
Semua yang ada di ruang kaget melihat Fatimah yang seperti sesak napas.
Abi meminta semua untuk keluar.
Alvian Abi dan Hafidz pun mengambil alih...
heeekkk....heeekkkk
Suara napas yang berat dan sesak masih menyelimuti Fatimah
Alvian melihat layar monitor,
"Bi tekanan jantung menurun.."
Abi mengecek denyut nadi Fatimah.
"Denyut nadi nya sangat lemah Al..."
dan tiba tiba napas yang tadi sempat terdengar berat kini sudah tidak terdengar
Abi langsung menyuntik obat ke dalam selang infus yang tertancap di tangan Fatimah
"Al....pompa jantung" titah Abi
Alvian langsung membuka kancing baju Fatimah sebagian, dan di ambil nya alat pompa jantung yang sudah diberi gel oleh Hafidz
"Bismillahirrahmanirrahim"
"Im Clear, You'are Clear, Everybody Clear.. SHOCK!" ujar Alvian menginfokan dia sudah siap dan Alvian pun menekan alat pompa jantung ke bagian dada Fatimah
Deeg...
Abi geleng geleng menandakan belum
"Im Clear, You'are Clear, Everybody Clear.. SHOCK!"
Deegg
"Im Clear, You'are Clear, Everybody Clear.. SHOCK!"
Deegg
Tak ada respon..
Dan Abi lagi-lagi menggeleng kan kepala dengan wajah sendu
tiiiiiiiiittt....
bunyi monitor
Entah apa yang Alvian pikirkan, Dia meletakkan kasar alat pompa jantung tersebut dan laik di atas ranjang Fatimah.
Dan Alvian memompa jantung Fatimah dengan tangan nya sendiri.
Gemetar.. itu yang ia rasakan.
Semua yang di luar ruangan pun tak kalah resah dan gemetar
"Fa... Kakak mohon, Jagan tinggalin kakak Fa.." ujar nya dengan air mata dan terus memompa jantung Fatimah
"Fa.. kakak bohong Fa.. kakak belum ikhlas kami tinggal.."
"Fa bangun... ayo bangun sayang..."
Dan terus memompa jantung Fatimah
"Al..." panggil Abi
"Gak Bi.... Fatimah gak boleh tinggal Al.... " jawab Alvian masih dengan posisi yang sama
"Sayang pliis.. jangan tinggalkan kakak... Fa kakak sayang sama kamu Fa, kakak Cinta sama kamu Fatimah Azahra.. bangun..."
Abi dan Hafidz tak lagi mampu berkata.
__ADS_1
Air mata mereka pun ikut terjun melihat perjuangan Alvian.
"Kakak Cinta sama kamu Fatimah Azahra, kakak mohon jangan tinggalkan kak Al..."
Dan tiba-tiba Nafas Fatimah yang tadi sempat hilang kembali terdengar
heeeekkkk...
pelan tapi suara nafas itu masih bisa di dengar
tiiit...tiiit..tiiit...
Suar monitor kembali seperti semula
Mendengar nafas Fatimah dan bunyi monitor, Alvian pun langsung turun dan bersujud syukur...
"Alhamdulillah ya Allah... Alhamdulillah ya Allah... Allahu Akbar"
"Alhamdulillah...." syukur Abi dan Hafidz juga
Tubuh nya masih gemetar tapi lalu berusaha bangun
"Makasih sayang.. makasih" ucap nya sembari menci-um puncak kepala Fatimah begitu dalam, seakan tak ingin di lepas
Abi pun kembali mengecek kondisi Fatimah, dan kembali menyuntik kan obat ke dalam selang infus Fatimah.
Hafidz keluar dan memberi kabar untuk yang di luar...
Semua yang ada di luar menangis bahagia
Semua keluarga masih setia menunggu..ada yg di luar ada juga yg di dalam.
