Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
mengantar Bunga


__ADS_3

Bunga sedang berhenti membeli buah yang akan dia bawa ke rumah Abi nya Fatimah dan Saat membeli buah tidak sengaja Hafidz yang kebetulan baru pulang dinas, Alvian sudah mengganti kan nya, melihat Bunga yang sedang asik memilih-milih buah.


Hafidz pun memarkirkan mobil nya.


Hafidz langsung keluar dari mobil dan menghampiri Bunga.


"Mang gak ada yang lebih seger apel nya??" tanya Bunga ke pedagang


"Bunga..." sapa Hafidz


"eh mas Hafidz... mau beli buah juga??"


"Gak sich, kebetulan baru pulang dinas dan nampak kamu.."


"oh iya ni Bunga lagi beli buah untuk kak Fatimah.. kebetulan kak Fatimah lagi di rumah Abi, Bunga mau antar Desain untuk dikoreksi"


"naik apa??mana mobil Fatimah??"


"Bocor mas.. tu Naik ojek" sambil menujuk tukang ojek yang sedang menunggu Bunga dengan setia.


Sesetia author 🤭


"Bareng mas aja kalau gitu, satu arah kok, kan mas ngelewatin rumah Abi..."


"gak usah mas. ngerepotin loh"


"gak..." Hafidz lalu menuju ke tukang ojek dan meminta tukang ojek untuk tidak menunggu Bunga, dan Hafidz juga membayar ongkos ojek nya


"mas Hafidz ni,.gak perlu loh.. kan jadi ngerepotin"


"Gak Sama sekali,.udah belum milih buah nya??"


"ini aja mas..." ujar Bunga sambil memberikan beberapa macam buah yang ingin ia beli.


Bunga pun membayar buah yang ia beli.


"yuukk.." ajak Hafidz


Bunga pun mau gak mau naik ke mobil Hafidz, ya mau gimana lagi, mas ojek nya sudah di suruh Hafidz pergi, tinggal mas Hafidz yang tersisa... hehehe


"kok jam segini udah pulang mas??" tanya Bunga memecah kesunyian


"lembur tadi malam, ni udah di gantikan sama Alvian"


"oh ya jadi mau pulang ke Semarang??"


"di tunda, karna Kondisi kak Fatimah lagi gak memungkinkan kata mas Alvian"


"Fatimah ngedop lagi??"


"Bunga juga gak bergitu paham mas, dan gaj berani banyak tanya juga,.kata Bunda sih ada hak sensitif"


"kok Al, gak ada cerita ya" gerutu Hafidz tapi masih bisa Bunga dengar


Mereka pun sampai di kediaman Abi.


Bunga yang kebetulan juga sudah lumayan akrab dengan Abi dan Umma pun sudah tidak canggung, Bunga langsung mendatangi Fatimah sesuai instruksi Umma


"Umma masak apa?? Hafidz lapar"


"oh lajang Umma lapar, tu Umma baru selesai buat pepes ikan dan ada sayur capcai"


"Hafidz makan duluan ya..."


"yok Umma temenin..."

__ADS_1


Bunga dan Fatimah membahas Desain di mushola rumah, kebetulan Fatimah baru selesai sholat Duha.


Hafidz pun makan di temani Umma, dia tidak tahu bahwa ada Arafah, karna kebetulan Arafah sedang dikamar menidurkan Adam. Sedangkan Abi dan Fatih sedang keluar.


"kok bisa bareng sama Bunga??"


"gak sengaja ketemu di jalan tadi Umma..."


"belum bisa move on sama yang lama??"


"kok Umma tiba-tiba bahas itu??"


"jawab aja..."


"ya udah lah Umma, ngapain ingat-ingat yang berlalu..."


"Alhamdulillah... semoga segera di pertemukan dengan sang jodoh..."


"Umma bisa aee...."


"doa itu di aamiin kan Hafidz..."


"iya..iya... Aamiin..."


Hafidz sudah selesai makan dan merebahkan tubuhnya di sofa ruang tengah.


Fatimah dan Bunga juga sudah selesai.


