
Satu pekan berlalu, Bunga pun sudah kembali ke butik, urusan pernikahan Papah dan Mamah yang urus, soal baju pengantin Fatimah yang mengurus semua nya.
Akhir pekan adalah dimana hari bersantai, menghabiskan waktu bersama keluarga. Fatimah sedang mencuci piring di bantu Bunga dan juga bibik membereskan dapur.
Tiba-tiba Alvian datang dan tampa peduli dengan keberadaan Bunga dan bibik,. Alvian memeluk Fatimah dari belakang, merangkul tangan nya ke pinggang Fatimah. Menyandarkan dagu nya di pundak sang istri, bermanja seperti anak kecil yang ingin jajan.
"Hubbiy geli....malu di lihat Bunga dan bibik"
Alvian tak menghiraukan ucapan Fatimah, dia masih asik dengan aktifitas manja nya.
"Hubbiy...."
"hmm.... Bunga dan Bibik udah ke taman samping" Jawab nya Tampa dosa. Ternyata kelakuan Alvian membuat Bunga dan bibik memilih untuk pergi ke taman.
Fatimah tahu, akan percuma, Alvian tidak akan mau di larang kalau sudah begini, mungkin efek karna satu pekan ini Alvian sering pulang malam, kalaupun pulang cepat,. dia akan disibukan dengan laptop. pengalihan tanggungjawab membuat nya Extra.
Fatimah selesai dengan aktifitas cuci piring, di keringkan nya tangan dengan kain serbet yang tersedia. Alvian masih dengan posisi manja nya.
"Hubbiy, udah selesai ni, masih mau berdiri aja seperti ini??"
Alvian pun melepaskan pelukannya lalu membalikkan tubuh Fatimah sehingga menghadap nya.
"Temenin main Futsal ya nanti sore, trus lanjut pacaran.." ujar Alvian sembari memainkan mata nya genit
"Desain baju pengantin Bunga belum selesai"
"Dilanjutkan besok, emang mau Hubbiy pergi sendirian, trus ikhlas Hubbiy di kerubunin cewek-cewek" goda Alvian dan itu membuat Fatimah menjewer telinga Sang suami
"au..au... sakit sayang..."
"Masih berani deketin cewek lain??"
"au..sakit... ya gak berani lah sayang, kan bukan Hubbiy yang deketin"
Fatimah pun melepas jeweran nya dan Alvian mengusap-usap telinga nya yang panas akibat jeweran sang istri
__ADS_1
"hanya engkau yang bisa mengalihkan dunia ku.. yang lain lewat" ujar Alvian sembari menangkupkan pipi chubby sang istri.
"Jam berapa...??"
"Jam 2 nanti.. kita naik motor ya.. Biar romantis, nanti Bunga sama Hafidz naik mobil.."
"Bunga udah tahu??"
"Udah.... Hafidz kok dilawan.."
Tepat Jam 13:35 Hafidz sudah sampai di kediaman Alvian untuk menjemput Bunga. Bunga pun sudah bersiap, Alvian dan Fatimah yang belum juga turun
Fatimah terkaget-kaget melihat penampilan sang suami, Dengan setelan santai ala anak muda, lalu memakai jaket kulit berwarna hitam.
"Kenapa...?? terkesima ya..." goda Alvian sembari mencolek dagu Fatimah
"Gimana gak di uber-uber sama cewek kalau penampilan suami Fa seperti ini.... huuffftt"
"hahaha....suami mu ni hanya milikmu seorang, Justru Hubbiy yang harus extra menjaga Istri Hubbiy ini, jangan sampai kecolongan, karna bahaya jika ada mata lain memandang, bisa terhipnotis nanti mereka"
"tertutup gini..."
"ya udah.. mereka udah nunggu tu di bawah, Bunga udah nelfon tu tadi, kak Hafidz udah nungguin"
Merekapun turun..
"waaww.. jadi nya pacaran nya??" tanya Bunga dan agak syok dengan penampilan dua sejoli itu.
"Jadi Donk..."
Bunga masuk ke dalam Mobil Hafidz. sedang kan Alvian memakaikan Helm ke kepala Fatimah, Begitupun Alvian menggunakan Helm full face nya.. menggunakan moge nya..
Fatimah naik ke atas motor, Alvian menarik Tangan Fatimah untuk dilingkarkan nya di perut. Fatimah agak canggung karna sejak menikah ini baru pertama kali mereka tampak mesra di depan umum.
Kini sudah memasuki kawasan lapangan Futsal, Bunga pun segera turun dari mobil Hafidz.
__ADS_1
Yang menjadi pusat perhatian adalah kedatangan Alvian dan Fatimah. Saat Fatimah membuka Helm, nampak seorang wanita bercadar dalam boncengan seorang pria.
Banyak mata tertuju pada mereka, seorang cowok keren Maximal, membuka Helm nya, sontak semua mata terbelalak, ternyata yang datang adalah Alvian bersama sang istri.. hati Jomblo meronta-ronta.
Alvian membenarkan cadar Fatimah yang sedikit berantakan karna helm. perhatikan kecil namun sungguh membuat yang melihat dan merasakan nya meleleh.
"Kak Al.. romantis banget sich..."
"iya... ini sama istri nya, aku mau Donk jadi istri ke dua...Hua....."
Selesai Merapi hijab dan cadar sang istri, Alvian pamit untuk ganti baju bersama Hafidz. sedangkan Bunga dan Fatimah menuju ke kursi penonton. Tapi langkah mereka terhenti saat melihat satu mobil terparkir, dan ada sosok wanita yang mereka kenal turun mobil itu.
"Indah..." panggil Fatimah
Ternyata Indah lah yang turun dari mobil dan ada sosok yang membuat mereka lebih kaget, yaitu Indah satu mobil dengan Rendy.
"Fatimah, Bunga..." Indah pun menghampiri Fatimah dan Bunga. Rendy pamit untuk berganti baju.
Fatimah menatap Indah dengan penuh selidik. Indah hanya tersenyum kuda
"Kok bisa sama Dr. Rendy...??" tanya Fatimah kepo
"Gak sengaja ketemu tadi di cafe, trus di ajak nonton dia main Futsal" jawab Indah
"yakin gak sengaja...??"
"sengaja juga boleh kok kak Indah" ujar Bunga
"mau berdiri di sini aja nih..??" tanya Indah mengalihkan pembicaraan
"Hutang penjelasan ya..." ujar Fatimah
"yuk .nanti kita gak kebagian loh tempat duduk nya" ajak Bunga tak sabar.
Alvian dan Team sudah berada di lapangan, bersiap untuk bertanding, Fatimah, Bunga dan Indah juga sudah bergabung.
__ADS_1
Sorak-sorai nama Alvian dan Hafidz tetap seperti biasa..tapi kadang mata mereka juga tertuju kepada Fatimah, seolah belum percaya sang idola sudah menikah...
Sungguh Jomblo meronta-ronta.