Gadis Yang Malang

Gadis Yang Malang
eps 26


__ADS_3

Septi bangun pagi hari dengan seluruh tubuhnya terasa remuk dan rasa tanggung jawab untuk berkerja sebab tidak enak baru beberapa hari kerja minta ijin walaupun bos nya teman sendiri.


Septi tidak ingin mengecewakan Iyan yang telah memberikan pekerjaan kepada nya.


Dengan tertatih-tatih Septi membersihkan diri dan membuat sarapan pagi, dia tidak ingin terulang bila tidak membuat makanan seperti kejadian semalam.


Septi menyelesaikan sarapan pagi dan menikmati nya, lalu berangkat ke tempat kerja, sang suami di lihat Septi masih terbaring di tempat tidur dalam hati Septi berkata


" apa dia sungguh kelelahan akibat semalaman meminta dilayani sebagai suami, untung saya ikut program KB bila tidak bisa di bayangkan pasti saya akan hamil karena kejadian semalam"


Septi berjalan keluar dari rumah menuju jalan raya menunggu kendaraan umum, tidak begitu lama kendaraan datang.


Septi tiba di ruko langsung masuk keruangan nya dan meregangkan otot-otot nya yang masih terasa pegal. Sedang melakukan gerakan senam Iyan membuka pintu.


" e... pagi-pagi memang enak olahraga ya Septi !" kata Iyan


Septi terkejut dan menjawab dengan anggukan kepala.

__ADS_1


Iyan tambah tertawa mendengar Septi menyatakan ya. Septi berpikir bahwa itu memang benar olahraga pagi sehat, namun yang Iyan katakan bukan olahraga pada umumnya tetapi olahraga untuk suami, istri.


Suara Iyan tertawa sampai terdengar di luar ruangan sehingga karyawan yang lain mendengar bos tertawa tersenyum senang karena semenjak bos nya kehilangan di tinggal meninggal tidak pernah tertawa begitu lepas, untung nya toko belum ada pengunjung pagi ini.


Septi pun terkejut mendengar Iyan malah mentertawakannya, bingung apa yang salah dengan jawaban yang Septi katakan.


Iyan akhirnya berhenti tertawa karena perutnya terasa sakit dan air mata keluar. Septi tambah bingung melihat Iyan sampai sebegitu nya.


Septi memberikan air minum yang ada di meja nya namun belum sempat Septi meminumnya. Dan Iyan meminumnya sampai habis.


Septi berkata " ih...itu bekas saya Iyan mau aja kamu minumnya "


Septi hanya mengedipkan matanya mendengar jawaban Iyan.


Iyan yang mendapatkan kedipan mata menambah baper dengan sikap Septi, apa lagi di bagian bawah leher Septi ada bekas ke pemilikan yang telah di buat suami nya dan tanpa sengaja Iyan dapat melihatnya saat Septi memberikan minuman tadi saat dia ketawa sampai sakit perutnya Iyan.


Lalu Iyan pergi ke ruang nya sendiri padahal dia menemui Septi untuk menanyakan laporan keuangan, bukan membuat Septi jadi bahan tertawanya, karena melihat Septi yang senam sehingga pikiran Iyan kotor namun kenyataannya bukti memang iya, tersenyum sendiri Iyan di ruangannya dan menepuk jidatnya sendiri bahwa dia lupa dengan tujuan dia ke ruang Septi.

__ADS_1


Iyan mengangkat telepon yang menghubungkan ke ruang Septi.


Di seberang telepon Septi menjawab " baik bos, segera saya antar ke ruangan bos"


Septi setelah menutup telepon mengambil berkas laporan keuangan yang di inginkan Iyan dan beranjak pergi ke ruangan bos di depan pintu Septi mengetuk pintu


tok


tok


" silahkan masuk " jawab Iyan


Septi tersenyum kembali ke pada Iyan karena dia lupa minta laporan keuangan dan malah mentertawakannya.


" itu bos sebaiknya jangan suka mentertawakan saya, jadi lupakan maksud menemui saya " ucap Septi


" iya... maaf habis kamu itu lugu sekali apa tidak sadar apa yang kamu lakukan semalam "

__ADS_1


Septi tambah bingung apa gerangan. Iyan yang melihat Septi kebingungan tersenyum dan sambil menunjuk ke bagian bawah leher Septi.


Septi melihat ke bagian yang ditunjuk oleh Iyan dan tertunduk malu.


__ADS_2