
Hari berganti hari kini Septi melihat Tian sudah tumbuh besar dan kini Tian sering bertanya di mana kakek dan neneknya.
Septi berjanji setelah Tian sunat maka akan menemui ke dua orang tua Septi. Hari ini Tian meminta Septi untuk di sunat. Dengan permintaan ini maka Septi harus mencari waktu untuk bertemu dengan orang tua nya yang sudah beberapa tahun tidak bertemu semenjak Tian lahir ke dunia.
Hari libur telah tiba dan Tian sudah disunat maka Septi menepati janjinya kepada Tian untuk mempertemukan dengan orang tua Septi.
Hari ini Septi telah bersiap-siap untuk berangkat ke kota tempat orang tuanya. Terlihat Tian sangat bersemangat untuk bertemu dengan kakek dan neneknya.
Tian berjalan menemui ibu Wahyuni dan berkata '' bude Tia. dan ibu mau berangkat kerumah kakek dan nenek !''
'' iya baik-baik di sana ya jangan lupa jaga ibu mu ! berkata ibu Wahyuni.
'' siap laksanakan bude !'' ucap Tian.
Septi dari belakang tubuh Tian tersenyum mendengar pembicaraan antara Tian dan ibu Wahyuni.
__ADS_1
'' Bu saya mohon pamit untuk berangkat dan terima kasih ibu telah memberi ijin kepada saya untuk menemui orang tua saya ''
ucap Septi.
'' ya, hati-hati di jalan ya, bisa sudah sampai tolong kabari ibu agar tidak was-was kalian sudah sampai apa belum '' berkata ibu Wahyuni.
'' baik, Bu '' ucap Septi.
Lalu Septi mengajak Tian ke luar dari warung untuk naik kendaraan yang sudah Septi pesan untuk mengantarkan mereka sampai terminal bus antar kota.
Septi dan Tian memang memilih bus untuk melakukan perjalanan agar menghemat keuangan mereka. Dan juga Septi memberikan pengertian kepada Tian agar menggunakan uang sebaik-baiknya. Melihat kebutuhan mana yang harus diutamakan.
Septi tidak ingin membuah uang dengan hal yang tidak begitu penting, yang pada prinsipnya bagi Septi bisa sampai kerumah orang tua nya bukan melihat apa yang dikendarai untuk sampai ke rumah orang tua Septi.
Hal ini yang menjadi alasan mengapa Septi lebih milih bus dibandingkan dengan kendaraan lainnya.
__ADS_1
Tian juga Berutu antusias melihat bus yang begitu besar dan tinggi, sehingga dia bisa melihat pemandangan di sekeliling nya. Tian meminta pada Septi di pinggir jendela, agar bisa melihat keluar bus bagaimana pandangan sepanjang jalan menuju ke tempat rumah kakek dan neneknya.
Di sepanjang jalan sering Tian bertanya berbagai hal yang baru di lihatnya. Dengan sabar Septi memberikan penjelasan dari semua pertanyaan yang di lontarkan oleh sang anak Tian.
Hingga lelah Tian bertanya sehingga Tian tertidur, maka Septi menarik nafas dan berkata
'' eheeemm alladulilah Tian sudah tertidur''.
Septi pun berusaha untuk tidur juga dan beberapa saat Septi terlelap di buat mimpi.
Cukup lama ibu dan anak ini terbuai dalam tidurnya sehingga mereka melewatkan makan siang.
Septi yang menyadari akan hal tersebut maka dimana bus nanti berhenti Septi akan mengajak Tian untuk makan, setidaknya Septi membeli roti untuk mengganjal perut hingga makan malam tiba.
Septi melihat Tian dengan tersenyum dan di dalam hati berkata '' semoga Tian tetap tidur sampai bus ini berhenti di sebuah pemberhentian bus ''.
__ADS_1
Nasib berpihak pada Septi rupanya bus ingin mengisi bahan bakar.
Lalu dengan cepat Septi turun dari bus meninggalkan Tian sendiri di bus untuk membeli makanan, Septi bergegas membeli beberapa roti dan air mineral kemudian kembali ke bus. Saat itu Tian sang anak belum juga terbangun dari tidurnya.