
Allahu akbar, Allahu akbar
Allahu akbar, Allahu akbar
Asyhadu Allaa ilaaha illa Allah
Asyhadu Allaa ilaaha illa Allah
suara adzan subuh berkumandang dengan begitu merdu. membuat Fatimah terbangun dari tidur nya, di kucek-kucek nya mata nya perlahan.
Kesadarnya belum sepenuhnya terkumpul, tapi dia merasakan ada rasa berat di bagian perut nya.setelah di raba nya ternyata itu adalah tangan Alvian.
Alvian tidur dengan posisi tangan yang memeluk tubuh nya.
Fatimah memandang wajah sang suami dengan begitu lekat.
Seorang pria yang selama ini selalu ia hindari, pria yang tanpa ia sadari di sebut dalam doa nya. Kini Pria itu sudah menjadi suaminya.
menjadi seorang pria yang memilihi hak seutuhnya akan dirinya.
seorang pria yang menjadi surga nya.
"Dear SUAMIKU....
Semoga Allah subnahahuwataala selalu Melindungi dan Merahmati kita. Wahai pelindung kehormatanku Tanpa terasa waktu telah kita lewati. Dalam pernikahan ini telah memberikan banyak pembelajaran dan Cinta untuk Kita. Aku Istri Mu yang penuh dengan kelemahan ini sangat bersyukur kepada Allah karna telah memberikan dirimu kepadaku sebagai SUAMIKU...❤️"
ucap nya pelan sembari menatap lekat sang suami
Tangan nya tiba-tiba tanpa dia sadari membelai wajah sang suami.. sungguh perpaduan yang sangat sempurna. Allah menciptakan tanpa cela sedikitpun.
Dari Alis menuju Mata, lanjut ke hidung lalu ke bibir...
Sungguh pemandangan pagi yang sangat indah.
Terpanjar senyum bahagia yang tak akan bisa Fatimah sembunyikan.
Fatima berkali-kali membeli bibir sang suami, dan tiba-tiba
Tup
jari telunjuk yang tadi bernari-nari di atas bibir Alvian berhasil digigit nya.
Spontan membuat Fatimah melebarkan mata nya. Rasa malu sekan menjalar ke seluruh tubuh nya. jika ia bisa berlari mungkin ia akan segera berlari sekencang mungkin.
"sengaja mau godaan kak Al ya..."
"kak Al sejak kapan bangun nya?"
"hmm.. sejak kapan ya??mau tau sejak kapan??"
Fatimah hanya menganggukan kepala
Alvian menuntun tangan Fatimah saat ia membelai tangan Alvian, lalu membelai semua bagian wajah nya.
"Jadi kak Al udah bangun dari tadi Donk..." ceberut nya
"lebih tepat nya sebelum adzan berkumandang"
"trus kenapa bukan bangun malah pura-pura tidur?" kesal plus malu melanda nya
"sengaja, mau tau gimana sich reaksi Istri kak Al ini...biar seperti novel-novel gitu,. romantis..hehehe"
"udah ah.. Fa mau wudhu..."
Alvian malah menarik tangan Fatimah dan membuah nya terjatuh di atas dada nya.
"kak Al..."
__ADS_1
"emang bisa ke kamar mandi sendiri... heemmm...??" tanya nya sembari menyingkirkan rambut Fatima yang menutupi wajah nya ke telinga.
Jantung ini seakan memberontak di dalam ingin keluar. dan Fatimah yakin, Alvian dapat merasakan debaran jantung nya. Tapi Fatimah berusaha mengendalikan diri.
"ya udah ayo bantuin, tapi jangan di gendong.. di papah aja...."
"siap nyonya Alvian Dharmawan..." ujar Alvian sembari membantu Fatimah berdiri dan memapah nya menuju kamar mandi untuk Wudhu.
Selesai Wudhu mereka pun melaksanakan sholat subuh di kamar.
Selesai aktifitas subuh Alvian pun izin dengan Fatimah untuk joging di luar.
"Jangan turun sebelum kak Al pulang" pesan Alvian karna memang kursi roda yang biasa Fatimah gunakan masih di bawah
Ternyata Fatimah tidak mengindahkan pesan Alvian, selesai mandi, Fatimah mencoba turun ke bawah dengan berpegangan dengan benda-benda yang bisa membantu.
