Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 103


__ADS_3

Fany mempersilahkan Septi dan Tian masuk.


'' silahkan masuk tante dan Tian '' ucap Fany.


'' terima kasih '' berkata Septi.


Lalu mereka masuk ke dalam ruangan tamu.


'' Fany di mana orang tua mu '' ucap Septi.


'' ibu di rumah sakit dan ayah lagi siap-siap mau kerumah sakit untuk jaga ibu di sana !'' ucap Fany.


Tidak lama kemudian ke luar seorang laki-laki dewasa dari dalam rumah.


'' oh ada tamu rupanya, maaf ya saya tidak bisa lama-lama harus ke rumah sakit, anda siapa !'' berkata ayah Fany.


'' maaf saya teman Eva sewaktu sekolah SMA dulu '' ucap Septi.


'' oh iya, Eva pernah bicara tentang anda, tetapi maaf ya Eva belum bisa pulang baru kemarin di operasi sekarang masa pemulihan '' berkata ayah Fany.


'' iya tidak apa di rawat dirumah sakit apa !'' ucap Septi.


'' di rumah sakit X '' berkata ayah Fany.


'' lain waktu saya akan menjenguk Eva, pak !''. ucap Septi.

__ADS_1


'' terimakasih atas perhatian nya '' berkata ayah Fany.


Lalu Ayah Fany minta ijin untuk ke rumah sakit bersama Fany sang anak karena tidak mungkin Fany di tinggalkan dirumah seorang diri sebab ayahnya harus menemani Eva yang masih terbaring di rumah sakit. Maka Septi dan Tian pun harus pulang ke rumah karena hari sudah mulai petang.


Di perjalanan pulang Septi berpikir bagaimana ini mudah-mudahan Eva cepat sembuh sehingga Fany bisa masuk sekolah kasihan anak itu tidak ada yang mengurusnya.


Tiba di rumah Septi dan Tian membersihkan diri. Setelah itu mereka pergi ke meja makan.


Septi membuat hidang yang praktis untuk makan malamnya.


Selesai makan malam Septi meminta Tian untuk langsung beristirahat.


Esok hari setelah mengantar Tian ke sekolah, Septi langsung pergi ke rumah sakit. Dia tidak ingin membawa Tian sebab tidak baik bagi anak bila dibawa kerumah sakit sebab di rumah sakit tempatnya berbagai penyakit dan sebaiknya menghindari bila tidak perlu sekali bagi seorang anak kecil yang berada di rumah sakit.


tok...


tok...


tok...


'' masuk '' terdengar suara dari dalam.


Septi membuka pintu dan melangkah ke dalam ruang perawatan Eva.


'' oh... kamu Septi dari siapa kamu tau saya di rawat di sini !'' ucap Eva.

__ADS_1


'' oh dari suami kamu, bagaimana keadaan kamu apa sudah baik !'' berkata Septi.


''alhamdulillah, sudah mulai mendingan Sep pasca operasi. Tinggal pemulihan kata dokter '' ucap Eva.


'' dimana suami mu Va !'' berkata Septi.


'' baru aja pulang kemudian akan pergi kerja sebab saya sudah membaik kasihan suami saya bila libur kerja terlalu lama tidak enak sama bos '' ucap Eva.


Septi mengerti keadaan suaminya yang sebagian karyawan tida bisa se-enaknya membolos kerja terus sebagai bawahan harus taat dengan pimpinan seperti itu juga Septi tidak bisa ambil libur sesuka hati selagi menjadi karyawan kecuali kita sendiri yang punya usaha baru bisa sekehendak hati.


'' Va selama kamu di rumah sakit apa Fany tidak bisa sekolah !'' ucap Septi.


'' maaf Sep di rumah tidak ada yang mengurusnya, jadi Fany ikut dengan ayahnya malam di rumah sakit '' ucap Eva.


Septi berpikir dan berkata


'' Eva boleh tidak bila Fany biar di rumah saya aja selama kamu belum sembuh ''.


Eva terkejut dengan tawaran Septi dan berkata


'' apa tidak merepotkan mu Sep, kan kamu juga bekerja '' ucap Eva.


'' insyaallah tidak Va, Fany bisa jadi teman Tian di sekolah dan di rumah, bagaimana !'' berkata Septi.


'' baiklah nanti saya bilang sama ayah Fany dan nanti malam biar Fany diantar oleh ayahnya ke rumah kamu Sep. Terima kasih ya kamu memang sahabat terbaik ku Sep !''. ucap Eva dengan rasa terharu mendengar niat baik sahabatnya Septi.

__ADS_1


__ADS_2