Abi dan Alvian masih fokus melihat perkembangan kondisi Fatimah dari layar monitor
di sisik kiri ranjang ada Umma dan di sisi kanan ada Alvian
Tiba tiba jari Fatimah bergerak
"Al.. jari Fatimah Al.." seru Umma
"Sayang..." panggil Alvian sembari menangkupkan wajah Fatimah
"Fa..." panggil Umma sembari mengelus tangan Fatimah
Mata Fatimah perlahan terbuka sedikit demi sedikit
Alvian yang menyaksikan nya pun begitu bahagia, tapi Alvian memilih mundur secara perlahan.
Ingin rasa nya langsung bertanya..
"Sayang kamu sudah sadar??"
tapi di urungkan nya, dan malah memilih mundur. Alvian sangat tahu, tidak mungkin tiba-tiba Al mengucap itu semua, atau memperkenalkan diri sebagai suami nya.
Abi yang melihat itu pun mencegah Alvian untuk menjauh.
Alvian hanya memberi Anggukan dan senyuman, seakan-akan memberi isyarat,
dia tidak apa apa.. belum saat nya bi
Mata Fatimah sudah terbuka sepenuhnya.
"Fa... Fa ini Umma nak.."
Fatimah masih terdiam seakan menerawang, bingung sedang dimana dia saat ini
Melihat sekeliling Nya.
"Sayang..." panggil Umma
Fatimah masih diam
"Umma.. biar Abi cek dulu ya kondisi Fatimah"
__ADS_1
Abi pun menyenteri mata Fatimah dengen senter kecil,dan mengecek nadi.
"Fa.. Fatimah.. coba lihat kesini nak..." Abi membuka tutup tangan nya dan meminta Fatimah untuk melihat tangan itu
Fatimah pun menurut tapi masih dengan mode diam. matanya berkedip mengikuti gerak tangan Abi
"Pusing??"
Fatimah hanya menjawab dengan mengedip mata.
"Bi..."Panggi Umma
"Gak papa Umma, biarkan Fatimah istirahat dulu, jangan di paksa" ujar Abi memberi Umma pengertian
Alvian masih diam, lebih tepat nya memilih dia.
ingin rasa nya menci-um, memeluk sang kekasih halal nya, tapi dia tahan.
Mata nya tak berpaling dari Fatimah, air mata pun ikut menetes,.dan tanpa di sengaja dua pasang mata itu saling bertemu.
Mata itu seakan berbicara
"Fa.. ini Kak Al.. suami mu.." tapi itu hanya mampu Alvian utarakan dari sorotan mata
Apakah Fatimah paham???
Tiba-tiba Fatimah memegang erat kepalanya.
Alvian refleks ingin mendekat, tapi diundur nya lagi.
"Sakit banget??" tanya Abi
masih dengan kedipan mata sebagai jawaban.
Abi meminta Hafidz mengambil obat pereda nyeri.
tak lama kemudian Abi menyuntik kan obat tersebut
"Fa istirahat aja dulu ya.." titah Abi
dan Abi pun meminta yang lain juga keluar.
Umma berat meninggalkan Fatimah tapi Abi berikan Umma pengertian, akhir nya memilih keluar.
Saat Umma akan pergi
"U..U...Umma... " Panggi Fatimah terbata
Umma langsung berpaling ke arah Fatimah dan langsung mendekati Fatimah
"Ia sayang....kami ingat Umma nak??" tanya Umma antusias
Fatimah membalas dengan kedipan
"Ca...dar..."
Mendengar permintaan sang putri, Umma langsung mengambil cadar yang memang sudah di simpan di laci nakas.
Umma langsung memakaikan cadar itu.
Umma berkali-kali menci-um puncak kepala Fatimah, tangan Fatimah berkali kali
"Udah udah.. biarkan Fatimah istirahat ya, lebih baik kita keluar dulu" titah Abi
Semua yang ada di ruangan pun keluar.
Avian pun , di keluar tapi mata nya tak berhenti menatap Fatimah, Fatimah pun demikian, entah apa yang terjadi, Fatimah seakan merasa nyaman dan sejuk melihat Alvian.
ada senyum terpancar begitu indah..
🌟🌟🌟🌟🌟
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen
__ADS_1
Jazaakumullah khairon ❤️