
ada anak perempuan bernama cika umurnya 12 tahun dan ia terkenal sangat pemalu dan pendiam, ia lebih suka bermain bersama anak-anak dan orang dewasa dari pada yang sebayanya entah mengapa ia bisa begitu.
pada hari berikutnya ia pergi ke sekolah seperti biasanya, ia duduk di bangku paling depan seperti biasa tidak ada yang mau berteman dengannya.
pada saat istirahat tiba~
ada seorang laki-laki mendekatinya dan berbicara dengannya karena ia takut ia malah menjauh dari laki-laki tersebut.
laki-laki tersebut bernama miko. ia berkata "tidak perlu takut, aku tidak akan memukulmu". sambil ia tersenyum. kemudian cika pun duduk santai lagi dan bertanya "kenapa?". "gak ada apa-apa kok, sendirian aja kenapa gak ke kantin?" cika menjawab dengan nada rendah "lagi males". miko semakin merayu cika, sambil menarik tangannya "kenapa gitu jawabnya, yuk aku temanin". cika berkata "gak mau duluan aja". miko pun tidak membantah lagi "oke, aku duluan ya ;)" di dalam hati cika "ini cowok kenapa ya, biasanya kan gak ada yang mau berbicara denganku, malahan lebih sering di buly. aneh".
kemudian berbunyi bel masuk, mereka langsung menuju kelas masing-masing dan cika tidak pindah dari tempat duduknya. pada saat guru masuk, guru memberikan tugas kelompok dan pada saat guru selesai membagikan anggota kelompok, ada yang protes "ibu saya tidak mau satu kelompok dengan cika" ibu menjawab "kenapa kan sama-sama kawan, tidak ada yang protes kerjakan sekarang" anak-anak menjawab "baik bu". tapi yang satu kelompok dengan cika mereka pada bisik-bisik. "kenapa gue harus satu kelompok sama dia sih, gak guna banget, jijik lagi" yang lainnya pun menjawab "iya bener dengan jelek, berjerawat lagi, gak sudi gue dekat-dekat dia".
__ADS_1
dengan pelan-pelan cika datang ketempat kelompoknya walaupun ia sudah mendengar kata-kata yang diucapkan teman-temannya. "ada yang bisa aku bantu?" ucap cika. "nih cari yang ini jangan sampe salah, tulis ini semua, yang cepet buatnya jangan lama mau di kumpul bentar lagi" ucap salah satu kelompoknya. cika pun membuatnya. tidak di sangka dari kejauhan miko sudah memperhatikan ia di tindas, ia merasa kasihan pada cika karna cika tidak melalukan kesalahan apa pun tapi di tindas oleh mereka.
sudah waktunya pulang, cika sudah selesai membuat tugas kelompok tersebut. kemudian ia memberikan tugas itu kepada temannya untuk di kumpulkan. "gini kan bagus, ada yang nulisin, makasih cikaaa ;). besok-besok kita satu kolompok lagi ya" kata salah satu temannya. "yaudah yuk pulang, ngapain lama-lama di sini". "yukk"menjawab dengan serentak".
pada saat bel pulang cika tidak pulang dulu karena ia sangat sedih, kemudia berlari ke kamar mandi untuk menangis, "kenapa mereka gak suka sama aku, apa aku jelek, apa salahnya dengan jelek". ia terus menangis dan sampai matanya bengkak. setelah ia tidak sanggup lagi nangis karna sudah berada dalam kamar mandi cukup lama, kemudian ia mencuci muka agar matanya tidak terlihat terlalu bengkak dan pulang ke rumahnya.
pada saat jalan keluar dari sekolah, tertanya miko masih menunggu cika di depan gerbang sekolah.
"tidak apa-apa kok, kamu kenapa belum pulang?" cika berusaha menutupi kesedihannya
"aku lagi tunggu di jemput, pulang bareng aku aja yuk?" miko menawarkan, sambil berharap cika mau
__ADS_1
"kapan-kapan aja ya, aku udah di jemput kok, itu yg di depan mobil ayah aku" cika menjawab
"okelah, hati-hati di jalan ya..."
"iya miko, terima kasih"
"sama-sama cika" sambil tersenyum lebar.
sesampainya di rumah, cika langsung masuk kamar, dalam hati cika terlintas "kenapa miko baik banget ya"
bersambung~o(〃^▽^〃)o
__ADS_1