Fatimah Azahra Itu Namanya

Fatimah Azahra Itu Namanya
keromantisan halal


__ADS_3

Sebelum lanjut Baca author mau menjawab pertanyaan sebagian dari reader yang bertanya..


"Kok Gak bisa ya lanjut baca episode berikutnya??"



Novel ini masih dalam proses pengerjaan, masih bersambung, dan author akan maximal Up setiap harinya. Nah biar gak ketinggalan info Up nya Author... untuk reader bisa tekan Favorit atau tanda 💙 ya, jadi setiap ada notifikasi Up ban baru reader akan langsung tahu..


Selamat membaca... semoga suka dan di tunggu selalu Like, Vote, Hadiah dan dukungan nya...


Jazaakumullah khairon ❤️


*


*


*


*


*


Alvian memarkirkan motor nya di salah satu pusat perbelanjaan di kota jogjakarta, yang kebetulan mereka memang ingin belanja , sejak menikah belum pernah mereka belanja berdua.


Dua Pasangan yang lain hanya bisa ngekorin mereka. Tapi sebelum berkeliling mereka makan dulu, karna selesai pertandingan tadi cukup menguras tenaga.


Alvian dan Fatimah memilih duduk berdua karna Alvian sangat paham, makan di depan yang bukan mahram itu sungguh membuat sang istri tidak nyaman, ada Rendi di antara mereka😄


Memilih restoran yang ada di pusat perbelanjaan tersebut. Mereka pun memesan menu masing-masing ini. Alvian dan Fatimah asik dengan aktifitas mereka yang membuat jomblo meronta


"huaaa....jomblo meronta-ronta" Indah bersuara dan sengaja dengan nada sedikit naik,. agar Alvian dan Fatimah dengar


Dan ucapan Indah membuat mereka bahkan pelanggan lain tertawa.


"Ya udah buruan jangan ngejomblo.." balas Alvian enteng


"Kak Al... romantis-romantisan entar di kamar aja, buat yang on the way halal ngiler ntar loh" ledek Indah sambil mengarah kan pandangan nya ke Hafidz dan Bunga


"Yee kak Indah ini, kakak tu yang ngiler, aku mah dah biasa, tiap hari lihat pemandangan seperti itu dirumah, udah kebal..hehehe"


"hahaha... gitu ya Bunga... ck..CK...CK.." balas Indah


"mas Rendy buruan lamar kak Indah" tutur Bunga Tampa dosa

__ADS_1


"saya...??" tanya Rendy kaget dan sedikit melotot


"ya iya lah.. masa meong...kan udah berani ajak kak Indah jalan, berarti harus berani ajak ke pelaminan...hehehe" goda Bunga


"bener tu ren..." timpa Alvian


"stop...stop..stop.. kenapa jadi Indah ya yang jadi bahan pembicaraan, kan kita tadi ngomongin tu pasangan yang extra romantis" tunjuk Indah


"Emang gak mau Ndah klo di Halalin Rendy??" tanya Hafidz


"Mau gak Ndah..??" kini Rendy yang juga ikutan bertanya


Dan yang di tanya seperti itu membuat Indah menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.


"cie kak Indah..." goda Bunga


Alvian dan Fatimah tertawa receh melihat tingkah dua pasangan itu.


"Tauk ah.. laper" oceh Indah tanpa menjawab dan melanjutkan makan nya. dan itu membuat mereka tertawa


Selesai Makan, mereka pun berkeliling, Alvian memberi tahu jika dia kan Fatimah mau belanja pakaian, jika mau ikut silahkan, jika mau pilih jalan masing silahkan


Tapi mereka memiliki ikut aja kemana mereka melangkahkan kaki.



Duh...duh...duh... benar-benar buat jomblo meronta-ronta ya.


Ternyata bukan hanya Alvian dan Fatimah yang belanja, Dua pasangan itu juga ikut shoping ria. dimaklumi saja, klo udah begini gak ikut belanja tu gimana gitu.


Alvian dan Fatimah juga masuk ke toko buku dan pakaian anak, Karna mereka berencana untuk ke panti asuhan besok Ahad.


Selesai dengan belanjaan mereka, mereka pun siap untuk menuju arah pulang. Belanjaan Alvian di bawa oleh mobil Hafidz.


Sejak kejadian beberapa hari lalu, Indah dan Rendy sering bertukar kabar walau hanya dari chatting.


Belum bisa sepenuhnya melupakan perasaannya kepada Hafidz, tapi dia harus move on. harus tidak bisa tidak.


"Kayak nya ada yang lagi berbunga-bunga nih??" tanya Fatimah yang melihat Indah asik dengan Handphone nya


"ck...biasa aja"


"sama Dr.Rendy??"

__ADS_1


Indah hanya nyengir kuda dengan tebakan Fatimah.


"perbanyak istiharah... Allah mana memberi petunjuk"


"Bisa aja..."


"Kita baru kenal dengan Dr. Rendy dan yang aku tau, keluarga nya juga gak disini..jika dia baik jangan di tunda.. takut fitnah"


"makasih Fatimah sayang... doain aja ya.. belum ke arah sana, hanya sekedar mengenal aja"


Benar kata Fatimah, Rendy adalah orang baru di Jogja, untuk tau seperti apa kepribadian nya pun tidak tahu harus pertanyaan ke siapa. sebagai sahabat Fatimah pasti memikirkan Indah, kebaikan dan kebahagiaan Indah juga.


Beberapa hari ini Fatimah banyak menghabiskan waktu di butik, karna pakaian pengantin Bunga harus segera selesai.


Kini Fatimah sudah berada di rumah, duduk di meja kerja nya yang terjajar rak buku, melepas lelah dengan membaca buku. Tapi buku itu bukan terbaca, dia malah tertidur dan buku itu menjadi bantal untuk nya.


Alvian yang baru pulang lembur dan melihat sang istri tertidur di meja dengan buku sebagai bantal nya pun geleng-geleng..Di angkat nya tubuh ramping sang istri, dibaringkan nya di atas ranjang, lalu di selimuti nya.


Alvian lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi dan memakai baju santai nya, Alvian mendekati ranjang, dilihatnya Fatimah masih terlelap.


"pules amat... pasti lagi kelelahan, semoga Lelah Mu menjadi Lilah ya sayang" ujar Alvian sembari mencium kening sang istri. lalu menuju tempat tidur nya, yang sudah pasti di samping Sang istri.


Entah apa yang merasuki, Fatimah begitu pulas tidur nya. dan saat terbangun sudah menujuk kan pukul 3 pagi. Dilihat nya sang suami yang tertidur pulas.


"Jam berapa Hubbiy pulang ya?? kok bisa gak tahu ya..." Guman Fatimah , lalu beranjak menuju tempat wudhu, Fatimah memutuskan untuk sholat Tahajud.


Selesai sholat Tahajud Fatimah mendatangi sang suami, mencium kening sang suami.


Sadar mendapat ciu-man,dengan cepat Alvian merangkul pinggang Fatimah,


"Hubbiy udah bangun??"


"he'em..." jawabnya dengan mata terpejam


"bobok sini..." pinta Alvian


"Bentar lagi subuh...."


"sebentar aja..."


Fatimah pun menurut,. membaringkan tubuh nya di samping sang suami, Alvian masih dengan posisi memeluk tubuh ramping itu.


Fatimah memainkan wajah Alvian, Alvian memilih tetap terpejam dengan senyum mengukir di bibir nya, menikmati setiap sentuhan Lembut dari sang istri.

__ADS_1


Tak lama kemudian adzan subuh pun berkumandang, Mereka pun bergegas menuju panggilan Allah.


__ADS_2