
Fatimah dan Indah pun menuju arah luar untuk membeli minuman.. kebetulan lokasi jual minuman di dekat jalan, sedangkan yang mereka kunjungi tadi itu penjual pakaian, pernak pernik dan hiasan
Alvian pun sudah sampai, berusaha mencari Fatimah sesuai instruksi yang Fatimah berikan..
ya sebelumnya Alvian sudah menghubungi Fatimah.
Mobil nya di parkiran di tepi jalan..mata nya mencari cari seseorang yg sudah tidak sabar ingin ia beri tahu kabar bahagia
Indah asik membeli anek minum
Fatimah pun sibuk mencari seseorang yang akan ia temui saat ini, yang akan memberi tahukan ia akan sesuatu
Saat mata nya sedang mencari cari, tiba tiba Fatimah melihat dari seberang jalan besar ada seorang anak kecil yang menyebrang jalan lintas sendirian, dan tidak jauh dari sana Fatimah pun melihat ada mobil yang sedang melaju kencang..
Entah apa yang dia pikirkan saat itu, Fatimah langsung berlari sekencang mungkin..
Dan Alvian pun melihat Fatimah yang sedang berlari.
"Fa..." teriak nya
Fatimah tidak mendengar, Fatimah terus berlari ke arah anak kecil itu
yang membuat Alvian kaget, Alvian melihat ada mobil yang melaju dengan kencang, itu adalah mobil yang sama yang Fatimah lihat.
"No.. Fa..Nooo..." batin Alvian meronta melihat kekasih hati nya berlari
Ia pun ikut berlari mengejar Fatimah
Fatimah Tanpa pikir panjang, di mendorong anak kecil itu.. anak kecil itu selamat, tapi naas...belum sempat ia untuk menepi....
Brakkk...
Tubuh ramping itu terpelanting
"FAAAAAA....." teriak Alvian
Semua mata tertuju pada suara hantaman keras itu..
lutut Alvian seakan kaku.. menyaksikan kekasih hati nya, di hantam mobil begitu keras di depan mata nya..
Air mata nya tumpah..
Banyak mata mendatangi Fatimah
Dengan sisa tenaga Alvian berusaha mencapai di mana Fatimah terbaring
Alvian Tampa pikir panjang di angkat nya kepala Fatimah di pangku nya kepala Fatimah.
Fatimah yang hari ini memakai baju berwarna abu abu.. membuat darah itu nampak membasahi pakaiannya
"Fa.. bangun Fa... Fa bangun" bentak Alvian
Alvian berkali mengguncang tubuh Fatimah, tapi tak ada reaksi.
"FAAA BANGUUUN..."
__ADS_1
Tampa sadar di cium nya kepala Fatimah yang masih tertutup hijab itu berkali kali..
"Fa.. kakak mohon Fa... bangun Fa..."
"FAAAAAA......" teriaknya frustasi
indah yang melihat kerumunan itu pun menuju kerumunan itu, dan saat melihat Fatimah bersimpah darah minuman ia ia genggam pun ia jatuhkan dengan kasar
"Kak.. Fa kenapa kak..."
Alvian Tampa bicara menyerahkan kunci mobil kepada Indah...
di gendong nya tubuh ramping itu menuju mobil, banyak mata memandang gak ia pedulikan.
indah pun mengikuti Alvian..
saat sampai di Mobil Al, indah langsung membuka pintu mobil.
"Masuk Ndah..." Alvian meminta indah memangku Fatimah..
Tampa pikir panjang, Alvian langsung memacu kendaraan nya secepat mungkin agar ia bisa sampai di rumah sakit,tak peduli lampu merah.. bagi nya nyawa Fatimah lebih utama
Di lihat nya Fatimah dari kaca spionnya, Air mata tak berhenti mengalir
"Fa.. yang kuat Fa..." ujar Indah dengan seseguan menahan tangisnya
Sampai di RSH... Alvian langsung menggendong Fatimah.
Alvian meminta suster memanggil dokter untuk segera menangani nya, ini darurat.
Dokter pun sudah berada di dalam.
Alvian benar benar nge bleng, bahkan ia tak berfikir untuk memanggil Abi.
Untung ada indah.. indah langsung mencari Hafidz dan Abi, memberitahu kan Fatimah mengalami kecelakaan.
Abi dan Hafidz yang mendengar itu pun langsung berlari, menuju ruang operasi.
Abi melihat Alvian yang mondar mandir tak karuan.
"Al..."
Alvian berbalik, dan Abi melihat baju Al yang sudah penuh dengan darah
"Bi...." mata nya berkaca kaca
"Al.. Fatimah kenapa Al..." tanya Hafidz yang juga kaget melihat penampilan Alvian
Alvian bukan menjawab, dia malah tersungkur di lantai, tubuh nya tiba2 lemas.. ia tak sanggup untuk menceritakan apa yang ia lihat.
"Al...jawab Al..jawab gue Al" tanya Hafidz sembari mengoyak goyang tubuh Alvian
Abi yang tampak begitu tenang... Abi mengangkat Alvian, dan membawa duduk di kursi tunggu
"Al lihat Abi...."
__ADS_1
Alvian masih tertunduk
"Al lihat Abi..."
Alvian pun melihat Abi
"Ceritakan sama Abi apa yang terjadi"
lagi lagi bukan menceritakan, Alvian malah memeluk Abi dan menangis di pelukan Abi
"Maafin Al... Alvian gak bisa jaga Fa" tuturnya pelan sembari melepas pelukan nya
"Apa yang terjadi??
Alvian pun berusaha sekuat mungkin menceritakan dimana Fatimah berlari berusaha menyelamatkan anak kecil dari tabrakan , qadarullah Fatimah lah malah menjadi korbannya, dan itu semua terjadi di depan mata nya.
Abi yang mendengar cerita Alvian pun mengusap kasar wajah nya, air mata tak mampu Abi bendung.
Hafidz tak kalah lemas nya.. tapi dia berusaha kuat
"Fatimah wanita kuat... dia pasti gak akan baik baik aja.." ujar Hafidz mencoba kuat
Itu juga yang Alvian inginkan, tapi melihat bagaimana tubuh Fatimah di tabrak, melayang lalu terhempas jauh.. Ia pun tak bisa pura pura kuat
Dokter masih berjuang di dalam sana.
Tak lama Umma dan seluruh keluarga datang, bunda Syafitri pun datang.
Umma memeluk Abi. menangis menanyakan keadaan anak nya
Bunda pun memeluk Alvian
"Fatimah Bun.. Fatimah..."
"kamu harus kuat Al..."
"Bagaimana Bun,. itu semua terjadi di depan mata Al..."
Tiba2 suster keluar.
"Bagaimana anak saya sus..."
"Dok.. Pasien kehilangan banyak darah, golongan darah nya B"
"Saya.. saya Umma nya, golongan darah saya B..."
"Baik Bu.. silahkan ikut saya"
Umma menuju ruang donor darah di temani bunda Rianti.
🌟🌟🌟🌟🌟
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen
Jazaakumullah khairon ❤️
__ADS_1