
Sore hari Septi pulang dari kerja.
Di depan rumah Septi melihat Tian dan Fany sedang bermain di halaman, terlihat kedua anak tersebut menikmati permainan.
Dari wajah mereka terlihat memancarkan kebahagiaan.
Dalam hati Septi berkata " syukur lah Fany bisa melupakan kesedihannya karena ibunya sakit, setidaknya saat ini !".
Septi berjalan mendekati kedua anak tersebut.
" ibu........ sudah pulang ! " ucap Tian.
Fany berkata " tante sudah pulang "
" ya.... anak-anak, kalian lagi main apa !..berkata Septi.
"ini Bu !, kak Fany lagi menggambar lucu deh Bu, coba ibu lihat " ucap Tian.
" Fany boleh tante lihat gambarnya !" berkata Septi.
" jangan tante gambarnya jelek " ucap Fany.
" tidak apa-apa Fany, Tante yakin gambarnya bagus dan Fany jangan minder dengan karya sendiri, bila merasa belum bagus terus saja belajar menggambar nanti lama-lama pasti gambarnya akan lebih sempurna atau bagus !" ucap Septi.
__ADS_1
" baik tante, Fany akan terus belajar karena Fany suka dengan menggambar " ucap Fany.
" memang Fany lebih suka menggambar apa sih ! berkata Septi.
" saya lebih suka gambar pemandangan " ucap Fany.
"ya udah teruskan saja kegiatan kalian, ibu mau masuk dulu !" berkata Septi.
Sepeninggalan Septi, kedua anak tersebut asik kembali dg pekerjaannya.
####
Hari berganti hari tidak terasa sudah satu Minggu Fany tinggal di rumah Septi, di siang hari ini Septi mendapat berita dari ayah Fany bahwa penyakit ibu Fany makin memburuk.
Waktu pulang telah tiba Septi bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit.
Septi berangkat ke rumah sakit menggunakan kendaraan umum, hampir satu jam Septi tiba di rumah sakit, Septi langsung ke kamar tempat Eva dirawat.
"assalamualaikum ! '' berkata Septi
'' waaikumsalam '' jawab Eva dengan suara sangat lemah dan hampir tidak terdengar.
Septi melangkah mendekati tempat tidur Eva.
__ADS_1
'' maaf Eva, baru saat ini bisa menjenguk mu ! '' berkata Septi.
Eva hanya menganggukkan kepala saja, terlihat oleh Septi bahwa Eva makin lemah dan sulit untuk bicara.
Septi melihat keadaan Eva makin sedih hatinya, dimana Eva terlihat makin kurus dan wajah yang terlihat pucat.
Septi sangat prihatin dan sedih melihat ke adaan Eva yang semakin memburuk.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan masuklah seorang laki-laki yaitu suami Eva.
" eee ada tamu rupanya, sudah lama Sep !" sapa suami Eva.
" belum mas, paling beberapa menit yang lalu ,"
Septi sengaja tidak ingin membicarakan penyakit Eva di depan Eva, Septi memilih untuk memberikan motivasi dan dukungan pada Eva agar terus berjuang melawan penyakitnya.
" Eva terus lawan penyakit yang ada di tubuhmu, ingat anakmu Fany masih memerlukan ibunya, Fany masih mengharapkan perhatian dan kasih sayang mu Va sebagai seorang ibu !" berkata Septi.
Eva mendengar perkataan Septi meneteskan air matanya dan berkata " Septi saya sudah berjuang melawan penyakitnya sampai saat ini, tetapi saya belum juga sembuh hingga sekarang !".
Ayah Fany melihat Eva meneteskan air mata ikut juga terharu dan dari ujung sudut matanya menetes air mata cepat-cepat ayah Fany menghapus air mata dari wajahnya. Dia tidak ingin menambah beban ke pada Eva, sudah lama Eva menjalani sakitnya yang tidak kunjung sembuh.
Ayah Fany tersenyum kepada Eva untuk memberikan kekuatan.
__ADS_1
Ayah berkata " sayang cepat sembuh ya , ayah dan Fany membutuhkan kehadiran mu sayang !"