
"Lu kenapa Al..." tanya Hafidz yang melihat Alvian seperti kewalahan untuk menyantap hidangan yg ada di hadapan nya
"Tumben ni sambal pedes banget...." jawab nya sambil menyedot latte di hadapan nya
Dan Tingkat Alvian itu Tampa di sadari membuat Fatimah tertawa kecil, sebisa mungkin dia tahan.
tapi Ternyata Alvian masih bisa mendengarnya,
dan membuat Alvian melihat Fatimah sembari mengipas2 bibir nya dengan tangan kiri nya
".hahaha..Salah lu sendiri, makanya gak usah sok satu selera.... satu selera nya pilih2 juga....Bukan salah sambel nya, salah kan pesanan lu,. ngikut2 sama pesanan Fatimah,. Dia mah ratu nya pedes" Timpa Hafidz sewot tapi bahagia
Dan kata2 Hafidz barusan membuat Indah pun ikut tertawa... sedangkan Fatimah berusaha menahan tawa
"Ketawa aja Fa, jangan di tahan" Alvian bersuara
dengan expresi wajah nya yg sudah merah karna kepedasan
Sontak membuat Fatimah menutup mulut nya dengan Tangan kiri nya
Alvian mangguk geleng2 sembari melihat 3 orang yang ada di hadapan nya bergantian
tiba2 Fatimah memanggil salah satu pelayan
"Mbak...saya minta air hangat nya satu gelas ya"
Gak lama kemudian mbak pelayan nya datang dan memberikan satu gelas air hangat
"Ini mbak..."
"Makasih...."
"Ni kak di minum biar pedas nya cepat hilang" ujar Fatimah sambil memberikan Segelas air hangat itu ke Alvian
"Untuk......."
Belum selesai bicara udah di potong kembali sama Fatimah
"Ia... buruan minum, biar cepat hilang pedes nya" sahut Fatimah lagi
Hafidz dan Indah malah mengangkat pundak, seolah olah gak paham saat Alvian melihat mereka... lebih tepat nya pura pura gak paham
"Kok makin pedas Fa...??" Ujar Alvian yang merasa bibir nya makin terbakar saat meminum air hangat itu
Dan Alvian akan kembali meminum Latte dingin nya
"Jangan minum es kak....minum dulu air hangat itu, nanti cepat hilang rasa panas nya, awal nya memang gitu makin panas , percaya dech" runtut Fatimah
Dan itu membuat Alvian kembali meletakkan latte dingin nya, dan perlahan meminum air hangat nya kembali.
__ADS_1
"manut kalau di bilangin tu..." ledek Hafidz
Gak lama kemudian
"Gimana, masih panas??" Tanya Fatimah
"Alhamdulillah udah gak lagi..." jawab Alvian sembari menggaruk kepala nya yang gak gatal itu, malu karna tadi sempat gak mau ngikutin saran Fatimah
"Ya Allah ini perhatian atau apa ya?? kenapa aku jadi deg deg kan" batin Alvian
"tu makanya manut sama cal... Auuu" belum selesai kata kata nya, kaki nya di injak oleh Alvian... seakan tau arah pembicaraan Hafidz
"Sakit Al..."
Alvian hanya memberi lototan ke Hafidz agar dia gak berbicara macam macam
Hafidz pun memonyongkan bibir nya
"Oh ya dek...mu ingat gak waktu pertama kali kakak kenali sama Al, di cafe dekat pustaka??"
"ingat kenapa kak..??"
"sama2 makan, tapi ada yg beda..."
"beda nya..??" kali ini Alvian yang angkat bicara
"Beda nya,. dulu kita beda meja, sekarang satu meja... besok satu pelaminan.. hahaha"
Fatimah dan Alvian gak karuan mendengar candaan Hafidz... tapi Indah malah merespon bahagian... melihat sahabatnya itu jadi bahan ledekan mereka hahaha
walau ada rasa jengkel dengan candaan sang sahabat, tapi hati nya membatin
..."aamiin Allahuma Aamiin" batin Alvian...
Rasa nya gak akan habis ledekan demi ledekan yang akan Hafidz lontarkan, karna berhubungan sudah masuk Isya mereka pun beranjak pulang,
Tenang Hafidz yang bayar semua pesanan, hukuman untuk candaan nya itu, candaan berujung doa.🤭
Mereka pulang ke rumahnya masing2 sebelum nya mereka mampir ke masjid untuk shalat.
Fatimah mengatakan akan Indah pulang. awal nya Hafidz dan Alvian ingin ikut mengantar walau beda mobil, tapi kebetulan Rumah Fatimah dan Indah satu arah, jadi Fatimah menolak.
🌟
di pondok
"dek...mas pengen lah mengenal kan Ikbal ke Abi..."
"mas... Fatimah gak akan setuju di jodohkan kan... biarkan dia menentukan pilihan nya"
__ADS_1
"kan mas hanya mengenalkan..."
"mereka pasti akan kenal jika memang sudah jalan nya, jangan terlalu nampak.."
"Jangan terlalu memberi harapan kepada Ikbal.. bagaimana jika Fatimah menolak, kan kasihan Ikbal nya" Tambah Arafah yang Dimana dia memang kurang setuju jika harus ada perjodohan, karna Fatimah udh pernah bilang, biarkan semua berjalan apa ada nya.
"ya udah kalau itu yang baik menurut adx" Fatih mau gak mau memang harus menuruti kata sang istri
"Oh ya lusa bunda Rianti Milad,.tadi Kak Hafidz ngabarin untuk kita datang kesana"
"ok... besok mas atur jadwal nya ya,.semoga gak ada kajian"
🌟
"Umma , Abi... kak Hafidz udah bahas soal milad nya bunda??" tanya Fatimah saat mereka sedang sarapan
"Sudah... kamu bisa hadir kan?" jawab sang Abi
"In Syaa Allah, Masa di hari Milad nya bunda Fa gak bisa nyempatkan, apalagi ini kedatangan anak panti dan anak rumah singgah, kangen sama mereka"
"Abi ke RSH??" kali ini Umma yang bersuara
"Gak....Abi mau ke resto, bantu Alif mempersiapkan untuk besok"
"Umma ikut ya..."
"Hayyuuuu" jawab Abi sambil menggoda sang istri
"Ihhh.. Abi Umma.... romantis romantisan nya jangan di depan anak" sewot Fatimah sembari tertawa melihat keromantisan kedua orang tua nya
"makanya buruan nikah, biar ada yang ngeromantisin" jawab Abi sambil meledek sang putri
"ia besok Fa nikah.. puas" jawab Fatimah sambil membereskan piring di atas meja
"beneran sama siap??" tanya sang Umma kepo
"beneran.. sama jodoh yang Allah siapka lah..."
"dan di waktu yg baik nanti" tambah Nya
Abi dan Umma hanya geleng-geleng mendengar jawaban sang putri terkecil nya
"*Nikah... besok... Jodoh...ni mulut enteng amat ya" gerutu Fatimah dalam hati
🌟🌟🌟🌟🌟
Jangan Lupa tinggalkan jejak ya
Like , Vote dan komen nya
__ADS_1
Jazaakumullah khairon ❤️**