Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 106


__ADS_3

Muji memperkenalkan wanita. yang bersamanya.


'' ibu Tian ini kenalkan istri saya '' ucap Muji


'' saya Mira mbak '' ucap Mira sambil mengulurkan tangan.


'' Septi, sudah berapa bulan usia kehamilannya dek ! '' berkata Septi sambil menjabat tangan Mira.


'' masuk delapan bulan mbak '' ucap Mira.


'' ya, semoga sehat dan nanti ketika melahirkan selamat semua ibu dan anaknya '' berkata Septi.


'' amin '' ucap Mira.


Septi mencoba tersenyum menghadapi sepasang suami istri ini. Septi sebenarnya sudah lupa dengan Muji namun karena bertemu kembali membuat kenangan masa lalu kembali terbayang.

__ADS_1


Dengan melihat kenyataan ini Septi memahami mengapa selama ini Muji tidak pernah menghubunginya rupanya muji telah mendapatkan wanita lain untuk menggantikannya.


Tiba-tiba dari dalam keluar ibu Wahyuni berkata '' Septi itu Tian mencari kamu di dalam ''.


Muji dan istrinya lalu mohon ijin untuk melanjutkan perjalanan.


Septi melihat hanya bisa melihat keberangkatan mereka.


Septi dan ibu Wahyuni masuk ke warung. ibu Wahyuni berkata


'' maaf nak Septi dahulu pernah nak Muji itu datang kebetulan Septi dan Tian tidak ada di warung maka saya bilang kamu tidak ada disini, tetapi dia mungkin mengira kamu sudah tidak bekerja di sini lagi karena waktu itu dia tidak menanyakan apa maksud ibu bicara langsung nak muji itu pergi''.


Lalu Septi meninggalkan ibu Wahyuni yang prihatin dengan hidup Septi.


Septi mencari Tian sang anak namun tidak di temukan di dalam warung. Maka Septi kembali berjalan mencari ibu Wahyuni.

__ADS_1


'' ibu di mana Tian '' ucap Septi.


'' itu Tian lagi di belakang bermain dengan si Ujang '' berkata ibu Wahyuni.


Septi pergi kembali ke belakang warung. Melihat Septi ibu Wahyuni tersenyum.


Yang sebenarnya itu alasan ibu Wahyuni agar Septi dan Muji jangan terlalu lama berbicara.


ibu Wahyuni tidak ingin mereka membicarakan hal yang sudah berlalu biarlah berlalu tidak perlu di ungkit kembali.


Septi melihat Tian yang bermain dengan Ujang dengan riang gembira. Sejak kecil hingga besar Tian memang sudah biasa bermain dengan seluruh karyawan yang bekerja di warung. Apa lagi seorang laki-laki yang Tian butuhkan untuk menggantikan sang ayah. Semua teman Septi yang laki-laki mengetahui keadaan Tian maka mereka memberikan perhatian kepada Tian seolah-oleh seperti ayah bagi Tian. Terkadang Septi yang merasa tidak enak pada mereka pekerja laki-laki yang sering di minta Tian untuk menjadi ayah Tian di saat Tian butuh ayah.


Septi tidak bisa berbuat banyak karena dalam keadaan tertentu Tian memang butuh sang ayah. Jadi Septi harus mau menerima permintaan Tian bila temanya harus menjadi ayah sementara bagi Tian.


Semua ini Septi lakukan untuk Tian agar dia tidak begitu terpukul tentang tidak memiliki ayah. Dalam hati Septi nanti setelah lebih besar Tian akan menyadari bahwa tidak memiliki ayah dan memahami sang ibu.

__ADS_1


Septi pun suatu saat akan memberikan penjelasan siapa ayah kandung Tian.


Septi tinggal menunggu waktunya saja dan Septi sendiri tidak mengetahui keberadaan ayah Tian yang pergi tanpa pesan. Sehingga Septi tidak tau harus mencari di mana keberadaan ayah kandung Tian dan untuk sekarang Septi tidak ingin mengganggu kehidupan Iyan yang dipikir pasti memiliki kehidaupannya sendiri dan keluarganya.


__ADS_2