nafas panjang


"Awas ya Lo Al... nantikan pembalasan gue" ancam nya dan segera melajukan mobilnya


Jarak antara RSH memang tidaklah jauh, karna Abi memang memiliki rumah yang dekan dengan RSH.


Mereka sudah Sampai dirumahnya Abi dan sudah Ada seluruh keluarga besar menyambut.


Fatimah langsung di gendong dan di bawa masuk ke ruang tengah.


ke dua nenek nya menghujani Fatimah dengan Ciu-man tak ada hentinya.


Semua yang ada di ruangan itu hanya geleng-geleng.


"Ma..Bunda udah, Fatimah gak bisa terlalu lelah" ujar Abi menghentikan aktifitas mereka.


"kamu ini Dit mama dan bunda ini saking bahagianya" jawab Mama


"Ia Adit paham...tapi ingat gak cedera Fatimah itu di kepala Ma...nanti pusing gimana.."


"Astagfirullah bunda sampai lupa.." ujar sang nenek "pusing sayang??"


Fatimah menggeleng kan kepala nya.


"Fa mau kekamar?? tanya Umma

__ADS_1


Fatimah dengan cepat menggeleng kan kepala nya


"Fa bosen... dari kemaren cuma di dalam ruangan,. Fa pengen ke taman samping" ujar nya


"Al.. Lo bosen gak,,,,.3 bulan di ruangan Mulu, rumah sakit pula..??" tanya Hafidz


"Haus gue..." jawab nya ngasal yang tak sesuai pertanyaan Hafidz, lalu duduk dan meminum air yang sudah Arafah buatkan


"udah Al cuekin aja Hafidz.. ayo Abi antar ke kamar kalian ya.."


DEG...


"kamar kalian??" batin Alvian


" Umma mau bawa Fatimah ke samping.. " ujar Umma dan berlalu menuju taman samping bersama bunda Syafitri


"ayo Al..."


Masih ada rasa canggung menyelimuti.


Ya memang sich mereka sudah tiga bukan menikah, tapi bagaimana pun Fatimah baru mengetahui nya.


"Ayo Al...."


"eh... ia Bi..."


"Anggap aja kamar sendiri Al..." Ledek Hafidz


"Udah gak usah asik ngeledekin mereka, kamu kapan??" tanya Opa


"Hehehe..." sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu


Cekrek


Abi membuka pintu kamar


"Ini kamar Fatimah dan sekarang adalah kamar kamu juga alias kamar kalian"


"ia Bi.. makasih Bi.."


"pakaian kotor biar bibik yang urus"


Alvian membalas dengan anggukan dan lalu masuk ke ruangan kamar itu, sedang Abi kembali ke bawah


Kamar dengan nuansa Putih abu-abu, dan ada pustaka kecil disisi kanan kiri dekat pintu balkon..


Alvian meletakkan koper nya di dekat lemari dan lalu mendekati buku buku yang tersusun rapi.


Alvian tersenyum dan ada tawa kecil di dalam nya...membaca judul judul buku.


"Tenyata selain pandai mendesain, ini kegemaran nya"


"Buku adalah jendela ilmu, dan buku-buku yang kita baca pun mampu membentuk pola pikir kita.. dan kamu membuktikan itu dari karakter kamu Fa..." guman nya


tok..tok..tok..


"Den..."


"sebentar..."

__ADS_1


Alvian membuka pintu kamar


Ternyata bibik yang mengetuk


"emmm..."


"Saya bibik yang bantu di rumah ini den.."


"oh ya kenapa bik??"


"mau ambil pakaian kotor"


"oh ya sebentar Bik saya ambilkan"


Alvian pun mengambil kan beberapa pasang pakaian kotor nya.


Setelah memberikan pakaian kotornya ke bibik, bibik pun menuju ke ruang bawang untuk mencuci dan Alvian menyusul Fatimah yang masih di taman


"Al sini.." panggil bunda Syafitri


"enak disini, adem.."


Taman yang tidak terlalu luas, tapi ada beberapa aneka tanaman sayur dan buah, karna memang Umma hobby berkebun.


"Bunda gak papa kak Al disini dulu??" tanya Fatimah saat Alvian sudah ada di samping Bunda


"pengen nya sich kamu segera pindah ke rumah bunda,.. tapi bunda Pahan kok, Fa disini aja dulu, bunda ada yang nemenin kok, ada anak Paman kalian yg udah nemenin selama Alvian fokus di RSH.."


"Maafin Fa ya Bun, Fa malah ngerepotin.."


"gak ada yang di repotkan dan merepotkan kan"


Waktu begitu cepat berlalu, semua sudah pulang ke rumah masing-masing, kecuali Arafah.


Fatimah dan Alvian sudah ada di dalam kamar.


"hmm.. Fa udah mau tidur??" tanya nya sedikit Canggu


"Belum kak... Fa pengen ke balkon"


Alvian pun mendorong kursi roda dan membawa Fatimah ke balkon.


Angin cukup semilir, membuat tubuh itu terasa dingin.


Alvian masuk ke dalam dan mencari selimut di dalam lemari, karna bukan lemari nya jadi agak kesulitan tata letak nya .


Akhirnya setelah membuka beberapa bagian lemari, Alvian menemukan yang di cari.


"nah ini dia"


lalu menuju balkon dan menyelimutkan selimut itu ke tubuh Fatimah.


"Biar gak dingin" ujar nya sang melihat ekspresi kaget Fatimah


🌟🌟🌟🌟🌟


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen


Jazaakumullah khairo

__ADS_1


__ADS_2