Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 29


__ADS_3

Septi setelah selesai makan dan minum bertanya ke pada Iyan.


" bagaimana keadaan orang tua Iyan "


Iyan menarik nafas dan menghabuskannya lewat mulut, terasa berat di terdengar oleh telinga Septi, namun dia coba bersabar untuk mendengar penjelasan dari Iyan.


" Maksud saya untuk mengajak kamu ke sini ingin bercerita dan menghilangkan kesedihan saya " kata Iyan


Septi tambah penasaran mendengar perkataan Iyan ini.


" Begini Septi, Alhamdulillah keadaan orang tua mulai sembuh namun yang buat saya sedih dengan permintaan mereka !" kata Iyan


" memang permintaan apa ! Iyan


" mereka menyuruh saya mencari calon istri sedangkan saya belum ada calon !" kata Iyan


Septi berbicara " ya kamu cari lah, apa susahnya kamu cari,


kamu kan sudah hidup mapan Iyan !"

__ADS_1


" iya...sih


namun mencari sesuai dengan selera ku sulit, dan kebanyakan wanita hanya memandang harta tidak tulus mencintai " ucap Iyan


" ya..kamu bisa berkencan dulu lah sama dia sehingga tau kepribadian nya baru bisa memutuskan, tidak semua seperti itu loh " berkata Septi


" iya sebenarnya saya ada seorang wanita yang saya inginkan tetapi dia sudah milik orang lain !" kata Iyan


" ya.. berusahalah agar wanita yang kamu sukai itu bisa kamu dapatkan " berkata Septi


Iyan mendengar perkataan Septi seperti itu membuat Iyan tersenyum, sedangkan Septi tidak mengetahui makna dari tersenyumnya Iyan.


Septi tersipu malu mengingat akan hal itu dan sekaligus merasa kesal.


" bila tidak keberatan ceritakan lah, biar kamu lega dan di sini kamu bisa sepuasnya mengungkapkan segala sesuatu yang mengganjal di hati, tidak ada yang akan mengganggu " ucap Iyan


Akhirnya dengan rayuan Iyan, Septi bersedia menceritakan keadaan rumah tanggalnya dari awal hingga kini tidak ada yang satu pun terlewatkan. Septi menceritakan dengan berlinang air mata karena tidak sanggup untuk mengenang kepahitan perjalanan hidup rumah tangga nya.


Iyan memberikan tisu dan mencoba memberikan kekuatan untuk Septi menjalaninya.

__ADS_1


Namun Septi bukan merasa lega dia bahkan menangis tersedu-sedu. Keadaan ini membuat Iyan mendekap tubuh Septi ke dalam pelukannya.


" menangis lah sepuasnya Septi keluarkan segala sesak di hatimu, saya di sini membantumu untuk menghibur mu agar melupakan kepahitan hidup" kata Iyan


Pelukan sepasang anak manusia yang dewasa ini yang telah merasakan nikmatnya dunia saling mengetahui bahwa mereka bukan lagi berpelukan tetapi ada rasa saling ingin memberikan dan merasakan kehangatan, kenikmatan yang lama tidak mereka rasakan.


Rasa ini timbul karena mereka saling menyukai dan tidak ingin melepaskan diri antara satu dengan yang lain.


Iyan yang sudah lama tidak mendapatkan kenikmatan dari seorang wanita tambah bernafsu.


Iyan mulai menjalankan aksinya dan Septi tidak menolaknya, bahkan Septi ikut terbuai permainan Iyan.


Merasa tidak ada penolakan Iyan membawa Septi ke dalam kamar dan membaringkan di tempat tidur, maka mereka melakukan hubungan suami istri.


Senam di tengah hari bolong mereka lakukan dengan sangat bersemangat, mereka berdua lupa dengan kesedihan mereka masing-masing.


Septi dan Iyan melakukan senam siang hari hingga sore menjelang, Iyan tidak membiarkan Septi keluar kamar dan membuat candu bagi Iyan.


Sore matahari mulai terbenam Septi teringat dahulu kejadian yang membuat dia di makan oleh suaminya.

__ADS_1


" Iyan kita pulang ya nanti suami saya akan marah lagi saya tak ingin mendapat perlakuan seperti dulu lagi " ucap Septi


__ADS_2