
Menjelang siang Maya anak tertua mas Muji keluar dari kamar dengan berpakaian rapi.
Muji berkata '' Maya mau pergi kuliah ?''
'' iya , lagi ada ujian di kampus yah '' ucap Maya
Septi berkata '' sebelum berangkat sebaiknya makan dulu kebetulan tadi saya masak nasi goreng Maya !''
'' terima kasih, saya sudah terlambat takut telat ikut ujiannya '' ucap Maya.
Muji dan Septi hanya terpaku mendengar perkataan Maya.
Muji merasa tidak enak dengan Septi yang sudah bersusah payah masak nasi goreng. Namum Septi tersenyum ke pada Muji agar dia tidak memarahi Maya sang anak.
Maya melangkah meninggalkan Septi, ayahnya dan adiknya menuju pintu keluar rumah.
Suasana di luar masih gerimis namun Maya membawa payung untuk pergi ke kampus.
Maya berjalan sambil bicara dalam hati '' mengapa perempuan itu belum pulang juga apa yang dia inginkan. Seperti nya dia ingin menikah dengan ayah tapi aku tidak setuju bila ayah menikah lagi.''
__ADS_1
Septi menarik nafas melihat sikap Maya kepadanya, filing Septi bahwa Maya tidak menyukainya dari semalam mereka di dapur. Maya bersikap dingin kepada Septi dan sekarang Maya menghindar dari Septi sampai tidak mau sarapan yang telah dibuat Septi.
Muji mendengar tarikan nafas Septi berkata '' ibu Tian yang sabar ya menghadapi Maya dan adik-adiknya karena mereka mulai terbiasa tanpa ibu ''
Septi berkata'' iya... mas saya akan sabar dengan kelakuan mereka ''
Lalu Muji mengajak Septi dan Tian juga kedua anak untuk bersiap-siap pergi jalan-jalan.
Kedua anak Muji senang akan di ajak jalan-jalan namun yang nomor dua mau ke sekolah dulu.
Mereka telah siap menuju ke sekolah Ria anak mas Muji yang ke dua. Tiba di tempat halaman sekolah Ria turun dan berkata '' nanti ayah jemput Ria ya jangan lupa ''
Kini di dalam mobil mereka berempat berangkat pergi ke pasar untuk berbelanja keperluan rumah.
Anti dan Tian bermain bersama mereka bertambah akrab. Septi tidak lagi begitu sulit meninggalkan Tian sama Anti karena Tian sudah merasa dekat dan nyaman bersama Anti.
Muji melajukan kendaraan menuju pasar tradisional. Sampai di pasar Septi turun sendiri untuk berbelanja sedang Muji di minta Septi untuk mengawasi ke dua anaknya di dalam mobil.
Septi bergegas berbelanja untuk makan siang, yang terlebih dulu bertanya dengan Muji apa makanan kesukaan anak-anaknya.
__ADS_1
Semua yang dianggap Septi cukup maka Septi kembali ke kendaraan yang terparkir tidak jauh dari pasar dan dari sana Septi mengajak mereka pulang.
Septi berkata '' mas kita pulang dulu, saya mau memasak kesukaan anak-anak nanti menjelang sore kita ajak anak-anak untuk jalan-jalan ya mas !''
'' baik lah bila itu kemauan mu '' ucap Muji
Maka mereka berempat pulang ke rumah di pinggir jalan Anti melihat es krim dan meminta ayahnya untuk berhenti dan membelinya.
Anti dan Tian senang sekali mendapatkan es krim.
'' teerima kasih '' ucap Tian
'' sama-sama '' berkata Muji
Akhirnya mereka sampai di rumah, Septi membawa belanjaan ke dapur dan memulai aktivitas memasak, dari meletakan semua bahan makanan dan memasaknya Septi lakukan. Hingga memakan waktu lebih kurang dua jam berkutat Septi di dapur selesai semua hidangan.
Sedangkan Muji bersama Tian dan Anti bermain di ruang keluarga sambil menonton acara di televisi.
Mereka bersenda gurau bertiga menunggu Septi selesai memasak.
__ADS_1