Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
Wanita strong


__ADS_3

"Bagus Caption nya..."


Fatimah tersenyum dengan komentar sang suami.


"Pengingat diri" jawab nya


"Sayang bukankah Pakaian hitam identik dengan dipakai saat ada yang meninggal??"


Bunga yang mendengar pertanyaan Alvian pun ikut nimbrung menghampiri mereka.


Fatimah menatap Alvian dan Bunga dengan senyuman di balik cadar nya.


"Berpakaian modis seakan jadi impian, Berpakaian tertutup di anggap Kuno, Bercadar di bilang *******, Berpakaian serba hitam di bilang ngelayat atau ziarah, ya begitulah dunia saat ini"


"Padahal berpakaian tertutup, berpakaian berwarna gelap, itu adalah contoh dari Sayidah Fatimah Az-Zahra, wanita yang di jamin surga nya"


"bahkan saat akan keluar rumah, dia akan mewarnai pakaian dengan sarang laba-laba agar Tampa kusam, dan itu semua di ikuti oleh Wanita-wanita di Tarim... mereka mengikuti cara berpakaian Sayidah Fatimah Az-Zahra"


"Meskipun tak mampu menjadi semulia Sayidah Fatimah Az-Zahra sang ratu bidadari surga, setidaknya berusaha meneladani meski hanya sedikit saja"


"ingin seperti Sayidah Fatimah Az-Zahra, seperti Kak Fatimah, Kak Arafah, Umma, tapi Bunga belum siap kak, mendengar cibiran orang-orang..."


"Gak harus kok, kan itu sunah, yang terpenting kita kerjakan yang wajib nya, yaitu menutup aurat sesuai syariat, seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan, soal hati.. dengan sendirinya In Syaa Allah akan menyesuaikan nanti nya" Ujar Fatimah sembari mengelus kepala Bunga yang tertutup hijab


Puas berjalan menikmati pemandangan di sawah, mereka pun pulang, karna Fatimah juga sempat merasakan nyeri di kepala nya.


Saat di ruang Bunga menyibukkan diri dengan membantu di toko. Fatimah merebahkan diri di kamar, sebenarnya dia tidak mau, tapi Alvian memaksa.


Sejak menikah Alvian memang belum pernah memposting kebersamaan nya dengan Fatimah, entah kenapa tiba-tiba Alvian membuka aplikasi sosmed. Lalu menscroll Handphone nya, Alvian memilih salah satu foto Fatimah yang dia abadikan di dalam handphone nya.



Dengan Caption


"Terimakasih Karna Engkau telah menjaga diri Mu, Menjaga Ku, Menjaga Abi dan Saudara Laki-laki Mu, serta anak-anak laki-laki kita kelak dari Azab api neraka"


Selesai memposting Alvian menge-cup lembut kening Fatimah saat sedang tertidur di sampingnya.


Hari ini tiba saat Alvian dan Fatimah harus segera kembali ke Jogja.


"Kak Fa yakin Bunga gak perlu ikut..??"


"Gak usah, acara lamaran sebentar lagi, Ada Indah kok.."

__ADS_1


Mereka pun berpamitan. Alvian melajukan mobil nya menuju Jogjakarta.


Jam dua siang mereka sampai di rumah, di sambut oleh sang Bunda.


Bunda meminta Fatimah untuk istirahat dulu, karna sangat paham kondisi Fatimah, pasti lelah.


Malam pun belalu. Alvian sempat ngobrol dengan Abi soal rencana dimana besok akan ada rapat pengumuman dia sebagai pengganti sang Abi di RSH. Abi juga membahas lamaran Hafidz untuk Bunga.


Pagi ini Alvian mengantarkan Fatimah ke butik


"Hubbiy kok wajah nya tegang gitu??"


"Hubbiy deg deg kan, apa Hubbiy mampu??"


"Bismillah...Abi menentukan semua itu pasti karna Abi yakin dengan kemampuan Hubbiy.."


