Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 70


__ADS_3

Hati Desi sebenarnya juga berdebar-debar untuk mengatakan perihal kehamilannya sebab selama menjalin hubungan dengan Aria tidak pernah sekalipun Aria bicara anak dan perkawin.


Pernah Desi membicarakan akan hal itu namun di jawab dengan Aria kita lihat nanti aja. Sejak itu Desi tidak ingin membicarakan hal itu yang akan di jawab oleh Aria dengan jawaban yang sama.


Karena akan hal kehamilan ini menurut Desi bila dia maka Aria akan bertanggung jawab dan cerita dari Septi bahwa anaknya Tian bukan anak kandung Aria.


Dengan fakta ini membesarkan hati Desi untuk mendapatkan Aria seutuhnya dan memperjelas akan kedudukannya bukan hanya untuk melampiaskan hasrat nafsu Aria saja. Desi juga berharap dengan memiliki anak kandung sendiri Aria akan bersedia menikahi Desi dan menjalani rumah tangga bersama.


Desi menarik nafas dalam-dalam dan tangannya mengambil alat tes kehamilan dari tas yang dia bawa.


Dengan berlahan Desi letakkan di atas meja di hadapan Aria.


Aria yang telah mengerti benda apa itu dan melihat ada dua garis merah di sana maka ke dua mata Aria melotot seakan mau keluar dari sarangnya.


'' apa ini Desi '' kata Aria


'' ini saya hamil anak mu '' ucap Septi


Aria mengambil alat tes kehamilan itu seakan tidak percaya apa yang dilihat. Karena selama ini sudah bertahun-tahun Desi selalu bisa menjaga diri agar tidak hamil mengapa saat ini dia hamil, ini yang berkecamuk di pikiran Aria.


'' berapa bulan usia kehamilan mu " kata Aria


'' kata dokter kandungan sekitar dua bulan mas " ucap Desi

__ADS_1


'' itu berarti belum terlambat, saya minta gugurkan janin itu Des '' berkata Aria


Desi mendengar perkataan Aria bagaikan petir di siang hari seakan dunia akan runtuh. Untung nya Desi tidak sampai pinsan.


Desi beberapa saat hilang kesadaran dan seperti orang yang linglung.


Di saat Desi belum tersadar dari bengong nya datanglah Septi mendekati Desi dan Aria.


Tiba-tiba datang Septi ke hadapan Desi dan Aria.


Aria yang sekarang terbengong melihat ada Septi di tempat itu.


'' mengapa kamu bisa ada disini ?'' kata Aria


ucap Septi


'' tidak ada apa-apa, kamu tidak ada urusan di sini Septi pergi sana pulang !'' berkata Aria


Septi berpura-pura tidak mengenal Desi agar Aria tidak curiga dengan kerjasama antara Septi dan Desi.


Septi berkata '' kakak ! saya lihat seperti orang yang sedang marah dan mengapa wanita ini bisa bersama kakak, dia siapa ?''


Aria bingung mau menjawab apa sama Septi.

__ADS_1


Desi berkata ''mbak siapa ?''


Desi juga melakonkan perannya tidak mengenal Septi.


'' saya istri kakak Aria ini '' ucap Septi


Desi berkata '' mas Aria benar ini istri mas ?''


Aria tersudut mau mengakui atau tidak, bingung sesaat lalu berkata dengan suara sangat rendah


'' iya, dia memang istri saya '' kata Aria


'' Kakak mengapa suaranya tidak terdengar apa kakak lagi sakit ?'' ucap Septi


Desi berkata '' mas itu sebabnya kamu tidak mau anak ini dan menikahi saya karena sudah punya istri ya..... ''


Septi berkata '' apa kakak punya anak dengan wanita ini !''


Aria diam saja dua orang wanita yang sedang bicara tentang kehamilan Desi.


Desi berkata '' mbak saya tidak menyangka mas Aria tidak menginkan anak ini dan menyuruh saya menggugurkannya !''


Septi melorotkan matanya mendengar perkataan Desi.

__ADS_1


Tidak habis pikir Aria bisa mengkorbankan darah dagingnya sendiri di bandingkan untuk melepas Septi dan Tian.


__ADS_2