"Sudah...??" tanya Umma


"Sudah Umma... tinggal proses"jawab Fatimah


"Bunga makan dulu gih.." Umma menawarkan


"makasih Umma, Gak dulu Umma, Bunga mau lanjut ke butik dulu.."


"biar pesan ojek online aja..."


"Gak usah, biar mas antar" ujar Hafidz yang membangun tubuh nya yang memang terasa lelah


"gak usah mas.. merepotkan, ini kan beda arah"


"gak papa..."


Fatimah dan Umma saling pandang dengan sikap sigap nya Hafidz tehadap Bunga


"Rezeki gak boleh di tolak loh..." ujar Fatimah meyakinkan Bunga


"kasihan mas Hafidz nya harus puter balik.."


"Udah ayook..." ujar Hafidz lalu berpamitan dengan Umma


Fatimah mengepalkan tangannya tanda memberi semangat


"Fa kenapa kayak gitu...??"


"semangat Fa dukungan..."


"sok tau aja.."


"tau Donk... Fa ini kan adek nya kak Hafidz, jelas Fa tau..." ujar Fatimah dengan nada menggoda sang kakak


Hafidz dan Bunga pun sudah berada di dalam mobil menuju butik


"Mas Hafidz tu seharusnya bisa istirahat loh"

__ADS_1


"Gak papa, ikhlas kok.."


"emang gak ada yang marah ya??"


"marah...kenapa dan siapa??" Hafidz tahu arah pertanyaan Bunga tapi pura-pura tak paham


"mas Hafidz ni pura-pura gak paham atau memang gak paham...??"


Hafidz hanya mengukir senyuman mendengar ucapan Bunga seolah tahu isi pikiran nya.


"Alhamdulillah udah sampai" ujar Hafidz yang sudah sampai di depan Pintu Butik


"Alhamdulillah....mas gak mampir??"


"gak usah langsung aja, Bunga juga pasti banyak kerjaan kan..."


"iya juga sich.. ya udah makasih ya mas,. hati-hati di jalan"


"eh tunggu....mas bisa minta no Hp Bunga??"


Bunga sejenak berfikir..


"mana HP mas...??" Bunga meminta Handphone Hafidz, setelah diberikan Bunga pun mengetik no Handphone nya


"Ini...."


"ok...mas save ya.... Syukron...."


"Afwan... kalau gak salah sih Afwan kan jawab.. hehehe"


Hafidz mengagukan kepala tanda membenarkan pertanyaan Bunga.


"Pernah di ajarin sama kak Fatimah, ya udah Bunga masuk dulu kak... Assalamualaikum"


"waallaikumusallam"


Bunga pun keluar mobil lalu memasuki gedung butik. Hafidz melihat Bunga masuk baru lah ia melajukan mobil nya


"Semoga dia lah orang nya.." guman Hafidz


Di dalam butik, Bunga langsung menuju ruangan Fatimah yang sekarang hanya ada dirinya dan Indah.


"Gimana udah...??"


"udah kak, ini.. yang perlu di perbaiki juga sudah di perbaiki sama kak Fatimah"


"Alhamdulillah kalau gitu, langsung kita serahkan sama bagian produksi"


Tiba-tiba Handphone Bunga berdering, ada telfon dari bengkel, yang menginformasikan bahwa mobil nya sudah beres, dan akan di antar ke alamat butik.


"loh jadi kalau tadi bocor, Bunga naik apa Donk??"


"Tadi nya naik ojek, dan pas lagi beli buah ketemu mas Hafidz jadi Baren mas Hafidz, dan tadi juga di antar sama mas Hafidz"


"kak Hafidz bolak-balik antar Bunga...??"


"ia...baik banget kan... beruntung nya yang jadi istri nya nanti" jawab nya sambil merapikan file-file desain


"Kayaknya bener deh kak Hafidz punya perasaan sama Bunga..." guman Indah yang samar-samar terdengar oleh Bunga


"kak Indah bilang apa barusan??"


"hmmm....kamu salah denger kali, aku diam aja kok"


"owh.. ia kali ya..."

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan pekerjaannya masing-masing.


__ADS_2