
Hari ini Septi bersiap-siap untuk pulang ke rumah tepatnya ke warung Bu Wahyuni.
Muji telah menyiapkan kendaraan yang sudah dipanaskan mesinnya.
Septi dan Tian telah siap untuk berangkat, setelah sarapan bersama Septi berpamitan dengan anak-anak Muji kecuali Maya yang masih berada di dalam kamar belum bangun dari tidurnya.
Septi berkata ke pada anak-anak mas muji '' Tante permisi pulang dulu semoga kalian selalu sehat semua ''
Mereka lalu saling bersalaman dan Tian juga.
Anita berkata '' sampai berjumpa adik ganteng ''
Tian tersenyum kepada Anita dan Anita mencubit pipi Tian yang memang berisi.
Septi dan Tian masuk kedalam kendaraan yang di dalamnya telah ada Muji siap untuk berangkat.
Kendaraan mulai melaju meninggalkan rumah mas Muji.
Septi meangkat tangan Tian untuk melambaikan tangannya seperti orang dada.
Lambaian tangan Tian di sambut juga dengan lambaian tangan anak-anak mas Muji.
Muji dan Septi berangkat pagi menjelang sore hari sampailah mereka di warung Bu Wahyuni.
Muji turun dan membukakan pintu untuk Septi dan Tian turun dari mobil.
__ADS_1
'' terima kasih mas '' ucap Septi
'' sama-sama '' berkata Muji
Muji tidak menginap di tempat Septi dia langsung pulang dan juga Septi tidak ingin membuat Muji terlalu lama tidak bekerja kasihan tidak ada uang pemasukan.
Septi berkata '' mas hati-hati mengapa tidak istirahat dahulu satu sampai dua jam, baru pulang !''
Muji berkata '' tidak usah ibu Tian nanti dirumah aja sebab besok ada kerjaan, sampaikan salam sama ibu Wahyuni aja ''
''baik mas, sampai jumpa '' ucap Septi sambil melambaikan tangannya.
Sudah tidak terlihat kendaraan mas Muji, Septi masuk ke dalam warung di sana dia melihat teman kerjanya dan Septi berkata '' selamat sore dik Cici ''
'' selamat sore kak Septi sudah pulang ya '' ucap Cici
'' iya kak '' ucap Cici
Septi dan Tian berjalan menuju kamar untuk beristirahat dan membersihkan diri.
Septi ingin membaringkan Tian yang sedang tidur agar lebih nyaman.
Lalu Septi membersihkan diri dan coba beristirahat sejenak sebelum Tian bangun dan memandikannya.
Sore berlalu dengan cepatnya dan malam pun tiba ibu Wahyuni kebetulan datang ke warung ada keperluan di dapur.
__ADS_1
Septi melihat ibu Wahyuni menyapa '' ibu apa kabar ''
''oh... baik-baik saja, kamu kapan pulangnya ?''
'' tadi sore sampai nya Bu , salam dari mas Muji tidak bisa nginap karena besok ada kerjaan !'' ucap Septi
'' ya tidak apa yang penting kamu dan Muji baik-baik ajakan !'' berkata Bu Wahyuni.
'' Alhamdulillah baik aja ibu '' ucap Septi
Kemudian Septi membantu Bu Wahyuni membereskan dapur.
Telah selesai Septi berkata '' Bu bisa minta waktunya saya ingin minta saran atau nasehat ibu ''
'' ada apa Septi apa ada yang begitu serius sampai minta pendapat ibu '' berkata Bu Wahyuni.
'' ya di bilang serius bisa juga Bu '' ucap Septi.
Lalu Septi menceritakan dari awal datang ke rumah mas muji dan hingga sampai pulang.
ibu Wahyuni berkata '' memang nya kamu dan Muji sudah sepakat ingin menikah walaupun tidak disetujui oleh anak Muji ''
'' itu Bu yang membuat saya bimbang harus bagaimana ini diteruskan atau tidak '' ucap Septi.
'' menurut ibu, Maya sang anak Muji tidak menginginkan ayahnya menikah Septi '' berkata Bu Wahyuni.
__ADS_1
'' jadi bagaimana padahal saya tidak keberatan bila mas Muji itu tidak bawa harta bendanya '' ucap Septi.
ibu Wahyuni memberikan masukan kepada Septi bahwa harta benda itu alasan Maya saja dan bila Septi jadi menikah dengan Muji bagaimana dengan anak-anak Muji yang makin tambah jauh sebab Maya sang anak tidak akan memperbolehkan adik-adik nya untuk ikut Septi. Maka ayah dan anak terpisah, ibu Wahyuni juga mengibaratkan Septi dengan Tian bila di pisahkan apa rela.