
"Masyaallah... boleh master langsung di perkenalkan"
"Dia adalah Dokter Spesialis Jantung di RSH, Dr. Alvian Dharmawan.."
Alvian pun berdiri dan menangkup kedua tangan memberi salam perkenalan kepada semua.
"Wah....Master seperti nya kalau jauh nih.." Canda Dr.. Hermawan
Mendengar candaan Dr. Hermawan membuat tawa renyah menghiasi ruangan itu.
"Wah jelas lah.... kalah jauh, saya udah kakek-kakek loh,.. hahaha"
"hahaha... Master kota sudah kakek-kakek ya" balas Dr. Hendro "Oh ya Dr. Alvian silahkan naik" pinta Dr. Hermawan
Alvian pun naik ke atas podium, banyak mata memandang kagum, dan di sudut lain juga ada yang sedang merasakan sesak di dada nya.
Siang ini masih agenda Memberi motivasi, bahkan ada juga sesi tanya jawab, mulai dari sistem rumah sakit, sampai hal pribadi, tapi masih pada titik kewajaran.
Acara berlanjut setelah sholat Asha. dan di sesi ini adalah sesi acara memberikan apresiasi untuk para dokter.
Alvian dan Hafidz masuk dalam Dokter Muda Berdedikasi tinggi. dan banyak lagi penghargaan yang di berikan untuk para dokter.
Acara pun selesai sebelum waktu Magrib datang.
"Biy....ke toilet dulu yok..."
"Gak di kamar aja.."
"Udah gak bisa di tahan, AC nya dingin banget lagi"
"Ya udah.. Yook..."
Alvian pun mengantar Fatimah ke toilet dan Alvian menunggu tidak jauh dari toilet, iya kali Alvian nunggu di depan pintu toilet, gak banget kan..ðŸ¤
Saat Alvian sedang asik dengan benda pipih yang ada di genggaman nya, ada suara yang memanggil nama nya
"Alvian..."
"Aurel...,.ada apa??"
__ADS_1
"jadi benar wanita bercadar itu istri kamu..??"
"maksudnya?? gak mungkin lah aku ngaku-ngaku wanita yang gak ku kenal sebagai istri.."
"Apa istimewanya dia...???" Dan tepat saat pertanyaan itu datang, Fatimah keluar dari toilet dan menuju ke arah Alvian duduk dengan ada seorang wanita berdiri di depan nya
"Keistimewaan...?? Semua Wanita di dunia ini istimewa...Islam menempatkan wanita sebagai makhluk paling mulia yang harus dijaga. Allah SWT menciptakan wanita beserta keindahannya dari ujung kepala hingga kaki. Keindahan itu bukan hanya dinilai dari fisik saja, melainkan juga hati dan pikiran. Layaknya perhiasan, haruslah dijaga dan dirawat"
Fatimah memilih diam diposisinya tapi bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.
"Alvian aku sudah pernah kan menyatakan perasaan ku Sama kamu...?? kenapa kamu menolak ku?? apa karna dia bercadar?? aku juga bisa seperti dia.."
Alvian menghembuskan nafasnya kasar lalu berdiri.
"Apapun alasan ku, itu bukan urusan kamu, dan kamu juga tidak berhak tahu..."
"Tapi Alvian..aku rela berubah seperti dia.."
Alvian tertawa kecil mendengar penuturan Aurel
"Aku Serius Alvian.."
