
Akhirnya Cika pun membiarkannya, dan ia melihat Kayla dan gengnya melihatnya dengan tatapan yang mengerikan. pada akhirnya Cika hanya bisa duduk dan menaruh mukanya diatas meja dan menutupi wajahnya menggunakan tangan.
Miko bingung melihat Cika seperti itu, dan ia bertanya "kenapa ka? kok gemetaran gitu?"
"gak apa-apa kok". Jawab Cika tanpa melihat ke arah Miko.
Untungnya tidak lama setelah itu guru datang dan mereka semua duduk di tempat masing-masing.
"anak-anak kita akan mengadakan ulangan di pertemua selanjutnya ya, dan sekarang belajar seperti biasanya". berdiri di depan kelas.
"baik bu". Murid-murid serentak menjawabnya.
Setelah guru keluar dan bel pulang berbunyi, Kayla mengajak gengnya untuk bertemu dengan Cika.
"Cika, sini lo!!!" Masih di dalam kelas dan tidak ada seorang pun di sana, hanya ada mereka bertempat.
"Semalam gue bilang apa? Gue bilang jangan deket-deket dengan Miko kan?" Kayla berbicara dengan nada tinggi dan marah.
__ADS_1
"Iya, aku kan gak dekat sama Miko". Menjawab dengan menahan getaran kakinya dan sambil menunduk.
"Lo bilang gak deket? yang tadi gue liat apa juga? Lo pikir gue buta?". Mendorong Cika dengan keras dan terjatuh.
Tiba-tiba ada yang datang yaitu Miko.
"Ternyata kamu orangnya kasar ya, kay. Aku kira kamu orang yang lembut, nyatanya gak lebih dari Iblis bermuka dua". Masuk ke kelas dan membantu Cika bangun.
"Aku gak gitu kok Miko, Cika jatuh sendiri. Iya kan temen-temen". Dengan muka pura-pura tak berdaya dan mengeluarkan air mata.
"Udah lah kay, jangan munafik lo, gue udah liat dari tadi di luar kelas". Mendorong Kayla hingga terjatuh dan Miko menggendong Cika menuju ke luar kelas.
"Aku gk apa-apa kok Miko, aku pulang dulu ya. makasih udah nolongin tadi". Sambil berjalan menuju ke mobil yang sudah di jemput oleh ayahnya dari tadi.
"Hati-hati Ka, nanti kalau ada apa-apa bilang aja sama aku". Tersenyum manis
"Miko baik banget, apa jangan-jangan dia bukan pacarnya Kayla? tadi dia gak bantuin Kayla, udahlahhhh jangan di pikirin, minggu depan mau ulangan, semangat!!!!" Cika berbicara kepada dirinya sendiri sambil berjalan.
__ADS_1
Sampai di dalam mobil~
"ayah maaf ya Cika telat, tadi ada tugas tambahan, makanya agak telat". Dengan suara rendah dan menatap mata ayahnya dengan lembut.
"iya, gak apa-apa kok Cika". Tersenyum manis kepada anaknya.
sesampainya di rumah, Cika langsung masuk ke kamar dan merebahkan badannya diatas kasur. Cika berfikir, "kenapa Kayla keterlaluan banget padahal kan aku gak ngerebut Miko, aku juga gk dekat sama Miko. Kenapa aku terlahir seperti ini". Tanpa sadar ia menangis dan membenturkan kepalanya ke dinding sampai sakit tapi tidak berdarah.
Karena Cika sangat lelah habis nangis, ia langsung tertidur dan ia terbangun pada jam makan malam. Kemudian ia mandi dan langsung turun ke meja makan.
"Cika, tadi siang kenapa gak turun makan siang?". tanya mamanya karena curiga. Biasanya Cika gak pernah telat makan.
"Gak ma, tadi siang ketiduran, mungkin kecapean tadi di sekolah". jawab Cika menutupi semuanya.
"tapi kamu gak kenapa-napa kan? kalau ada apa-apa bilang aja sama mama". memegang lengan Cika dengan wajah yang lembut berseri bagaikan malaikat.
"Iya kak, bilang sma adek juga, biar adek habisin orang yang ganggu akak (◣_◢)". Wajah erza terlihat sangat kesal karena ia mengingat kembali kejadian hari itu.
__ADS_1
Bersambung~ o(〃^▽^〃)o