
Menilai Orang lain itu lebih mudah, dari pada belajar menilai diri sendiri. Saat seorang muslimah belajar hijrah, dimulai dari menutup aurat nya. Mungkin untuk mereka yang belum pernah saling mengenal, mereka akan takjub. tapi untuk mereka yang tahu akan kita sebelum nya,.maka akan jadi bahan cemoohan untuk mereka yang tidak suka.
Itu lah ujian nya, mampukan kita bertahan, belajar Istiqomah. Jilbab itu berfungsi menutup Aurat bukan menutup Hati. Jadi Baik atau Buruk seorang Muslimah... Menutup Aurat nya sesuai syariat itu Wajib.
By: Fatimah Azahra
*
*
*
Pagi ini Mereka meninggalkan hotel, Fatimah dan yang lain sedang menunggu taxi online untuk menuju bandara. Dan ternyata di sisi lain ada Aurel juga yang sedang menunggu taxi.
Alvian yang merangkul kan tangan nya di pundak Fatimah, dan canda tawa tak lepas dari mereka, sungguh mencuri perhatian.
Taxi yang Aurel tunggu pun datang. Aurel masuk ke dalam taxi dan taxi tersebut melewati Fatimah dan Alvian, kaca mobil sengaja di buka, melihat mereka sesaat, dan saat Fatimah melihat siapa yang ada didalam taxi pun melihatnya, terukir senyuman di balik cadar, Aurel bisa melihat itu dari sorot mata Fatimah, sadar karna dirinya dilihat, Aurel pun memalingkan kepala nya ke arah lain.
"Semoga Engkau bisa segera menutup aurat dan segera Allah datangkan jodoh terbaik untuk Mu, aamiin" Doa Fatimah dalam hati
Siang ini mereka sudah berada di rumah Abi, Abi sengaja meminta untuk berkumpul di rumah Abi, karna Abi ingin mendiskusikan sesuatu dengan Alvian dan Hafidz.
Fatimah memilih istirahat di kamar nya dan bunda di kamar tamu. Abi, Alvian dan Hafidz sedang di ruang kerja Abi. entah apa yang sedang mereka diskusikan, hanya mereka yang tahu, (author lagi gak mau tahu,🤭)
Merebahkan tubuhnya di ranjang adalah solusi terbaik saat lelah..tidur begitu nyenyak, sampai tak sadar ada sosok pria sedang menatap nya begitu lekat.
"Sayang.. bangun sebentar lagi sholat ashar.."
"ehmm... Hubbiy aja, Fa lagi libur" Jawab nya lalu melanjutkan tidur nya.
Kalau sudah itu Jawabanya, Alvian pun menuju mushola yang tersedia di rumah Abi.
"Fatimah mana Al...??" tanya Abi yang kebetulan juga sudah ada di mushola
"Lagi gak sholat Bi.."
__ADS_1
*
*
*
Dua pekan berlalu, dan sesuai yang Abi rencana kan dengan Alvian dan Hafidz, hari ini Abi mengundang seluruh team RSH, tapi bergantian ya,. RSH harus tetap berjalan☺️
RSH mendapatkan penghargaan sebagai Rumah Sakit yang banyak memotivasi. jadi Abi mengadakan jamuan bentuk tanda syukur atas pencapaian dan kerjasama semua nya.
"Adam... sini lihat, ammah punya" Panggil Fatimah ke Adam sambil memperlihatkan sebuah boneka kecil yang ada tombol nya, dan saat di tekan akan ada lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an, cerita nabi dan rasul.
Adam yang sudah lincah jalan nya mendengar boneka tersebut bisa mengeluarkan suara pun menghampiri sang ammah (bibi/Aunty) nya
"au..au..(mau maksud nya)" ucap nya walau masih belum jelas, Fatimah pun menyerahkan hadiah nya itu.
Fatimah lebih memilih di dalam rumah, menyerang penjamuan Dengan yang lain., melepas rindu dengan keponakan kecil nya.
Duduk berdua dengan Adam di taman samping rumah, dengan banyaknya main nya berserak, nama nya anak kecil kalau dapat mainan baru ya suka gitu,mainan lama gak akan di pedulikan. cukup anak kecil aja ya yang begitu kalau dapat mainan baru, nanti kalau sudah dewasa gak boleh...harus setia🤭
"Asik bener ya..." ujar Alvian sambil mendekati posisi duduk Fatimah dan Adam
"belum sih masih ada, tapi kan ada yang lain"
"mbi..." Panggi Adam, mungkin maksud Adam adalah Hubbiy, dia mengikuti Panggi Fatimah, hanya saja belum jelas
"mbi...??" tanya Alvian sambil menujuk dirinya
"ia mbi..." jawab Adam sambil menunjuk nya
"mungkin Adam mau Panggi Hubbiy, seperti Fa panggilan Hubbiy tadi..."
"Masyaallah....sini Biy gendong" ujar Alvian sambil mengambil Adam yang ada di pangkuan Fatimah
"Suka gak sama hadiah ammah??" tanya Alvian
__ADS_1
"ukak...." jawab nya sambil memencet-mencet tombol yang ada yang membuat nya bergantian mengeluarkan suara,. kadang tilawah, cerita nabi, kadang juga ceramah
nampak Alvian begitu akrab bercengkrama dengan Adam, Adam yang begitu lincah dan bawel pun tak mau diam, semua yang ada di depan nya tanya,.walau kadang Alvian cukup gak ngerti dengan apa yang Adam bicarakan. nama nya juga anak 1 tahun lebih, ya gitu bahasan belepotan
Melihat itu semua, membuat Fatimah Tampa sadar meneteskan air mata, dan ternyata Alvian melihat itu.. Alvian pun mendekati Fatimah masih dengan memangku Adam.
Diusapnya air mata itu dengan ibu jari nya, dan itu membuat Fatimah kaget, karna dia tidak sadar air mata itu telah menetes.
Adam tiba-tiba juga ikut mengusap air mata Fatimah..
"Mah.. ga oleh angis.." ammah gak boleh nangis
mendengar ucapan Adam malah membuat air mata nya semakin menetes.
"Mah..ga oleh angis..." ucap nya lagi
"tu.. Adam aja tahu... ammah nya gak boleh nangis..." Alvian paham dan sangat paham, keinginan Fatimah yang ingin memiliki seorang anak tapi dikarenakan kondisi kesehatan nya, membuat nya harus menunda semua itu.
Bersyukur Alvian begitu sabar.. Tak pernah ada rasa bosan memberi dukungan untuk sang istri. Abi Umma Bunda pun begitu.
Fatimah langsung mengusap sisa air mata yang ada di pipi
"iya.. ni Ammah udah gak nangis kok..." ujar nya sambil mencium pipi chubby Adam.
"Hubbiy besok kita ketemu ya sama Dr. Hendro.."
"Kenapa, sakit lagi kepalanya"
Fatimah menggeleng " Gak Biy... pengen cek kondisi terkini aja.."
"Ok....nanti Hubbiy hubungi Dr. Hendro"
"Syukron Hubbiy..." sambil mencium pipi kiri Alvian lalu mencium pipi kanan Adam
Lalu Alvian memberi komando ke Adam untuk mencium sang Ammah... dan dengan kompak Alvian dan Adam pun bersamaan mencium pipi Fatimah
__ADS_1
Momen itu Tampa sengaja Umma lihat, ada rasa sesak di dada Umma.. Umma sangat tahu perasaan sang putri. bahkan kabar kehamilan Bunga pun enggan untuk Umma beritahu.
"Umma selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian, Umma Yakin waktu itu akan segera tiba nak..." ujar Umma lirih