"Doain ya..ya sudah Hubbiy berangkat, sayang jangan sampai kelelahan, nanti Hubbiy jemput" pamit Alvian tak lupa rutinitas saat pamitan, mencium tangan, menci-um kening. selesai dengan rutinitas itu Alvian berlanjut menuju RSH.


Fatimah pun masuk ke butik..setelah mobil yang Alvian kendarai tak nampak lagi.


"Assalamualaikum.."


"waallaikumusallam....Bu Fatimah.." jawab Nisa


"Alhamdulillah.. semoga kedepannya lebih baik lagi.. doain ya.."


"Aamiin"


"ya sudah saya masuk ke ruangan dulu ya"


Sampai di ruangan, langsung di sambut oleh Indah


"Loh udah sampai aja Bu Bos, Gimana liburannya??"


"Alhamdulillah... kapan2 kesana ya" jawab Fatimah sembari berjalan menuju meja kerja nya.


"Bunga gak balik? kok gak nampak??" tanya Indah heran yang tidak melihat Bunga


"Libur untuk dua pekan ini, lagi ada yang disiapkan.."


"gak ada masalah kan Fa??"


"Gak ada..." Ada rasa ragu untuk menyampaikan kabar soal Hafidz melamar Bunga, walau Indah tidak memberi tahu perasaan terhadap Hafidz, tapi Fatimah bisa melihat dari sorot mata Indah setiap berbincang dengan Hafidz

__ADS_1


"Kak Hafidz melamar Bunga kemaren" Ujar Fatimah memberanikan diri untuk memberitahu Indah


"Apa...??" tanya Indah kaget dengan mulut nya yang terbuka lebar, lalu dengan cepat dia tutup dengan tangan nya


"ia.. kak Hafidz melamar Bunga kemaren pas di Semarang, kak Hafidz ikut ke Semarang" Ujar Fatimah dengan menatap sendu sang sahabat


Indah hanya bisa terdiam, ada rasa sesak menyelimuti dada nya, ingin menangis tapi tak mungkin


Fatimah mendekati Indah..duduk didepan meja Indah, di genggaman nya tangan sang sahabat dengan erat.


"Yakin... Allah sedang mempersiapkan jodoh terbaik untuk Mu..."


"Kenapa Fa bilang gitu???"


"Indah sayang... kita udah sahabat bertahun tahun, kamu memang gak pernah bilang gimana perasaan mu dengan kak Hafidz, tapi aku bisa lihat, ada harapan di dalam nya"


"Huuuffttt..." Indah menghembuskan nafasnya


lalu tiba-tiba...


'huaaa...huaaa.." Indah menangis seperti anak kecil yang kehilangan permen yang di rebut oleh teman nya


"gagal punya suami dokter... huaa....."


Mendengar penuturan Indah membuat nya menepuk jidat nya.


"Semoga segera Allah datang kan dokter ganteng lain nya" ucap nya sambil menghapus air mata nya.


Patah hati sudah pasti, Indah pun tidak bisa menyembunyikan dari Fatimah. Tapi begitulah Indah.. menguatkan diri sendiri dengan kata-kata nya sendiri.


"Indah.. aku tu khawatir, kenapa malah bercanda" kesal Fatimah


"Fa... aku gak papa... seperti yang kamu bilang, Allah sedang mempersiapkan jodoh yang jauh lebih baik, dari penilaian Allah.."


"Gak dapat dokter, anak presiden juga boleh lah...hehehe" tambah nya sambil menghapus sisa air mata di pipi nya


"Huuuffttt... kamu tu wanita super strong ya..."


Sedih sudah pasti, karna selama ini Indah memang menyimpan rasa kepada Hafidz. Mungkin ini yang dimana rasa cinta yang salah, salah karna hadir di waktu yang tidak tepat, salah karna memiliki rasa untuk seseorang yang belum tentu memiliki rasa pula untuk nya.


Menangi dalam diam, mencoba ceria, itulah Indah.... walau sudah pasti sakit itu tidak akan semudah itu terobati,. apalagi yang akan menjadi istri Hafidz saat ini adalah rekan kerja nya.


"Ya Allah... kok sesak ya.. kuatkan ya Allah" batin Indah

__ADS_1


__ADS_2