
"ya udah Fa.. KK cuma mau bilang itu aja, maaf ganggu waktu Fatimah ya..."
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Fa"
"Waallaikumusallam warahmatullahi wabarakatuh kak Al..."
Chat itu di akhiri oleh Alvian karna dia merasa di perpanjang pun percuma..
baik Alvian ataupun Fatimah saat ini mereka sedang perang batin masing-masing.. apalagi Alvian yang tadi baru selesai berbincang dengan Seorang pria yang begitu dia hormati.. dan dia adalah ayah dari gadis yang selalu ada dalam doa dan fikiran nya.
tok..tok..tok
Bunyi pintu kamar Alvian ada yg sedang mengetuk
"Al... udah tidur nak..." panggil bunda dari luar
"belum Bun, masuk aja, gak Al kunci kok..."
"ada apa Bun, tumben malem-malem...??"
"butuh alasankah seorang bunda menghampiri anak nya??"
"hehe... gak lah Bun..."
"besok bisa temani bunda ke suatu tempat gak, itupun kalau anak bunda ini gak sibuk.."
"In Syaa Allah bisa Bun, besok Al off kok.. untuk bunda apa sih yang gak Al lakuin.." jawab Al sembari memeluk sang Bunda
Bunda Syafitri... Beliau adalah ibunda dari Alvian Dharmawan, juga merangkap sebagai seorang Ayah sejak Al masih SD
Ayah Alvian sudah meninggal sejak Alvian duduk di kelas 4 SD...
__ADS_1
Bunda adalah orang tua satu-satu nya... apapun keadaan, kondisinya, dia akan berusaha memenuhi permintaan sang bunda
"Ada yg belum Al bisa lakukan buat bunda sampai detik ini..."
"apa...??. permintaan bunda yg mana??" Alvian penasaran
"Menantu... alias Istri....Menikah" jawab bunda penuh penekanan
"Bun... yang itu nanti dulu ya, doain aja ya, Al mampu memberikan bunda menantu yg Sholeha..."
"aamiin.. bunda akan tunggu momen itu" sambil menepuk-nepuk pipi anak semata wayang nya itu lalu beranjak keluar kamar
Bagaimana tidak semata wayang... Bunda Alvian sejak sang suami meninggal tidak mau memutuskan menikah lagi... bersyukur sang ayah meninggal usaha tekstil, walau masih kecil, tapi dengan kerja keras sang bunda, dengan kegigihan sang bunda, bunda mampu membesarkan usaha itu, mampu mengantar Alvian Dharmawan menjadi seorang dokter spesialis jantung.
🌟
"Fa..gimana masih lelah, jika masih lelah gak usah ke pondok.." ujar Umma saat Fatimah akan sarapan
Ternyata Abi belum cerita soal kejadian di RSH ðŸ¤
"Alhamdulillah udah membaik kok Umma , Fa nanti ke butik, In Syaa Allah besok mau ke pondok, jadi Fa harus cek beberapa keperluan"
"ya udah.. jangan sampai kelelahan.." kali ini Abi yang Angkat bicara
Selesai aktivitas sarapan, Abi pun menuju RSH dan Fatimah menuju butik.. gak lupa pamitan pasti nya.
🌟
"Indah... desain ini udah selesai belum ya??"
"belum Fa.. masih ada yang harus aku perbaiki.."
__ADS_1
"Ok... segerakan ya Ndah.. waktu kita udah mepet banget"
"in Syaa Allah segera,.pas kamu balik dari pondok clear "
"ok... aku mau cek yang lain dulu" sambil keluar ruangan nya
Fatimah pun mengecek keperluan lain nya, mulai bahan , benang .. bahkan mengecek di bagian pemesanan online.
Ayoo... kata nya mau nemenin bunda.." tarik sang bunda
"bunda aja ya.. Al tunggu diluar aja... perempuan kalau udah belanja suka lama" jawab Alvian malas
"kamu ini, gimana nanti kalau punya istri..." ledek sang bunda
"kan belum..." jawab nya santai
"belajar dari sekarang.. ayoo..(sambil menarik tangan Alvian) kalau gak mau bunda ngambek ni" ancamannya
Akhirnya mau gak mau Alvian pun ngekor...
hahaha... ngekor
"Assalamualaikum.. ada yang bisa di bantu Bu??" sapa salah satu pegawai Butik
"waallaikumsallam... iya ni saya lagi cari gamis, jilbab dan juga Koko untuk anak saya ini.." jawab nya
"Bu.. Syafitri..." sapa salah satu pegawai yang kebetulan mengenai beliau
"Indah....ini butik kamu??" sambil memegang pundah Indah
"bukan Bu, ini milik sahabat saya, saya di sini bantu-bantu aja..." jawab nya
__ADS_1
"Kebetulan Bu, pemilik butik sedang stay ni di butik, ibu mau saya perkenalkan, sapa tau mau di desain kan khusus, kebetulan baru pulang dari Singapura untuk study..."