"Apa hebat nya dia Alvian... karna bercadar?? Alvian Sekarang banyak wanita bercadar hanya mengikuti tren, tapi nyata nya ilmu agama kosong"
"Dr. Aurel.. dari tadi saya dengar anda mempertanyakan cadar... Cadar bukan lah bukti dari kadar keimanan seorang wanita. Ya betul, banyak wanita bercadar mereka untuk menutupi kekurangan-kekurangan nya.. bahkan mungkin Untuk menutupi aib nya, dan ada juga yang sekedar mengikuti trend"
"sama halnya seperti saya... saya bukanlah wanita yang di jamin surga oleh Allah... Dosa saya sangat banyak, bahkan belum bisa di bilang wanita yang taat.. tapi satu hal yang saya tahu, saat ini saya sedang belajar mengikuti suri tauladan nya seorang wanita yang Allah jamin surga nya., saya sedang belajar menjadi taat.. dan cadar ini adalah pengingat untuk saya, agar saya bisa lebih Istiqomah untuk taat..dan menjaga Malu"
"Mengenai niat setiap mereka yang mengenakan cadar, biarlah itu jadi urusan dirinya dan Allah.. selama dia tidak menyalahi aturan.. saya tahu.. di luar sana banyak nyinyiran tentang wanita bercadar.. bahkan tak jarang membandingkan dengan wanita yang terang-terangan memamerkan lekuk tubuh nya"
"kamu nyindir saya?? jangan jadi wanita sok suci"
Fatimah tertawa kecil... "Anda tersindir?? Menutup aurat wajib untuk seorang muslimah, dan itu bukan karna dia sok suci, melainkan karna dia sedang belajar taat..dan doakan agar bisa Istiqomah"
"Berubah itu mudah...tapi Istiqomah itu sangat sulit, karna Syaiton tidak akan tinggal diam"ini
"Seorang wanita yang membuka tutup cadar nya, lebih baik dari seorang wanita yang membuka tutup aurat nya"
"Biy... sepertinya pembicaraan kita cukup ya, Lelah" Alvian mengangguk
__ADS_1
"Aurel kami permisi, dan Sekali lagi saya tegaskan, dari awal hingga kedepannya nanti perasaan saya gak pernah berubah"
Alvian dan Fatimah pun beranjak untuk pergi, dan apa yang mereka bicarakan tadi ternyata juga sempat di dengar oleh beberapa orang yang lalu lalang.
Aurel mengibaskan tangannya lalu berlalu pergi.
Sesampainya di kamar hotel, Fatimah memilih langsung membersihkan diri dan bersiap untuk sholat magrib berjamaah dengan sang suami.
Selesai dengan Sholat nya, Fatimah sedikit nampak sendu,. Alvian bisa memahami kejadian tadi pasti membuat tidak nyaman.
"Afwan..."
"Kenapa tiba-tiba minta maaf, emangnya Hubbiy ada salah apa..??"
"soal kejadian tadi..."
"Biy...aku percaya suami ku mampu menjaga diri dari godaan-godaan yang akan datang"
"Wanita adalah makhluk yang Allah SWT diciptakan dengan penuh keistimewaan. Dalam pandangan Islam, wanita sangat dijaga kehormatannya dan memiliki kekhususan dalam berbagai hal. Wanita merupakan makhluk yang tercipta dengan dua sisi"
"Sisi pertama, ia akan mampu menjadi bagian terbaik dalam kehidupan, jika ia pandai dalam menjaga kehormatannya. Sisi kedua, wanita dapat menjadi sumber ujian. Dengan segala keindahannya dapat menjadi bencana jika disalahgunakan untuk hal-hal yang dilarang oleh Allah"
"Ujian terberat untuk seorang perempuan adalah ujian harta, perempuan mudah tergoda dan goyah pada harta, Sementara itu, ujian terberat bagi seorang laki-laki adalah Wanita"
Alvian tak menjawab malah lebih memilih untuk memeluk sang istri.
"Dia cantik Biy..." lirih Fatimah, mendengar itu Alvian langsung melepaskan pelukannya
"Trus kenapa...??"
" dia rela berubah demi Hubbiy..."
"cemburu ya...??" goda Alvian
"Wanita mana yang tidak cemburu, ada wanita lain yang rela berubah demi seorang laki-laki"
"akan lebih mulia jika dia berubah lebih baik karna Allah...kita doakan semoga Aurel segera mendapatkan hidayah, bisa menjadi muslimah yang lebih baik karna Allah..." balas Alvian
"Aku bukan lah laki-laki yang sempurna, tapi Engkau adalah penyempurnaan itu, lalu apalagi yang Aku cari...???" Ujar Alvian dengan menatap kedua mata bening dan menduhkan itu, mata Istri tercinta nya
__ADS_1