Sesampainya di pintu kaki nya terasa sakit, ya bagaimana tidak, dia terlalu memaksakan diri. Beruntung nya saat baru keluar kamar, ada Bunga yang melihat dan saat melihat sang kakak ipar kesulitan, Bunga pun membantu Fatimah
Bunda yang melihat Fatimah menuruni tangga pun kaget dan langsung membawa kursi roda ke arah Fatimah.
"Aduh sayang.. jangan terlalu di paksa, kan bisa Panggi bunda"
"gak papa kok Bun, sekalian latihan"
Fatimah pun kembali duduk di kursi roda, karna kaki memang belum sanggup untuk berdiri lama-lama.
Fatimah membantu Bunda dan Bunga untuk menyiapkan sarapan.
"Assalamualaikum..."
"waallaikumusallam..."
Alvian cukup kaget karna melihat Fatimah sudah berada di dapur
"Kok bisa di bawah...?? kan kak Al tadi bilang tunggu sampai Kak Al pulang"
Dan Fatimah hanya membalas dengan senyuman.
"Gak dengar pesan kak Al tadi??"
"dengar..." sambil mengangguk-anggukkan kepala nya
"trus...??"
"Bosen....hehe"
Alvian yang mendengar jawaban sang istri geleng-geleng di buat nya
"dilarang marah, nanti ganteng nya bekurang loh..."
"heemmm"
"buruan mandi gih..."
"males..."
"kok males....bauk tau.."
Alvian langsung mencium ketiak nya berkali-kali mendengar sang istri yang menyebutnya bauk.
"gak bauk ya..."
"bauk..."
"gak percaya ni cium..."sambil mengarahkan ketiak nya ke arah Fatimah
"ihh... bauk tau...mandi sana"
__ADS_1
"Al... buruan mandi,." bunda bersuara
"ok..ok....kalau udah dua suara wanita tercinta, Al gak bakal bisa melawan" ujar nya sembari belalu meninggalkan Fatimah
Tapi ternyata tiba-tiba Alvian kembali ke arah Fatimah dan
cup
satu ke-cupan mendarat
"kak Al mandi... bauk tau..." oceh Fatimah
"weeekk..."
Bunda malah terkekeh melihat tingkah anak dan menantu nya itu.
Fatimah sudah duduk di antara Bunda dan Bunga..
menu sarapan pagi ini cukup sederhana.
hanya gado-gado yang bunda pesan dari online
karna mereka memang termasuk jarang menghidangkan makan berkarbo tinggi saat sarapan.
Alvian sebagai dokter sangat memahami itu, dan meminta sang bunda untuk merubah pola makan mereka, walau awalnya bunda sempat merasa keberatan.
Tidak makan nasi di pagi hari saya nya gak puas.
Tapi dengan penjelasan Alvian bahwa di pagi hari butuh kita belum waktu nya memproses sesuatu yang berat dan itu tidak baik untuk kesehatan.
Bunda pun mulai merubah nya sedikit demi sedikit.
Alvian yang baru saja turun tiba-tiba merangkulnya tangan nya ke leher Fatimah
"Kak..."
"hemmm"
"Al... dilanjutkan nanti ya, kamu kan Off jadi puas-puasin manja-manjanya nanti, Bunda dan Bunga juga mau keluar, sekarang sarapan, Fatimah udah lapar loh.. dan udah waktunya minum obat"
mendengar titah dari sang Bunda, Alvian tak dapat membantah dan langsung duduk di kursi nya.
Mekera pun menghabiskan menu sarapan dengan khidmat.
Selesai sarapan Bunga membantu Bunda mencuci piring.
"Fatimah sedang bersantai di taman samping rumah, tak sebesar taman di rumah Abi, taman ini hanya ada bunga-bunga, buah mangga dan kelapa hibrida.
"emang gak ada yang bantu Bunda untuk berbersih rumah ya kak??"
"ada... bik inah,.mungkin lagi gak kerja.."
"Al, Fatimah bunda mau keluar dulu ya sama bunga, baik-baik di rumah... soal menu makan siang bentar Bu Inah datang, kalian bilang aja kalau ada request masakan apa"
"Oh ia Bun... hati-hati"
Tinggal mereka berdua di rumah itu , eh ada satu mang Ucup berjaga di luar, dan nanti juga ada Bik Inah.
Tapi Alvian tidak akan ambil pusing dengan semua itu. Hari ini akan di habiskan berdua dengan sang istri.
🌟🌟🌟🌟
Semoga Suka..🤗🥰
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Like Vote dan komen.. Hadiah nya juga ya .. hehehe
Jazaakumullah khairon❤️❤️
__ADS_1